Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Wednesday, 12 August 2026 |
KALBARONLINE.com - Kasim (65), penjaga kebun sawit di Dusun Rasau Karya, RT 25/RW 08, Desa Rasau Jaya Umum, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, ditemukan meninggal dunia dalam posisi tertelungkup di area kebun, Selasa (11/8/2026) sore.
Sebelum ditemukan tak bernyawa, Kasim diketahui masih beraktivitas seperti biasa. Ia berada di lokasi untuk memantau situasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sekaligus membantu memberikan dukungan logistik kepada petugas yang tengah melakukan pemadaman.
Kapolsek Rasau Jaya Iptu Sihar Lumbantoruan melalui Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya Aiptu Ade mengatakan keberadaan Kasim di lokasi merupakan bentuk partisipasi masyarakat dalam membantu penanganan karhutla.
Menjelang siang, Kasim sempat keluar dari kebun untuk membeli makanan. Saat itu kondisinya masih sehat.
Setelah makan, ia kembali ke kebun dan beristirahat. Beberapa waktu kemudian, seorang rekannya melihat Kasim kembali beraktivitas dengan membersihkan ranting pohon di sekitar kebun.
Tak lama berselang, Ahmad datang menghampiri Kasim yang sedang duduk di area kebun. Saat itu, Kasim mengeluhkan rasa mual dan ingin muntah.
Ahmad kemudian menawarkan minuman dan menyarankan Kasim pulang untuk beristirahat. Namun, Kasim menolak. Ahmad kemudian meninggalkan lokasi untuk meninjau kebun yang berada di sebelahnya.
Sekitar dua jam kemudian, Ahmad merasa curiga karena tidak melihat Kasim keluar dari lokasi.
Sekitar pukul 16.00 WIB, Ahmad kembali ke lokasi untuk memastikan kondisi Kasim. Namun, ia justru menemukan Kasim sudah dalam posisi tertelungkup dan tidak bergerak.
Ahmad langsung berteriak meminta pertolongan. Teriakan tersebut didengar tim gabungan penanganan karhutla yang berada tidak jauh dari lokasi.
Personel TNI-Polri, BNPB, Damkar, Manggala Agni dan Masyarakat Peduli Api (MPA) kemudian mendatangi lokasi.
Tim selanjutnya mengevakuasi Kasim ke RSUD Tuan Besar Syarif Idrus (TBSI) Kubu Raya untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, nyawa Kasim tidak tertolong.
“Berdasarkan pemeriksaan dokter jaga RSUD Tuan Besar Syarif Idrus, korban dinyatakan meninggal dunia. Dari hasil pemeriksaan medis tersebut, korban diduga meninggal akibat serangan jantung,” ujar Ade dalam keterangan resminya, Rabu (12/8/2026).
Polsek Rasau Jaya juga melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan dari sejumlah saksi untuk memastikan rangkaian peristiwa sebelum Kasim ditemukan meninggal dunia.
Sekitar pukul 17.20 WIB, jenazah Kasim kemudian dibawa ke rumah duka di Dusun Bina Karya, Desa Rasau Jaya Satu, Kecamatan Rasau Jaya.
Jenazah selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga. Anak dan keluarga Kasim menyatakan menerima kepergian korban dengan ikhlas.
Kasim berada di lokasi karhutla bukan sebagai petugas pemadam, melainkan sebagai warga yang ikut membantu memantau kondisi kebakaran dan mendukung petugas di lapangan. Namun, aktivitas tersebut menjadi kegiatan terakhir yang dijalaninya sebelum ditemukan meninggal dunia. (*)
KALBARONLINE.com - Kasim (65), penjaga kebun sawit di Dusun Rasau Karya, RT 25/RW 08, Desa Rasau Jaya Umum, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, ditemukan meninggal dunia dalam posisi tertelungkup di area kebun, Selasa (11/8/2026) sore.
Sebelum ditemukan tak bernyawa, Kasim diketahui masih beraktivitas seperti biasa. Ia berada di lokasi untuk memantau situasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sekaligus membantu memberikan dukungan logistik kepada petugas yang tengah melakukan pemadaman.
Kapolsek Rasau Jaya Iptu Sihar Lumbantoruan melalui Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya Aiptu Ade mengatakan keberadaan Kasim di lokasi merupakan bentuk partisipasi masyarakat dalam membantu penanganan karhutla.
Menjelang siang, Kasim sempat keluar dari kebun untuk membeli makanan. Saat itu kondisinya masih sehat.
Setelah makan, ia kembali ke kebun dan beristirahat. Beberapa waktu kemudian, seorang rekannya melihat Kasim kembali beraktivitas dengan membersihkan ranting pohon di sekitar kebun.
Tak lama berselang, Ahmad datang menghampiri Kasim yang sedang duduk di area kebun. Saat itu, Kasim mengeluhkan rasa mual dan ingin muntah.
Ahmad kemudian menawarkan minuman dan menyarankan Kasim pulang untuk beristirahat. Namun, Kasim menolak. Ahmad kemudian meninggalkan lokasi untuk meninjau kebun yang berada di sebelahnya.
Sekitar dua jam kemudian, Ahmad merasa curiga karena tidak melihat Kasim keluar dari lokasi.
Sekitar pukul 16.00 WIB, Ahmad kembali ke lokasi untuk memastikan kondisi Kasim. Namun, ia justru menemukan Kasim sudah dalam posisi tertelungkup dan tidak bergerak.
Ahmad langsung berteriak meminta pertolongan. Teriakan tersebut didengar tim gabungan penanganan karhutla yang berada tidak jauh dari lokasi.
Personel TNI-Polri, BNPB, Damkar, Manggala Agni dan Masyarakat Peduli Api (MPA) kemudian mendatangi lokasi.
Tim selanjutnya mengevakuasi Kasim ke RSUD Tuan Besar Syarif Idrus (TBSI) Kubu Raya untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, nyawa Kasim tidak tertolong.
“Berdasarkan pemeriksaan dokter jaga RSUD Tuan Besar Syarif Idrus, korban dinyatakan meninggal dunia. Dari hasil pemeriksaan medis tersebut, korban diduga meninggal akibat serangan jantung,” ujar Ade dalam keterangan resminya, Rabu (12/8/2026).
Polsek Rasau Jaya juga melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan dari sejumlah saksi untuk memastikan rangkaian peristiwa sebelum Kasim ditemukan meninggal dunia.
Sekitar pukul 17.20 WIB, jenazah Kasim kemudian dibawa ke rumah duka di Dusun Bina Karya, Desa Rasau Jaya Satu, Kecamatan Rasau Jaya.
Jenazah selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga. Anak dan keluarga Kasim menyatakan menerima kepergian korban dengan ikhlas.
Kasim berada di lokasi karhutla bukan sebagai petugas pemadam, melainkan sebagai warga yang ikut membantu memantau kondisi kebakaran dan mendukung petugas di lapangan. Namun, aktivitas tersebut menjadi kegiatan terakhir yang dijalaninya sebelum ditemukan meninggal dunia. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini