Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Rabu, 14 Januari 2026 |
KALBARONLINE.com – Satu per satu model melangkah ke panggung, membawa kisah yang dijahit rapi dalam balutan busana. Cerite Kote II, peragaan busana yang merangkum identitas Kota Pontianak, tampil memukau di hadapan rombongan Dharma Wanita Persatuan Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat saat berkunjung ke Dekranasda Kota Pontianak, Rabu (14/1/2026).
Melalui lenggak-lenggok yang anggun, Cerite Kote II menghadirkan ikon-ikon Pontianak, mulai dari bangunan bersejarah, denyut Sungai Kapuas, motif corak insang dan kalengkang, hingga warna-warna keberagaman etnis yang hidup di Kota Khatulistiwa. Setiap busana seolah berbicara, merangkai cerita tentang kota, budaya, dan kerja kolektif para perajin lokal.
Di bangku penonton, rombongan Dharma Wanita Kemenag Kalbar menyimak dengan penuh antusias. Senyum, decak kagum, hingga sorakan kecil terdengar, menyertai setiap tampilan busana yang merepresentasikan kekayaan kriya dan fesyen lokal Pontianak.
Cerite Kote II menjadi penanda bahwa ekonomi kreatif dapat berjalan seiring dengan pelestarian budaya. Bahwa sebuah kota bisa dikenang melalui busana, dan produk kriya lokal mampu tampil percaya diri di panggungnya sendiri. Sajian ini sekaligus mencerminkan peran Dekranasda Kota Pontianak dalam mengembangkan UMKM Center dan Galeri Dekranasda sebagai ruang pembinaan, kurasi, dan pemasaran produk UMKM.
“Ini cara kami bercerita tentang kota dengan bahasa fesyen,” ujar Ketua Dekranasda Kota Pontianak, Yanieta Arbiastutie.
Yanieta menjelaskan, harga produk yang dipasarkan di Dekranasda tidak dinaikkan dan tetap mengikuti harga yang ditetapkan pengrajin. Sejak diresmikan, UMKM Center juga aktif menjadi pusat pelatihan dan pendampingan yang melibatkan berbagai perangkat daerah serta organisasi perempuan. Ia pun membuka peluang kolaborasi dengan Dharma Wanita Persatuan Kemenag Kalbar.
“Perempuan punya peran strategis. Melalui kolaborasi, kita bisa membina lebih banyak perempuan hebat, meningkatkan kompetensi, memperluas pasar, dan menggerakkan ekonomi,” katanya.
Sementara itu, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kanwil Kemenag Kalbar, Salbia Muhajirin, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari Dekranasda Kota Pontianak. Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama RI, sekaligus menjadi ajang pembelajaran ekonomi bagi anggota Dharma Wanita.
Ia menuturkan, Dharma Wanita Persatuan memiliki program di bidang ekonomi keluarga. Karena itu, kunjungan ke UMKM Center dan Galeri Dekranasda menjadi kesempatan penting untuk melihat langsung potensi produk lokal Kalimantan Barat yang selama ini belum sepenuhnya dikenal oleh semua anggota.
“Kami datang bukan hanya untuk silaturahmi, tetapi juga belajar. Ternyata di Kota Pontianak ini banyak sekali produk lokal yang berkualitas dan layak dibanggakan. Selama ini kadang kita lebih tertarik pada produk luar, padahal produk daerah kita tidak kalah bagus,” ujarnya.
Salbia juga menceritakan pengalaman Kementerian Agama yang telah memiliki batik khas sebagai seragam ASN Kemenag, serta kerap mengangkat kekayaan lokal melalui peragaan busana dalam peringatan HAB di berbagai daerah.
Sebagai sosok yang berasal dari Gorontalo, ia mengaku terkesan dengan keragaman kriya dan fesyen Kalimantan Barat. Menurutnya, setiap daerah memiliki ciri khas kuat, mulai dari corak insang Pontianak, tenun Melawi dan Sintang, hingga berbagai produk unggulan dari Ketapang dan kabupaten lainnya.
“Kalimantan Barat ini luar biasa. Setiap kabupaten dan kota punya identitas sendiri. Saya pribadi senang menggunakan dan memperkenalkan produk Kalimantan Barat, bahkan ketika pulang ke daerah asal saya,” ungkapnya.
Ke depan, Dharma Wanita Persatuan Kemenag Kalbar membuka peluang kolaborasi dengan Dekranasda Kota Pontianak, khususnya dalam program pemberdayaan ekonomi. Ia berharap Dekranasda dapat menjadi narasumber dan mitra pelatihan bagi anggota Dharma Wanita di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
“Insya Allah, ke depan kami ingin mengundang Dekranasda Kota Pontianak untuk berbagi ilmu dan pengalaman, agar ibu-ibu Dharma Wanita semakin berdaya secara ekonomi dan semakin mencintai produk lokal,” pungkasnya. (Red)
KALBARONLINE.com – Satu per satu model melangkah ke panggung, membawa kisah yang dijahit rapi dalam balutan busana. Cerite Kote II, peragaan busana yang merangkum identitas Kota Pontianak, tampil memukau di hadapan rombongan Dharma Wanita Persatuan Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat saat berkunjung ke Dekranasda Kota Pontianak, Rabu (14/1/2026).
Melalui lenggak-lenggok yang anggun, Cerite Kote II menghadirkan ikon-ikon Pontianak, mulai dari bangunan bersejarah, denyut Sungai Kapuas, motif corak insang dan kalengkang, hingga warna-warna keberagaman etnis yang hidup di Kota Khatulistiwa. Setiap busana seolah berbicara, merangkai cerita tentang kota, budaya, dan kerja kolektif para perajin lokal.
Di bangku penonton, rombongan Dharma Wanita Kemenag Kalbar menyimak dengan penuh antusias. Senyum, decak kagum, hingga sorakan kecil terdengar, menyertai setiap tampilan busana yang merepresentasikan kekayaan kriya dan fesyen lokal Pontianak.
Cerite Kote II menjadi penanda bahwa ekonomi kreatif dapat berjalan seiring dengan pelestarian budaya. Bahwa sebuah kota bisa dikenang melalui busana, dan produk kriya lokal mampu tampil percaya diri di panggungnya sendiri. Sajian ini sekaligus mencerminkan peran Dekranasda Kota Pontianak dalam mengembangkan UMKM Center dan Galeri Dekranasda sebagai ruang pembinaan, kurasi, dan pemasaran produk UMKM.
“Ini cara kami bercerita tentang kota dengan bahasa fesyen,” ujar Ketua Dekranasda Kota Pontianak, Yanieta Arbiastutie.
Yanieta menjelaskan, harga produk yang dipasarkan di Dekranasda tidak dinaikkan dan tetap mengikuti harga yang ditetapkan pengrajin. Sejak diresmikan, UMKM Center juga aktif menjadi pusat pelatihan dan pendampingan yang melibatkan berbagai perangkat daerah serta organisasi perempuan. Ia pun membuka peluang kolaborasi dengan Dharma Wanita Persatuan Kemenag Kalbar.
“Perempuan punya peran strategis. Melalui kolaborasi, kita bisa membina lebih banyak perempuan hebat, meningkatkan kompetensi, memperluas pasar, dan menggerakkan ekonomi,” katanya.
Sementara itu, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kanwil Kemenag Kalbar, Salbia Muhajirin, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari Dekranasda Kota Pontianak. Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama RI, sekaligus menjadi ajang pembelajaran ekonomi bagi anggota Dharma Wanita.
Ia menuturkan, Dharma Wanita Persatuan memiliki program di bidang ekonomi keluarga. Karena itu, kunjungan ke UMKM Center dan Galeri Dekranasda menjadi kesempatan penting untuk melihat langsung potensi produk lokal Kalimantan Barat yang selama ini belum sepenuhnya dikenal oleh semua anggota.
“Kami datang bukan hanya untuk silaturahmi, tetapi juga belajar. Ternyata di Kota Pontianak ini banyak sekali produk lokal yang berkualitas dan layak dibanggakan. Selama ini kadang kita lebih tertarik pada produk luar, padahal produk daerah kita tidak kalah bagus,” ujarnya.
Salbia juga menceritakan pengalaman Kementerian Agama yang telah memiliki batik khas sebagai seragam ASN Kemenag, serta kerap mengangkat kekayaan lokal melalui peragaan busana dalam peringatan HAB di berbagai daerah.
Sebagai sosok yang berasal dari Gorontalo, ia mengaku terkesan dengan keragaman kriya dan fesyen Kalimantan Barat. Menurutnya, setiap daerah memiliki ciri khas kuat, mulai dari corak insang Pontianak, tenun Melawi dan Sintang, hingga berbagai produk unggulan dari Ketapang dan kabupaten lainnya.
“Kalimantan Barat ini luar biasa. Setiap kabupaten dan kota punya identitas sendiri. Saya pribadi senang menggunakan dan memperkenalkan produk Kalimantan Barat, bahkan ketika pulang ke daerah asal saya,” ungkapnya.
Ke depan, Dharma Wanita Persatuan Kemenag Kalbar membuka peluang kolaborasi dengan Dekranasda Kota Pontianak, khususnya dalam program pemberdayaan ekonomi. Ia berharap Dekranasda dapat menjadi narasumber dan mitra pelatihan bagi anggota Dharma Wanita di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
“Insya Allah, ke depan kami ingin mengundang Dekranasda Kota Pontianak untuk berbagi ilmu dan pengalaman, agar ibu-ibu Dharma Wanita semakin berdaya secara ekonomi dan semakin mencintai produk lokal,” pungkasnya. (Red)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini