Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : adminkalbaronline |
| Rabu, 22 Oktober 2025 |
KALBARONLINE.com - Dalam Peringatan Hari Santri Nasional 2025 di Pondok Pesantren Mahasina Darul Qur’an wal Hadits, Menteri ATR/BPN RI, Nusron Wahid menyerukan agar santri mempersiapkan diri menjadi pemimpin umat dan bangsa di berbagai bidang.
Merujuk pada pandangan Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, Menteri Nusron menjelaskan, terdapat tiga pilar kepemimpinan umat manusia, yakni ilmal ulama (keilmuan ulama), hikmat al-hukama (kebijaksanaan cendekiawan), dan wasiyasatal muluk (kepemimpinan para raja atau negarawan).
“Santri harus mempersiapkan diri menjadi kader ulama sekaligus kader teknokrat yang ahli di berbagai bidang—kedokteran, teknologi, keuangan, energi. Santri juga harus siap menjadi negarawan yang berjiwa besar dan memimpin dengan semangat persatuan,” tegasnya.
Selain itu, Menteri Nusron juga mengingatkan pentingnya sanad keilmuan dalam belajar agama, agar tidak mudah terpengaruh pemahaman dangkal di media sosial.
“Belajar agama harus talaki dan bersanad. Tanpa sanad, orang bisa tersesat dan mengaku berpendapat atas nama agama,” pesannya.
Mentri Nusron menutup amanatnya dengan doa agar eksistensi santri di Indonesia makin nyata, dan kontribusinya makin konkret dalam membangun kemajuan, kemakmuran, serta kesejahteraan rakyat Indonesia.
Turut hadir dalam kegiatan ini Pengasuh Pondok Pesantren Mahasina, Abah Abu Bakar Rahziz; Tenaga Ahli Bidang Komunikasi Publik, Rahmat Sahid; serta Kepala Kantor Pertanahan Kota Bekasi, Heri Purwanto beserta jajaran. (Jau/*)
KALBARONLINE.com - Dalam Peringatan Hari Santri Nasional 2025 di Pondok Pesantren Mahasina Darul Qur’an wal Hadits, Menteri ATR/BPN RI, Nusron Wahid menyerukan agar santri mempersiapkan diri menjadi pemimpin umat dan bangsa di berbagai bidang.
Merujuk pada pandangan Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, Menteri Nusron menjelaskan, terdapat tiga pilar kepemimpinan umat manusia, yakni ilmal ulama (keilmuan ulama), hikmat al-hukama (kebijaksanaan cendekiawan), dan wasiyasatal muluk (kepemimpinan para raja atau negarawan).
“Santri harus mempersiapkan diri menjadi kader ulama sekaligus kader teknokrat yang ahli di berbagai bidang—kedokteran, teknologi, keuangan, energi. Santri juga harus siap menjadi negarawan yang berjiwa besar dan memimpin dengan semangat persatuan,” tegasnya.
Selain itu, Menteri Nusron juga mengingatkan pentingnya sanad keilmuan dalam belajar agama, agar tidak mudah terpengaruh pemahaman dangkal di media sosial.
“Belajar agama harus talaki dan bersanad. Tanpa sanad, orang bisa tersesat dan mengaku berpendapat atas nama agama,” pesannya.
Mentri Nusron menutup amanatnya dengan doa agar eksistensi santri di Indonesia makin nyata, dan kontribusinya makin konkret dalam membangun kemajuan, kemakmuran, serta kesejahteraan rakyat Indonesia.
Turut hadir dalam kegiatan ini Pengasuh Pondok Pesantren Mahasina, Abah Abu Bakar Rahziz; Tenaga Ahli Bidang Komunikasi Publik, Rahmat Sahid; serta Kepala Kantor Pertanahan Kota Bekasi, Heri Purwanto beserta jajaran. (Jau/*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini