Pontianak    

Ketika Anak Muda Kalbar Bicara Kesehatan Mental Lewat Film “Andai Ibu Bisa Terbang”

Oleh : Jauhari Fatria
Sabtu, 08 November 2025
Ketika Anak Muda Kalbar Bicara Kesehatan Mental Lewat Film “Andai Ibu Bisa Terbang”
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Film pendek “Andai Ibu Bisa Terbang” hadir sebagai lebih dari sekadar hiburan. Karya ini menjadi ruang ekspresi anak muda Kalimantan Barat untuk berbicara tentang kesehatan mental, tekanan hidup, hubungan keluarga, dan perjuangan seorang anak mengejar mimpi di tengah realitas yang sering tak berpihak.

Film ini tayang perdana di Aula Garuda, Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Sabtu (26/10), dalam rangkaian Sosialisasi Program Gerakan Pemuda Sehat Menuju Indonesia Emas (Gema Emas) 2045) yang digagas Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kalbar. Program ini mendorong generasi muda lebih peduli pada kesehatan fisik, mental, dan karakter—pondasi penting menuju Indonesia Emas.

Kepala Disporapar Kalbar, Windy Prihastari, yang juga menjadi penanggung jawab produksi film, menyampaikan rasa bangganya melihat bagaimana anak-anak muda Kalbar bisa menyampaikan pesan kuat lewat karya yang digarap dengan cara sederhana namun penuh energi.

“Film ini adalah bukti nyata bahwa anak muda Kalimantan Barat punya potensi besar di dunia kreatif, khususnya perfilman. Harapannya, film ini bisa menginspirasi pemuda lainnya untuk terus berkarya dan berkontribusi bagi daerah,” ujar Windy.

Menurutnya, kreativitas pemuda harus menjadi bagian dari pembangunan karakter.

“Kita ingin generasi muda Kalbar tidak hanya aktif di dunia digital, tapi mampu menyalurkan ide dan energinya lewat karya yang membawa pesan positif,” tambahnya.

Film berdurasi sekitar 20 menit ini digarap sepenuhnya oleh tim kreatif muda Kalbar, mulai dari penulis naskah, sutradara, hingga para pemerannya. Dengan keterbatasan anggaran dan peralatan, film ini tetap berhasil meninggalkan kesan emosional yang kuat bagi penonton.

Rika, salah satu penonton dari komunitas pemuda Pontianak, mengaku tersentuh.

“Filmnya sederhana, tapi pesannya dalam banget. Bikin kita sadar kalau kesehatan mental itu penting, dan perjuangan seorang ibu itu luar biasa,” ungkapnya.

Melalui Program Gema Emas 2045, Pemerintah Provinsi Kalbar terus menggerakkan anak muda untuk membangun pola hidup sehat dan produktif, bukan hanya lewat olahraga atau edukasi, tetapi juga melalui medium kreatif seperti film, musik, dan seni budaya lainnya.

Windy berharap gerakan ini terus berlanjut dan menjadi ruang berkembangnya talenta muda Kalbar.

“Kami ingin menjadikan Kalbar rumah kreatif bagi generasi muda. Kalau mereka sehat secara fisik, mental, dan sosial, maka mimpi Indonesia Emas bukan hal yang mustahil,” katanya.

Penayangan perdana “Andai Ibu Bisa Terbang” menjadi bukti bahwa semangat Sumpah Pemuda masih hidup dalam diri generasi muda Kalbar—mereka tidak hanya bersuara, tapi berkarya melalui medium yang menyentuh, menggugah, dan menginspirasi banyak orang. (Red)

Artikel Selanjutnya
RSUD Soedarso Hadirkan Akses Informasi Ruangan dan Layanan Lewat Satu Tautan Digital
Sabtu, 08 November 2025
Artikel Sebelumnya
Gubernur Ria Norsan Beri Penghargaan kepada Pemuda Kalbar Berprestasi
Sabtu, 08 November 2025

Berita terkait