Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Monday, 24 August 2026 |
KALBARONLINE.com – Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan mengungkapkan ada empat perusahaan yang saat ini sedang dalam proses penyelidikan terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalbar.
Norsan mengatakan, hasil penyelidikan terhadap empat perusahaan tersebut nantinya akan dilaporkan kepada Polda Kalbar untuk ditindaklanjuti.
“Sampai hari ini ada empat perusahaan yang dalam penyelidikan yang akan kita laporkan kepada Polda. Ada empat perusahaan,” kata Norsan, Senin (24/8/2026).
Menurut Norsan, kebakaran dalam skala besar ditemukan terjadi di area yang dikelola korporasi. Karena itu, aktivitas perusahaan juga menjadi salah satu perhatian dalam upaya penanganan karhutla di Kalbar.
“Yang terbakar besar-besaran memang dari korporasi, dari perusahaan,” tambahnya.
Norsan menegaskan, pencegahan dan penanganan karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Ia meminta seluruh pihak, baik masyarakat maupun perusahaan, ikut menjaga lahan masing-masing agar kebakaran tidak semakin meluas.
“Jadi saya umum menyangkut seluruh masyarakat, ayo jaga lahan kita,” katanya.
Selain menyoroti perusahaan, Norsan juga mengingatkan masyarakat yang melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar agar memperhatikan kondisi cuaca.
Ia menyebut pembakaran lahan tidak boleh dilakukan ketika kondisi panas tinggi karena berisiko membuat api sulit dikendalikan.
“Kalau seandainya mengikuti perda, tidak membakar lahan saat panas tinggi. Nah, sekarang panas tinggi, jadi dilarang dulu,” jelasnya.
Norsan juga mengingatkan masyarakat yang melakukan pembakaran lahan agar membuat sekat atau parit di sekeliling area. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah api merembet ke area lain.
Selain itu, masyarakat diminta memastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi pembakaran.
“Yang paling penting tidak meninggalkan lahan sebelum api padam. Ini yang mungkin tidak dijaga,” pungkasnya. (Lid)
KALBARONLINE.com – Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan mengungkapkan ada empat perusahaan yang saat ini sedang dalam proses penyelidikan terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalbar.
Norsan mengatakan, hasil penyelidikan terhadap empat perusahaan tersebut nantinya akan dilaporkan kepada Polda Kalbar untuk ditindaklanjuti.
“Sampai hari ini ada empat perusahaan yang dalam penyelidikan yang akan kita laporkan kepada Polda. Ada empat perusahaan,” kata Norsan, Senin (24/8/2026).
Menurut Norsan, kebakaran dalam skala besar ditemukan terjadi di area yang dikelola korporasi. Karena itu, aktivitas perusahaan juga menjadi salah satu perhatian dalam upaya penanganan karhutla di Kalbar.
“Yang terbakar besar-besaran memang dari korporasi, dari perusahaan,” tambahnya.
Norsan menegaskan, pencegahan dan penanganan karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Ia meminta seluruh pihak, baik masyarakat maupun perusahaan, ikut menjaga lahan masing-masing agar kebakaran tidak semakin meluas.
“Jadi saya umum menyangkut seluruh masyarakat, ayo jaga lahan kita,” katanya.
Selain menyoroti perusahaan, Norsan juga mengingatkan masyarakat yang melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar agar memperhatikan kondisi cuaca.
Ia menyebut pembakaran lahan tidak boleh dilakukan ketika kondisi panas tinggi karena berisiko membuat api sulit dikendalikan.
“Kalau seandainya mengikuti perda, tidak membakar lahan saat panas tinggi. Nah, sekarang panas tinggi, jadi dilarang dulu,” jelasnya.
Norsan juga mengingatkan masyarakat yang melakukan pembakaran lahan agar membuat sekat atau parit di sekeliling area. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah api merembet ke area lain.
Selain itu, masyarakat diminta memastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi pembakaran.
“Yang paling penting tidak meninggalkan lahan sebelum api padam. Ini yang mungkin tidak dijaga,” pungkasnya. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini