Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : adminkalbaronline |
| Senin, 03 November 2025 |
KALBARONLINE.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas oleh pemerintah pusat hingga kini belum menyentuh ke anak-anak di pelosok desa, salah satunya di SD Negeri 10 Kemboja Baru, Kecamatan Pulau Maya, Kabupaten Kayong Utara.
Hal ini dibenarkan oleh Kepala SD Negeri 10 Kemboja Baru, Sunarti.
"Kemarin saya sudah coba koordinasi sama dapur yang ada di Pulau Maya, namun untuk pendistribusian (MBG) sangat jauh, bisa memakan waktu satu jaman lebih, dengan kondisi jalan juga tidak memadai." kata saat dikonfirmasi awak media, pada Sabtu (01/11/2025).
Untuk itu, Sunarti mengungkapkan, bahwa untuk pendistribusian makanan (MBG) lebih mudah ditempuh dengan dapur yang berada di wilayah Kecamatan Teluk Batang.
"Ya, bisa dibilang lebih mudah, kalau pendistribusian (MBG) dari dapur yang ada di Teluk Batang, waktu tempuh penyeberangan kurang lebih 10 menit mengunakan kapal penyeberangan kelotok," ungkapnya.
Untuk itu, dirinya mengatakan, bahwa jarak waktu tempuh dari pelabuhan Kemboja Baru ke SD Negeri 10 hanya kurang lebih 20 menit perjalanan menggunakan kendaraan sepeda motor.
Menanggapi isu pembangunan dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) di wilayah Kemboja Baru, Sunarti menilai hal tersebut dikuatirkan tidak efektif hanya untuk melayani 18 murid SD Negeri 10 Kemboja Baru.
"Ya saya selaku pihak sekolah tentunya sangat berterima kasih, adanya dapur (MBG) 3T, namun apakah efektif hanya untuk 18 murid, dan ini saya rasa perlu dikaji ulang, sebab bisa dibilang mubazir, kan sayang menghabiskan uang negara namun asas manfaatnya minim," pungkasnya.
Seperti diketahui, menurut pantauan di lapangan, bahwa bangunan SD Negeri 10 Kemboja Baru masih terlihat kokoh, proses pembelajaran terus dilakukan para pendidik. Namun ironisnya di Kemboja Baru tersebut yang dulunya lahan pertanian sekarang terpantau menjadi lahan kelapa sawit. (Sans)
KALBARONLINE.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas oleh pemerintah pusat hingga kini belum menyentuh ke anak-anak di pelosok desa, salah satunya di SD Negeri 10 Kemboja Baru, Kecamatan Pulau Maya, Kabupaten Kayong Utara.
Hal ini dibenarkan oleh Kepala SD Negeri 10 Kemboja Baru, Sunarti.
"Kemarin saya sudah coba koordinasi sama dapur yang ada di Pulau Maya, namun untuk pendistribusian (MBG) sangat jauh, bisa memakan waktu satu jaman lebih, dengan kondisi jalan juga tidak memadai." kata saat dikonfirmasi awak media, pada Sabtu (01/11/2025).
Untuk itu, Sunarti mengungkapkan, bahwa untuk pendistribusian makanan (MBG) lebih mudah ditempuh dengan dapur yang berada di wilayah Kecamatan Teluk Batang.
"Ya, bisa dibilang lebih mudah, kalau pendistribusian (MBG) dari dapur yang ada di Teluk Batang, waktu tempuh penyeberangan kurang lebih 10 menit mengunakan kapal penyeberangan kelotok," ungkapnya.
Untuk itu, dirinya mengatakan, bahwa jarak waktu tempuh dari pelabuhan Kemboja Baru ke SD Negeri 10 hanya kurang lebih 20 menit perjalanan menggunakan kendaraan sepeda motor.
Menanggapi isu pembangunan dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) di wilayah Kemboja Baru, Sunarti menilai hal tersebut dikuatirkan tidak efektif hanya untuk melayani 18 murid SD Negeri 10 Kemboja Baru.
"Ya saya selaku pihak sekolah tentunya sangat berterima kasih, adanya dapur (MBG) 3T, namun apakah efektif hanya untuk 18 murid, dan ini saya rasa perlu dikaji ulang, sebab bisa dibilang mubazir, kan sayang menghabiskan uang negara namun asas manfaatnya minim," pungkasnya.
Seperti diketahui, menurut pantauan di lapangan, bahwa bangunan SD Negeri 10 Kemboja Baru masih terlihat kokoh, proses pembelajaran terus dilakukan para pendidik. Namun ironisnya di Kemboja Baru tersebut yang dulunya lahan pertanian sekarang terpantau menjadi lahan kelapa sawit. (Sans)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini