Melawi    

BPKAD Melawi Perkuat Transformasi Digital Lewat PELITA, Masuki Minggu Kedua Pelaksanaan

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Wednesday, 28 October 2026
BPKAD Melawi Perkuat Transformasi Digital Lewat PELITA, Masuki Minggu Kedua Pelaksanaan
BPKAD Melawi memperkuat transformasi digital melalui PELITA dengan fokus pada advokasi, kolaborasi, dan peningkatan kualitas pelayanan publik (Foto: istimewa)
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Melawi terus mendorong transformasi digital melalui Pelayanan Terintegrasi Berbasis Digital (PELITA). Memasuki minggu kedua pelaksanaan, proyek perubahan ini difokuskan pada penguatan advokasi, komunikasi, kolaborasi, serta komitmen bersama untuk mendukung tata kelola organisasi yang lebih adaptif dan inovatif.

PELITA menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya dalam pengelolaan keuangan dan aset daerah. Melalui pemanfaatan teknologi digital, inovasi ini diharapkan dapat menghadirkan proses pelayanan yang lebih mudah, cepat, transparan, dan terintegrasi.

Pada tahap awal, penguatan komunikasi dan advokasi menjadi langkah penting untuk menyamakan pemahaman di antara para pemangku kepentingan. Dukungan berbagai pihak diperlukan agar implementasi inovasi tidak hanya berhenti pada pengembangan sistem, tetapi juga dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam pelaksanaan tugas dan fungsi organisasi.

Bupati Melawi, H. Dadi Sunarya Usfa Yursa, menegaskan bahwa transformasi digital dalam penyelenggaraan pemerintahan perlu didukung komitmen bersama, kolaborasi lintas sektor, serta kesiapan aparatur dalam mengikuti perkembangan teknologi.

“Transformasi digital bukan sekadar menghadirkan teknologi baru, tetapi bagaimana teknologi tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, diperlukan komunikasi yang baik, kolaborasi yang kuat, serta komitmen bersama agar setiap inovasi dapat berjalan secara optimal,” ujar Bupati, Senin (26/10/2026).

Ia juga menekankan pentingnya membangun budaya kerja yang adaptif dan terbuka terhadap perubahan. Menurutnya, inovasi di lingkungan pemerintahan harus diarahkan untuk meningkatkan efektivitas kerja, memperkuat transparansi, serta memudahkan masyarakat dan pemangku kepentingan dalam mengakses layanan pemerintah daerah.

“Setiap perubahan membutuhkan proses dan dukungan bersama. Saya berharap implementasi PELITA BPKAD dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan, khususnya dalam pengelolaan keuangan dan aset daerah, sehingga semakin efektif, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan prima,” tambahnya.

PELITA BPKAD tidak hanya diposisikan sebagai inovasi berbasis digital, tetapi juga sebagai upaya membangun pola kerja yang lebih terintegrasi dan responsif terhadap kebutuhan organisasi. Keberhasilannya membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari jajaran internal BPKAD hingga perangkat daerah dan pemangku kepentingan terkait.

Memasuki minggu kedua, penguatan advokasi menjadi tahapan penting untuk menyatukan persepsi, membangun dukungan, serta memastikan arah perubahan dapat dipahami dan dijalankan bersama. Sinergi tersebut diharapkan mampu mempercepat implementasi sekaligus memperkuat keberlanjutan inovasi.

Melalui proyek perubahan PELITA BPKAD, Pemerintah Kabupaten Melawi diharapkan semakin siap menghadapi tantangan transformasi digital dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Dengan kolaborasi, inovasi, dan komitmen yang konsisten, BPKAD Kabupaten Melawi diarahkan menjadi organisasi yang lebih adaptif, transparan, dan mampu memberikan pelayanan berkualitas. (*)

Artikel Selanjutnya
Edi Kamtono Ajak Masyarakat Bangun Budaya Antikorupsi dari Hal Sederhana
Wednesday, 28 October 2026
Artikel Sebelumnya
Edi Kamtono Ajak Masyarakat Bangun Budaya Antikorupsi dari Hal Sederhana
Wednesday, 28 October 2026

Berita terkait