Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : adminkalbaronline |
| Sabtu, 08 November 2025 |
KALBARONLINE.com – Ketua Kolegium Jantung dan Pembuluh Darah Indonesia, Renan Sukmawan, mengapresiasi dukungan Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, terhadap pengembangan layanan jantung terpadu dan pendidikan dokter spesialis di RSUD dr. Soedarso Pontianak.
Menurut Renan, dukungan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) di bidang kesehatan, khususnya untuk mencetak lebih banyak dokter spesialis dan subspesialis jantung di Kalimantan Barat.
“Pencetakan atau perluasan SDM dokter jantung maupun level sub spesialistik di luar negeri itu dilakukan di rumah sakit, bukan di lembaga pendidikan. Dan sekarang, kita mulai terapkan model yang sama di RSUD dr. Soedarso,” jelasnya.
Ia menjelaskan, RSUD dr. Soedarso telah memenuhi berbagai syarat untuk menjadi pusat pendidikan fellowship dokter jantung, mulai dari ketersediaan alat yang lengkap hingga keberadaan lima sub spesialisasi dokter jantung yang sudah aktif.
“Dengan dukungan Gubernur Kalbar, Direktur RSUD dr. Soedarso, dan tim, serta niat kuat para dokter jantung di sini, kita siap memulai program pendidikan fellowship untuk menghasilkan tenaga dokter jantung spesialis maupun subspesialis. Tujuannya agar dokter-dokter ini bisa fokus di rumah sakit dan ditempatkan sesuai kebutuhan di berbagai daerah,” paparnya.
Renan menambahkan, program fellowship ini akan memperkuat layanan jantung di Kalimantan Barat sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pelatihan di luar negeri. Selama ini, Kementerian Kesehatan mengirim sekitar 50 dokter spesialis jantung ke Cina, Jepang, dan Malaysia untuk pelatihan pemasangan ring jantung.
“Kini, pendidikan fellowship seperti di luar negeri itu bisa kita mulai di RSUD dr. Soedarso. Kasusnya cukup, sumber dayanya memadai, dan akan mendapat dukungan tambahan dari Kemenkes. Ini langkah besar—karena untuk pertama kalinya program seperti ini dilakukan di Kalimantan,” tegasnya.
Ia menilai, kehadiran layanan jantung terpadu di RSUD dr. Soedarso akan memberikan dampak nyata bagi masyarakat Kalbar. Dengan adanya dokter jantung terlatih di berbagai wilayah, pelayanan medis dapat dilakukan lebih cepat tanpa harus merujuk pasien ke luar provinsi.
“Kalau nanti di daerah seperti Putussibau ada tenaga dokter jantung yang bisa menangani kasus darurat, pasien serangan jantung tidak perlu dibawa jauh-jauh ke Pontianak. Ini menyelamatkan nyawa,” ujar Renan.
Program pendidikan fellowship di RSUD dr. Soedarso diharapkan menjadi tonggak baru bagi Kalimantan Barat dalam mewujudkan kemandirian layanan kesehatan jantung sekaligus memperkuat peran rumah sakit daerah sebagai pusat pengembangan pendidikan kedokteran berbasis praktik klinis. (Red)
KALBARONLINE.com – Ketua Kolegium Jantung dan Pembuluh Darah Indonesia, Renan Sukmawan, mengapresiasi dukungan Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, terhadap pengembangan layanan jantung terpadu dan pendidikan dokter spesialis di RSUD dr. Soedarso Pontianak.
Menurut Renan, dukungan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) di bidang kesehatan, khususnya untuk mencetak lebih banyak dokter spesialis dan subspesialis jantung di Kalimantan Barat.
“Pencetakan atau perluasan SDM dokter jantung maupun level sub spesialistik di luar negeri itu dilakukan di rumah sakit, bukan di lembaga pendidikan. Dan sekarang, kita mulai terapkan model yang sama di RSUD dr. Soedarso,” jelasnya.
Ia menjelaskan, RSUD dr. Soedarso telah memenuhi berbagai syarat untuk menjadi pusat pendidikan fellowship dokter jantung, mulai dari ketersediaan alat yang lengkap hingga keberadaan lima sub spesialisasi dokter jantung yang sudah aktif.
“Dengan dukungan Gubernur Kalbar, Direktur RSUD dr. Soedarso, dan tim, serta niat kuat para dokter jantung di sini, kita siap memulai program pendidikan fellowship untuk menghasilkan tenaga dokter jantung spesialis maupun subspesialis. Tujuannya agar dokter-dokter ini bisa fokus di rumah sakit dan ditempatkan sesuai kebutuhan di berbagai daerah,” paparnya.
Renan menambahkan, program fellowship ini akan memperkuat layanan jantung di Kalimantan Barat sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pelatihan di luar negeri. Selama ini, Kementerian Kesehatan mengirim sekitar 50 dokter spesialis jantung ke Cina, Jepang, dan Malaysia untuk pelatihan pemasangan ring jantung.
“Kini, pendidikan fellowship seperti di luar negeri itu bisa kita mulai di RSUD dr. Soedarso. Kasusnya cukup, sumber dayanya memadai, dan akan mendapat dukungan tambahan dari Kemenkes. Ini langkah besar—karena untuk pertama kalinya program seperti ini dilakukan di Kalimantan,” tegasnya.
Ia menilai, kehadiran layanan jantung terpadu di RSUD dr. Soedarso akan memberikan dampak nyata bagi masyarakat Kalbar. Dengan adanya dokter jantung terlatih di berbagai wilayah, pelayanan medis dapat dilakukan lebih cepat tanpa harus merujuk pasien ke luar provinsi.
“Kalau nanti di daerah seperti Putussibau ada tenaga dokter jantung yang bisa menangani kasus darurat, pasien serangan jantung tidak perlu dibawa jauh-jauh ke Pontianak. Ini menyelamatkan nyawa,” ujar Renan.
Program pendidikan fellowship di RSUD dr. Soedarso diharapkan menjadi tonggak baru bagi Kalimantan Barat dalam mewujudkan kemandirian layanan kesehatan jantung sekaligus memperkuat peran rumah sakit daerah sebagai pusat pengembangan pendidikan kedokteran berbasis praktik klinis. (Red)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini