Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Tuesday, 18 August 2026 |
KALBARONLINE.com – Keterbatasan penglihatan tak menghalangi Andi Syafira Aliyah (24), mahasiswi IAIN Pontianak, untuk terus mengembangkan kemampuan berbahasa Inggris. Perempuan yang akrab disapa Vivi itu bahkan memiliki impian untuk suatu hari bisa menginjakkan kaki di Inggris.
Ketertarikan Vivi terhadap bahasa Inggris telah tumbuh sejak kecil. Ia kemudian mengasah kemampuannya secara mandiri melalui berbagai cara, salah satunya menggunakan aplikasi Duolingo.
“Dari kecil itu sering conversation. Beranjak remaja belajar online lewat Duolingo. Setiap hari bisa sampai 10 ribu skor, terus dikursuskan mama,” kata Vivi saat ditemui, Selasa (18/8/2026).
Selain belajar melalui aplikasi, Vivi juga banyak berinteraksi dengan teman-teman secara online. Kebiasaan tersebut membuatnya semakin terbiasa menggunakan bahasa Inggris, khususnya dengan gaya dan pelafalan Amerika.
“Selama ini kalau belajar bahasa Inggris sementara untuk kesulitan tidak ada. Palingan kamus yang agak sulit, kita harus ajukan sendiri,” ujarnya.
Vivi mengungkapkan, dirinya sebenarnya tertarik mengikuti lomba debat bahasa Inggris. Namun, hingga kini ia belum menemukan kompetisi debat bahasa Inggris yang secara khusus dapat diikuti penyandang tunanetra.
“Sebenarnya saya ingin ikut lomba debat bahasa Inggris, tapi di sini belum ada untuk tunanetra,” katanya.
Kini, Vivi duduk di semester 7 Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam IAIN Pontianak. Di tengah kesibukannya menyelesaikan skripsi dan aktivitas di komunitas, ia tetap meluangkan waktu untuk belajar dan mengembangkan kemampuan bahasa Inggris.
Di balik aktivitasnya sebagai mahasiswa dan pegiat komunitas, Vivi menyimpan satu impian besar. Ia ingin melanjutkan perjalanan ke Inggris sekaligus mengejar cita-cita berkarier sebagai dosen komunikasi.
“Ada satu negara yang menjadi impian saya, England. Saya ingin ke England,” ucapnya.
Vivi berharap kemampuan bahasa Inggris yang terus diasah dapat menjadi bekal untuk mewujudkan impiannya tersebut sekaligus membuka lebih banyak kesempatan di masa depan. (Lid)
KALBARONLINE.com – Keterbatasan penglihatan tak menghalangi Andi Syafira Aliyah (24), mahasiswi IAIN Pontianak, untuk terus mengembangkan kemampuan berbahasa Inggris. Perempuan yang akrab disapa Vivi itu bahkan memiliki impian untuk suatu hari bisa menginjakkan kaki di Inggris.
Ketertarikan Vivi terhadap bahasa Inggris telah tumbuh sejak kecil. Ia kemudian mengasah kemampuannya secara mandiri melalui berbagai cara, salah satunya menggunakan aplikasi Duolingo.
“Dari kecil itu sering conversation. Beranjak remaja belajar online lewat Duolingo. Setiap hari bisa sampai 10 ribu skor, terus dikursuskan mama,” kata Vivi saat ditemui, Selasa (18/8/2026).
Selain belajar melalui aplikasi, Vivi juga banyak berinteraksi dengan teman-teman secara online. Kebiasaan tersebut membuatnya semakin terbiasa menggunakan bahasa Inggris, khususnya dengan gaya dan pelafalan Amerika.
“Selama ini kalau belajar bahasa Inggris sementara untuk kesulitan tidak ada. Palingan kamus yang agak sulit, kita harus ajukan sendiri,” ujarnya.
Vivi mengungkapkan, dirinya sebenarnya tertarik mengikuti lomba debat bahasa Inggris. Namun, hingga kini ia belum menemukan kompetisi debat bahasa Inggris yang secara khusus dapat diikuti penyandang tunanetra.
“Sebenarnya saya ingin ikut lomba debat bahasa Inggris, tapi di sini belum ada untuk tunanetra,” katanya.
Kini, Vivi duduk di semester 7 Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam IAIN Pontianak. Di tengah kesibukannya menyelesaikan skripsi dan aktivitas di komunitas, ia tetap meluangkan waktu untuk belajar dan mengembangkan kemampuan bahasa Inggris.
Di balik aktivitasnya sebagai mahasiswa dan pegiat komunitas, Vivi menyimpan satu impian besar. Ia ingin melanjutkan perjalanan ke Inggris sekaligus mengejar cita-cita berkarier sebagai dosen komunikasi.
“Ada satu negara yang menjadi impian saya, England. Saya ingin ke England,” ucapnya.
Vivi berharap kemampuan bahasa Inggris yang terus diasah dapat menjadi bekal untuk mewujudkan impiannya tersebut sekaligus membuka lebih banyak kesempatan di masa depan. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini