Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Rabu, 14 Januari 2026 |
KALBARONLINE.com – Tren penggunaan sepeda listrik di kalangan pelajar Kota Pontianak kian marak. Kondisi ini memicu kekhawatiran terkait keselamatan siswa, terutama saat harus melintasi jalan raya yang padat kendaraan.
Merespons situasi tersebut, salah satu sekolah dasar di Pontianak, yakni SDN 35 Kecamatan Pontianak Selatan, telah mengeluarkan surat edaran larangan penggunaan sepeda listrik bagi siswa ke sekolah. Kebijakan ini diambil demi menjaga keamanan, kenyamanan, dan keselamatan peserta didik di lingkungan sekolah.
Sejalan dengan langkah tersebut, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menegaskan larangan penggunaan sepeda listrik sebagai moda transportasi utama bagi siswa, khususnya anak-anak yang harus melintasi jalan raya.
Menurut Edi, sepeda listrik tidak dirancang untuk bersaing dengan kendaraan bermotor di jalur utama yang memiliki arus lalu lintas padat dan berisiko tinggi.
“Kalau berada di jalan raya itu harus orang dewasa yang dianggap matang. Untuk anak-anak tentu belum bisa mengontrol emosi dan risiko di jalan,” ujar Edi.
Ia juga mengimbau para orang tua agar lebih aktif mengawasi aktivitas anak, terutama saat berada di jalan raya. Edi menilai penggunaan kendaraan, baik bermotor maupun listrik, oleh anak-anak sangat rentan menimbulkan kecelakaan.
“Ini sangat berbahaya dan bisa berujung penyesalan bagi yang bersangkutan. Standar menggunakan kendaraan di jalan raya itu harus usia dewasa dan memiliki SIM,” tegasnya.
Edi menambahkan, Pemerintah Kota Pontianak telah mengeluarkan surat edaran kepada sekolah-sekolah untuk mengingatkan murid dan orang tua agar tidak membiarkan anak menggunakan kendaraan bermotor maupun sepeda listrik di jalan raya.
“Kita sudah membuat pengumuman atau surat edaran kepada sekolah-sekolah untuk mengingatkan murid atau orang tua untuk menjaga agar anak ini tidak menggunakan kendaraan bermotor,” pungkasnya.
Sebagaimana diketahui, secara regulasi, penggunaan kendaraan tertentu dengan penggerak motor listrik telah diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 45 Tahun 2020. Dalam aturan tersebut, sepeda listrik hanya diperbolehkan beroperasi di jalur khusus atau kawasan tertentu, seperti lingkungan permukiman, kawasan wisata, dan jalan yang ditetapkan sebagai area car free day. (Lid)
KALBARONLINE.com – Tren penggunaan sepeda listrik di kalangan pelajar Kota Pontianak kian marak. Kondisi ini memicu kekhawatiran terkait keselamatan siswa, terutama saat harus melintasi jalan raya yang padat kendaraan.
Merespons situasi tersebut, salah satu sekolah dasar di Pontianak, yakni SDN 35 Kecamatan Pontianak Selatan, telah mengeluarkan surat edaran larangan penggunaan sepeda listrik bagi siswa ke sekolah. Kebijakan ini diambil demi menjaga keamanan, kenyamanan, dan keselamatan peserta didik di lingkungan sekolah.
Sejalan dengan langkah tersebut, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menegaskan larangan penggunaan sepeda listrik sebagai moda transportasi utama bagi siswa, khususnya anak-anak yang harus melintasi jalan raya.
Menurut Edi, sepeda listrik tidak dirancang untuk bersaing dengan kendaraan bermotor di jalur utama yang memiliki arus lalu lintas padat dan berisiko tinggi.
“Kalau berada di jalan raya itu harus orang dewasa yang dianggap matang. Untuk anak-anak tentu belum bisa mengontrol emosi dan risiko di jalan,” ujar Edi.
Ia juga mengimbau para orang tua agar lebih aktif mengawasi aktivitas anak, terutama saat berada di jalan raya. Edi menilai penggunaan kendaraan, baik bermotor maupun listrik, oleh anak-anak sangat rentan menimbulkan kecelakaan.
“Ini sangat berbahaya dan bisa berujung penyesalan bagi yang bersangkutan. Standar menggunakan kendaraan di jalan raya itu harus usia dewasa dan memiliki SIM,” tegasnya.
Edi menambahkan, Pemerintah Kota Pontianak telah mengeluarkan surat edaran kepada sekolah-sekolah untuk mengingatkan murid dan orang tua agar tidak membiarkan anak menggunakan kendaraan bermotor maupun sepeda listrik di jalan raya.
“Kita sudah membuat pengumuman atau surat edaran kepada sekolah-sekolah untuk mengingatkan murid atau orang tua untuk menjaga agar anak ini tidak menggunakan kendaraan bermotor,” pungkasnya.
Sebagaimana diketahui, secara regulasi, penggunaan kendaraan tertentu dengan penggerak motor listrik telah diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 45 Tahun 2020. Dalam aturan tersebut, sepeda listrik hanya diperbolehkan beroperasi di jalur khusus atau kawasan tertentu, seperti lingkungan permukiman, kawasan wisata, dan jalan yang ditetapkan sebagai area car free day. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini