Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Sabtu, 07 Februari 2026 |
KALBARONLINE.com - Pasar modal Indonesia menutup tahun 2025 dengan kinerja yang solid dan mencatatkan berbagai capaian positif. Peningkatan signifikan terlihat dari bertambahnya minat dan partisipasi masyarakat dalam berinvestasi di pasar modal.
Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Kalimantan Barat, Ardhy Anto menyampaikan, bahwa hingga akhir 2025, total investor pasar modal Indonesia mencapai 20,3 juta investor, meningkat 36,67 persen dibandingkan tahun 2024. Jumlah tersebut mencakup investor saham, obligasi, dan reksa dana.
“Secara khusus, jumlah investor saham dan surat berharga lainnya juga meningkat lebih dari 2,2 juta investor, sehingga total investor saham kini mencapai 8,59 juta investor,” ujarnya.
Pertumbuhan ini didorong oleh masifnya program edukasi dan sosialisasi pasar modal yang dilakukan secara berkelanjutan dan inklusif. Sepanjang 2025, BEI melalui Kantor Perwakilan dan Galeri Investasi BEI telah menyelenggarakan 29.474 kegiatan literasi, inklusi, dan aktivasi, baik secara langsung maupun melalui webinar, dengan total peserta mencapai 2.820.702 orang.
Selain itu, terdapat 17.575 kegiatan edukasi pasar modal secara virtual melalui media sosial dengan jangkauan audiens sebanyak 24.092.031 orang dari berbagai wilayah di Indonesia.
Dari sisi pencatatan efek, BEI juga mencatatkan capaian positif dengan hadirnya 26 saham baru melalui Initial Public Offering (IPO) dengan total dana dihimpun mencapai Rp 18,1 triliun. Hingga akhir 2025, total perusahaan tercatat di BEI mencapai 956 perusahaan. Pencatatan efek lainnya meliputi 181 emisi obligasi dan sukuk, 3 Exchange-Traded Fund (ETF), 1 Efek Beragun Aset (EBA), serta 647 waran terstruktur.
Sepanjang 2025, pasar modal Indonesia juga bergerak dinamis seiring perkembangan kondisi global dan domestik. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 22,10 persen year-to-date di level 8.644,26. Rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) tercatat sebesar Rp18,06 triliun, dengan volume transaksi harian 30,27 miliar lembar saham dan frekuensi transaksi harian 1,78 juta kali. Bahkan, selama 2025 IHSG mencatatkan 24 kali rekor all-time high, dengan kapitalisasi pasar tertinggi mencapai Rp16 ribu triliun.
Menyambut tahun 2026, BEI menargetkan pertumbuhan 2 juta investor baru, RNTH sebesar Rp15 triliun per hari, serta pencatatan 555 efek baru yang mencakup saham, obligasi/sukuk, ETF, DIRE/DIRE Syariah, DINFRA, hingga EBA dan EBA Syariah. Dukungan seluruh pemangku kepentingan pasar modal dinilai menjadi kunci pencapaian target tersebut.
Sementara itu, di tingkat daerah, kinerja pasar modal di Provinsi Kalimantan Barat juga menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Sepanjang 2025, jumlah investor pasar modal di Kalbar meningkat menjadi 258.248 investor, atau bertambah 71.173 investor baru.
Selain itu, terdapat penambahan 6 Galeri Investasi BEI, sehingga totalnya menjadi 32 galeri investasi yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Kalbar. Galeri investasi tersebut menjadi sarana penting dalam penyebarluasan informasi keuangan dan investasi kepada masyarakat.
Untuk meningkatkan awareness masyarakat, Kanwil BEI Kalbar juga telah menyelenggarakan 924 kegiatan edukasi sepanjang 2025, dengan total peserta mencapai 171.396 orang. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat lintas lapisan terkait pengelolaan keuangan dan investasi.
Menghadapi tantangan tahun 2026, Kanwil BEI Kalbar telah menyiapkan sejumlah program unggulan, di antaranya memperkuat sinergi dengan stakeholder industri keuangan, kampanye penggunaan aplikasi IDX Mobile sebagai akses informasi gratis dan real time, memperbanyak edukasi daring, meningkatkan pemahaman produk investasi non-saham, serta pendampingan bagi perusahaan potensial daerah yang ingin memanfaatkan pasar modal sebagai sumber pendanaan.
Sejalan dengan upaya tersebut, pada Kamis (6/2/2026), BEI menggelar Workshop Go Public bekerja sama dengan Gabungan Perusahaan Alat-alat Kesehatan (GAKESLAB) Kalbar, Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GPFI) Kalbar, serta Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Pontianak.
Workshop bertema “Go Big With Go Public: Menjadi Perusahaan Besar Melalui Pasar Modal” ini menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Listyorini Dian Pratiwi selaku Vice Director Listed Company Development Division BEI, Mari Fransiska selaku Head of Investment Banking PT KGI Sekuritas, serta Hansen Teguh selaku Head of Investor Relation PT Jayamas Medica Industri Tbk.
Dalam kegiatan tersebut, para narasumber memaparkan seluk-beluk IPO, mulai dari manfaat, proses, hingga berbagai persiapan yang perlu dilakukan, sekaligus berbagi kisah sukses perusahaan yang telah berhasil melantai di Bursa Efek Indonesia. (Lid)
KALBARONLINE.com - Pasar modal Indonesia menutup tahun 2025 dengan kinerja yang solid dan mencatatkan berbagai capaian positif. Peningkatan signifikan terlihat dari bertambahnya minat dan partisipasi masyarakat dalam berinvestasi di pasar modal.
Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Kalimantan Barat, Ardhy Anto menyampaikan, bahwa hingga akhir 2025, total investor pasar modal Indonesia mencapai 20,3 juta investor, meningkat 36,67 persen dibandingkan tahun 2024. Jumlah tersebut mencakup investor saham, obligasi, dan reksa dana.
“Secara khusus, jumlah investor saham dan surat berharga lainnya juga meningkat lebih dari 2,2 juta investor, sehingga total investor saham kini mencapai 8,59 juta investor,” ujarnya.
Pertumbuhan ini didorong oleh masifnya program edukasi dan sosialisasi pasar modal yang dilakukan secara berkelanjutan dan inklusif. Sepanjang 2025, BEI melalui Kantor Perwakilan dan Galeri Investasi BEI telah menyelenggarakan 29.474 kegiatan literasi, inklusi, dan aktivasi, baik secara langsung maupun melalui webinar, dengan total peserta mencapai 2.820.702 orang.
Selain itu, terdapat 17.575 kegiatan edukasi pasar modal secara virtual melalui media sosial dengan jangkauan audiens sebanyak 24.092.031 orang dari berbagai wilayah di Indonesia.
Dari sisi pencatatan efek, BEI juga mencatatkan capaian positif dengan hadirnya 26 saham baru melalui Initial Public Offering (IPO) dengan total dana dihimpun mencapai Rp 18,1 triliun. Hingga akhir 2025, total perusahaan tercatat di BEI mencapai 956 perusahaan. Pencatatan efek lainnya meliputi 181 emisi obligasi dan sukuk, 3 Exchange-Traded Fund (ETF), 1 Efek Beragun Aset (EBA), serta 647 waran terstruktur.
Sepanjang 2025, pasar modal Indonesia juga bergerak dinamis seiring perkembangan kondisi global dan domestik. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 22,10 persen year-to-date di level 8.644,26. Rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) tercatat sebesar Rp18,06 triliun, dengan volume transaksi harian 30,27 miliar lembar saham dan frekuensi transaksi harian 1,78 juta kali. Bahkan, selama 2025 IHSG mencatatkan 24 kali rekor all-time high, dengan kapitalisasi pasar tertinggi mencapai Rp16 ribu triliun.
Menyambut tahun 2026, BEI menargetkan pertumbuhan 2 juta investor baru, RNTH sebesar Rp15 triliun per hari, serta pencatatan 555 efek baru yang mencakup saham, obligasi/sukuk, ETF, DIRE/DIRE Syariah, DINFRA, hingga EBA dan EBA Syariah. Dukungan seluruh pemangku kepentingan pasar modal dinilai menjadi kunci pencapaian target tersebut.
Sementara itu, di tingkat daerah, kinerja pasar modal di Provinsi Kalimantan Barat juga menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Sepanjang 2025, jumlah investor pasar modal di Kalbar meningkat menjadi 258.248 investor, atau bertambah 71.173 investor baru.
Selain itu, terdapat penambahan 6 Galeri Investasi BEI, sehingga totalnya menjadi 32 galeri investasi yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Kalbar. Galeri investasi tersebut menjadi sarana penting dalam penyebarluasan informasi keuangan dan investasi kepada masyarakat.
Untuk meningkatkan awareness masyarakat, Kanwil BEI Kalbar juga telah menyelenggarakan 924 kegiatan edukasi sepanjang 2025, dengan total peserta mencapai 171.396 orang. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat lintas lapisan terkait pengelolaan keuangan dan investasi.
Menghadapi tantangan tahun 2026, Kanwil BEI Kalbar telah menyiapkan sejumlah program unggulan, di antaranya memperkuat sinergi dengan stakeholder industri keuangan, kampanye penggunaan aplikasi IDX Mobile sebagai akses informasi gratis dan real time, memperbanyak edukasi daring, meningkatkan pemahaman produk investasi non-saham, serta pendampingan bagi perusahaan potensial daerah yang ingin memanfaatkan pasar modal sebagai sumber pendanaan.
Sejalan dengan upaya tersebut, pada Kamis (6/2/2026), BEI menggelar Workshop Go Public bekerja sama dengan Gabungan Perusahaan Alat-alat Kesehatan (GAKESLAB) Kalbar, Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GPFI) Kalbar, serta Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Pontianak.
Workshop bertema “Go Big With Go Public: Menjadi Perusahaan Besar Melalui Pasar Modal” ini menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Listyorini Dian Pratiwi selaku Vice Director Listed Company Development Division BEI, Mari Fransiska selaku Head of Investment Banking PT KGI Sekuritas, serta Hansen Teguh selaku Head of Investor Relation PT Jayamas Medica Industri Tbk.
Dalam kegiatan tersebut, para narasumber memaparkan seluk-beluk IPO, mulai dari manfaat, proses, hingga berbagai persiapan yang perlu dilakukan, sekaligus berbagi kisah sukses perusahaan yang telah berhasil melantai di Bursa Efek Indonesia. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini