Pontianak    

Malam Tahun Baru di Pontianak Kondusif, Polda Kalbar dan Pemkot Pilih Doa Bersama Tanpa Euforia Kembang Api

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Rabu, 31 Desember 2025
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar


KALBARONLINE.com – Malam pergantian tahun di Kalimantan Barat (Kalbar), khususnya di Kota Pontianak, berlangsung dalam suasana aman, tertib, dan kondusif. Alih-alih diramaikan pesta kembang api, Polda Kalbar bersama pemerintah daerah, TNI, Forkopimda, dan elemen masyarakat memilih menggelar doa bersama lintas agama sebagai bentuk empati terhadap sejumlah daerah yang tengah terdampak bencana alam.

Kapolda Kalbar Irjen Pol Pipit Rismanto menyebut, doa bersama lintas agama ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan malam tahun baru yang dikemas berbeda dari biasanya. Tahun ini, pergantian tahun tidak diwarnai euforia berlebihan, melainkan diisi dengan refleksi dan wujud kepedulian.

“Rangkaian kegiatan diawali dengan doa bersama lintas agama. Ini bukan hanya untuk Polri, tetapi untuk semua elemen masyarakat. Kita ingin menunjukkan empati kepada saudara-saudara kita di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang sedang tertimpa musibah,” ujarnya usai kegiatan doa lintas agama di Pos Pantau Jalan Gajah Mada Pontianak, Rabu (31/12/2025).

Pipit menjelaskan, doa bersama tersebut dilaksanakan serentak di 14 kabupaten/kota se-Kalbar. Kegiatan dilanjutkan dengan pemutaran video serta video conference bersama pimpinan Polri di Mabes Polri sebagai bagian dari koordinasi nasional pengamanan malam pergantian tahun.

Kapolda juga menegaskan kesiapsiagaan aparat keamanan dalam mengantisipasi berbagai potensi kerawanan. Pos-pos pengamanan disiagakan di titik-titik strategis demi memastikan situasi tetap aman terkendali.

“Kita semua harus siap menghadapi kemungkinan yang terjadi. Pos-pos pengamanan sudah tersebar, dan kami mengimbau masyarakat apabila terjadi sesuatu agar segera melapor kepada petugas,” tegasnya.

Selain itu, Pipit memastikan tidak ada pesta kembang api di malam tahun baru di wilayah Kalbar. Kebijakan ini diambil sebagai bentuk empati, sekaligus menjaga ketertiban dan keamanan. Ia mengapresiasi masyarakat Kalbar yang dinilai sangat kooperatif.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kalbar yang telah bekerja sama dengan baik, bersama Forkopimda, TNI, dan Polri, sehingga malam pergantian tahun dapat berjalan dengan aman, tertib, dan penuh makna,” tuturnya.

Sementara itu, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyampaikan bahwa situasi di Kota Pontianak terpantau kondusif. Cuaca cerah dan tidak diguyur hujan, namun arus lalu lintas meningkat di beberapa kawasan utama kota.

“Alhamdulillah, sampai saat ini Kota Pontianak kondusif. Cuaca cerah, tidak hujan, meskipun arus lalu lintas mulai padat, terutama di pusat kota seperti Jalan Gajah Mada, Jalan Ahmad Yani, serta di kawasan pusat hiburan, kafe, dan warung kopi,” ujarnya.

Edi berharap malam Tahun Baru 2026 berjalan aman tanpa insiden, khususnya kecelakaan lalu lintas. Ia juga mengingatkan para orang tua untuk mengawasi aktivitas anak-anak, terutama yang masih di bawah umur.

Bersama unsur Forkopimda dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Pemkot Pontianak juga melaksanakan doa lintas agama yang dipusatkan di kawasan Jalan Gajah Mada.

“Doa bersama lintas agama telah kita laksanakan bersama FKUB, pemerintah provinsi, dan Forkopimda. Sampai saat ini situasi aman dan tidak ada gangguan yang berarti. Mudah-mudahan kondisi ini terus terjaga dan masyarakat mematuhi edaran pemerintah,” katanya.

Menurut Edi, doa tersebut menjadi simbol refleksi dan harapan bagi masyarakat Kalbar, Pontianak, dan Indonesia secara umum di momentum pergantian tahun.

Menjelang 2026, Edi juga menyampaikan refleksi pelaksanaan program pembangunan sepanjang 2025. Ia mengakui masih ada beberapa program yang mengalami keterlambatan, namun secara umum dinilai berjalan baik.

“Sepanjang tahun 2025, pada dasarnya seluruh program berjalan. Meski ada beberapa keterlambatan, hal itu menjadi bahan evaluasi agar pelaksanaan di tahun 2026 bisa lebih baik,” jelasnya.

Terkait potensi bencana, Edi mengingatkan masyarakat waspada terhadap pasang air laut pada awal hingga pertengahan Januari 2026. Berdasarkan informasi BMKG, tinggi pasang diperkirakan mencapai dua meter.

“Kami mengimbau masyarakat, terutama yang tinggal di bantaran Sungai Kapuas, agar tetap waspada. Kita berharap kondisi pasang ini tidak bersamaan dengan siklon, hujan lebat, maupun angin kencang,” pungkasnya. (Red)

Artikel Selanjutnya
Sinergi TNI–Polri, Kodim Putussibau Siagakan Personel Jelang Malam Pergantian Tahun
Rabu, 31 Desember 2025
Artikel Sebelumnya
Wali Kota Edi Dukung Komunitas Bertumbuh di Pontianak, Apresiasi Aksi Kemanusiaan Bikers Brotherhood
Rabu, 31 Desember 2025

Berita terkait