Pontianak    

Bermimpi ke Inggris, Kisah Vivi Mahasiswi Tunanetra Pontianak yang Fasih Berbahasa Inggris

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Tuesday, 18 August 2026
Bermimpi ke Inggris, Kisah Vivi Mahasiswi Tunanetra Pontianak yang Fasih Berbahasa Inggris
Vivi, mahasiswi tunanetra IAIN Pontianak, fasih berbahasa Inggris dan bermimpi melanjutkan pendidikan serta berkarier di Inggris (Foto: Lid/KALBARONLINE.com)
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Keterbatasan penglihatan tak menghalangi Andi Syafira Aliyah (24), mahasiswi IAIN Pontianak, untuk terus mengembangkan kemampuan berbahasa Inggris. Perempuan yang akrab disapa Vivi itu bahkan memiliki impian untuk suatu hari bisa menginjakkan kaki di Inggris.

Ketertarikan Vivi terhadap bahasa Inggris telah tumbuh sejak kecil. Ia kemudian mengasah kemampuannya secara mandiri melalui berbagai cara, salah satunya menggunakan aplikasi Duolingo.

“Dari kecil itu sering conversation. Beranjak remaja belajar online lewat Duolingo. Setiap hari bisa sampai 10 ribu skor, terus dikursuskan mama,” kata Vivi saat ditemui, Selasa (18/8/2026).

Selain belajar melalui aplikasi, Vivi juga banyak berinteraksi dengan teman-teman secara online. Kebiasaan tersebut membuatnya semakin terbiasa menggunakan bahasa Inggris, khususnya dengan gaya dan pelafalan Amerika.

“Selama ini kalau belajar bahasa Inggris sementara untuk kesulitan tidak ada. Palingan kamus yang agak sulit, kita harus ajukan sendiri,” ujarnya.

Vivi mengungkapkan, dirinya sebenarnya tertarik mengikuti lomba debat bahasa Inggris. Namun, hingga kini ia belum menemukan kompetisi debat bahasa Inggris yang secara khusus dapat diikuti penyandang tunanetra.

“Sebenarnya saya ingin ikut lomba debat bahasa Inggris, tapi di sini belum ada untuk tunanetra,” katanya.

Kini, Vivi duduk di semester 7 Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam IAIN Pontianak. Di tengah kesibukannya menyelesaikan skripsi dan aktivitas di komunitas, ia tetap meluangkan waktu untuk belajar dan mengembangkan kemampuan bahasa Inggris.

Di balik aktivitasnya sebagai mahasiswa dan pegiat komunitas, Vivi menyimpan satu impian besar. Ia ingin melanjutkan perjalanan ke Inggris sekaligus mengejar cita-cita berkarier sebagai dosen komunikasi.

“Ada satu negara yang menjadi impian saya, England. Saya ingin ke England,” ucapnya.

Vivi berharap kemampuan bahasa Inggris yang terus diasah dapat menjadi bekal untuk mewujudkan impiannya tersebut sekaligus membuka lebih banyak kesempatan di masa depan. (Lid)

Artikel Selanjutnya
Bupati Kapuas Hulu Ungkap Penyesuaian dalam Perubahan APBD 2026
Tuesday, 18 August 2026
Artikel Sebelumnya
Pemkot Pontianak Raih Tiga Penghargaan di Hari Kemerdekaan
Tuesday, 18 August 2026

Berita terkait