Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Jumat, 13 Februari 2026 |
KALBARONLINE.com - RSUD dr. Soedarso mencatat sejarah baru dalam dunia medis di Pulau Kalimantan. Rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat itu resmi memulai pendidikan fellowship kardiologi intervensi pertama di Kalimantan, yang dilaunching pada Jumat 13 Februari 2026.
Direktur RSUD dr. Soedarso, Hary Agung Tjahyadi menyampaikan, bahwa penetapan sebagai rumah sakit penyelenggara pendidikan fellowship intervensi jantung merupakan amanah yang diberikan setelah melalui proses panjang.
“Alhamdulillah beberapa waktu lalu kita sudah ditetapkan sebagai salah satu rumah sakit penyelenggara pendidikan fellowship. Proses penerimaan sudah selesai dan Februari ini akan memulai kegiatan belajar mengajar yang diawali dengan kuliah perdana,” ujarnya.
Ia menjelaskan, fellowship intervensi jantung merupakan pendidikan lanjutan bagi dokter spesialis jantung yang akan melanjutkan ke jenjang subspesialis atau konsultan intervensi kardiovaskular. Program ini sejalan dengan kebijakan Kementerian Kesehatan dalam prioritas nasional KJSU-KIA, khususnya untuk penyakit jantung, guna meningkatkan mutu pelayanan dan pemerataan layanan kesehatan.
Menurutnya, pemerataan layanan jantung tidak boleh hanya terpusat di rumah sakit rujukan provinsi, tetapi juga harus menjangkau rumah sakit kabupaten/kota.
“Dalam transformasi kesehatan, Kemenkes melakukan pemerataan sarana dan prasarana seperti cathlab di beberapa rumah sakit daerah di Kalbar. Maka diperlukan SDM dokter spesialis jantung yang telah menyelesaikan pendidikan fellowship intervensi. Karena itu, Kemenkes memberikan amanah kepada RSUD dr Soedarso untuk menyelenggarakan pendidikan ini,” jelasnya.
Ia berharap melalui program ini terjadi pemerataan sumber daya manusia, sehingga kabupaten/kota memiliki dokter spesialis jantung konsultan intervensi.
“Hari ini ada satu peserta fellowship. Berikutnya ada beberapa dari kabupaten di wilayah kita yang akan dididik di RSUD dr Soedarso,” tambahnya.
Hary menegaskan, bahwa kasus jantung dan stroke memerlukan penanganan cepat sehingga layanan intervensi jantung harus tersedia lebih luas.
“Kalau alatnya sudah ada dan dibantu oleh Kemenkes, maka SDM juga harus disiapkan. Dokter spesialis jantung tidak cukup, harus ditingkatkan menjadi subspesialis atau konsultan intervensi. Untuk percepatan layanan kesehatan di seluruh Indonesia, RSUD dr. Soedarso diperankan untuk mendidik dan melatih dokter spesialis jantung menjadi intervensi kardiovaskular,” katanya.
Dengan penunjukan ini, RSUD dr Soedarso menjadi rumah sakit pertama di Pulau Kalimantan yang menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan fellowship intervensi kardiovaskular.
Sekretaris Jenderal Persatuan Dokter Intervensi Kardiologi Indonesia (PIKI), Nahar Taufiq mengatakan, fellowship merupakan pendidikan dan pelatihan bagi dokter spesialis untuk meningkatkan kompetensi.
“Fellowship adalah pendidikan dan pelatihan bagi dokter spesialis agar memiliki kompetensi tambahan. Dengan dimulainya training di RSUD dr Soedarso, peserta tidak perlu belajar jauh-jauh karena bisa dilakukan di sini, dimulai dengan kuliah perdana,” ujarnya.
Kepala Instansi Jantung Terpadu RSUD dr. Soedarso, Infan Ketaren menyampaikan, bahwa program ini tidak hanya diperuntukkan bagi dokter di Kalimantan Barat, tetapi juga terbuka bagi rumah sakit daerah di Pulau Kalimantan bahkan luar Kalimantan.
“Dengan adanya pendidikan fellowship di RSUD dr Soedarso, diharapkan dokter-dokter jantung di Kalbar maupun Pulau Kalimantan dapat dididik menjadi konsultan intervensi. Kami berharap RSUD dr Soedarso naik kelas, bukan hanya sebagai pelayanan kesehatan tetapi juga mendidik dokter untuk naik level menjadi konsultan,” ujarnya.
Karena masih tahap awal, program dimulai dengan satu peserta. Ke depan, pengembangan akan dilakukan dengan tetap memperhatikan mutu pendidikan.
Infan memaparkan perkembangan fasilitas cathlab di Kalimantan Barat. Saat ini cathlab yang sudah terpasang dan berjalan serta disetujui BPJS berada di Ketapang dan Sanggau. Sementara itu, di Singkawang dan Kota Pontianak alat sudah tiba dan tenaga sudah tersedia, namun izin operasional masih dalam proses sehingga belum berjalan.
“Tahun ini juga akan datang alat di empat rumah sakit, yakni Sintang, Sambas, Mempawah, dan Kubu Raya. Beberapa dokter dari empat rumah sakit tersebut sedang dalam proses pendidikan. Mudah-mudahan jika dimungkinkan bisa dididik di sini,” pungkasnya.
Dengan dimulainya pendidikan fellowship kardiologi intervensi ini, RSUD dr Soedarso diharapkan menjadi pusat penguatan SDM jantung intervensi di Kalimantan sekaligus mempercepat pemerataan layanan jantung dan stroke di daerah. (Lid)
KALBARONLINE.com - RSUD dr. Soedarso mencatat sejarah baru dalam dunia medis di Pulau Kalimantan. Rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat itu resmi memulai pendidikan fellowship kardiologi intervensi pertama di Kalimantan, yang dilaunching pada Jumat 13 Februari 2026.
Direktur RSUD dr. Soedarso, Hary Agung Tjahyadi menyampaikan, bahwa penetapan sebagai rumah sakit penyelenggara pendidikan fellowship intervensi jantung merupakan amanah yang diberikan setelah melalui proses panjang.
“Alhamdulillah beberapa waktu lalu kita sudah ditetapkan sebagai salah satu rumah sakit penyelenggara pendidikan fellowship. Proses penerimaan sudah selesai dan Februari ini akan memulai kegiatan belajar mengajar yang diawali dengan kuliah perdana,” ujarnya.
Ia menjelaskan, fellowship intervensi jantung merupakan pendidikan lanjutan bagi dokter spesialis jantung yang akan melanjutkan ke jenjang subspesialis atau konsultan intervensi kardiovaskular. Program ini sejalan dengan kebijakan Kementerian Kesehatan dalam prioritas nasional KJSU-KIA, khususnya untuk penyakit jantung, guna meningkatkan mutu pelayanan dan pemerataan layanan kesehatan.
Menurutnya, pemerataan layanan jantung tidak boleh hanya terpusat di rumah sakit rujukan provinsi, tetapi juga harus menjangkau rumah sakit kabupaten/kota.
“Dalam transformasi kesehatan, Kemenkes melakukan pemerataan sarana dan prasarana seperti cathlab di beberapa rumah sakit daerah di Kalbar. Maka diperlukan SDM dokter spesialis jantung yang telah menyelesaikan pendidikan fellowship intervensi. Karena itu, Kemenkes memberikan amanah kepada RSUD dr Soedarso untuk menyelenggarakan pendidikan ini,” jelasnya.
Ia berharap melalui program ini terjadi pemerataan sumber daya manusia, sehingga kabupaten/kota memiliki dokter spesialis jantung konsultan intervensi.
“Hari ini ada satu peserta fellowship. Berikutnya ada beberapa dari kabupaten di wilayah kita yang akan dididik di RSUD dr Soedarso,” tambahnya.
Hary menegaskan, bahwa kasus jantung dan stroke memerlukan penanganan cepat sehingga layanan intervensi jantung harus tersedia lebih luas.
“Kalau alatnya sudah ada dan dibantu oleh Kemenkes, maka SDM juga harus disiapkan. Dokter spesialis jantung tidak cukup, harus ditingkatkan menjadi subspesialis atau konsultan intervensi. Untuk percepatan layanan kesehatan di seluruh Indonesia, RSUD dr. Soedarso diperankan untuk mendidik dan melatih dokter spesialis jantung menjadi intervensi kardiovaskular,” katanya.
Dengan penunjukan ini, RSUD dr Soedarso menjadi rumah sakit pertama di Pulau Kalimantan yang menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan fellowship intervensi kardiovaskular.
Sekretaris Jenderal Persatuan Dokter Intervensi Kardiologi Indonesia (PIKI), Nahar Taufiq mengatakan, fellowship merupakan pendidikan dan pelatihan bagi dokter spesialis untuk meningkatkan kompetensi.
“Fellowship adalah pendidikan dan pelatihan bagi dokter spesialis agar memiliki kompetensi tambahan. Dengan dimulainya training di RSUD dr Soedarso, peserta tidak perlu belajar jauh-jauh karena bisa dilakukan di sini, dimulai dengan kuliah perdana,” ujarnya.
Kepala Instansi Jantung Terpadu RSUD dr. Soedarso, Infan Ketaren menyampaikan, bahwa program ini tidak hanya diperuntukkan bagi dokter di Kalimantan Barat, tetapi juga terbuka bagi rumah sakit daerah di Pulau Kalimantan bahkan luar Kalimantan.
“Dengan adanya pendidikan fellowship di RSUD dr Soedarso, diharapkan dokter-dokter jantung di Kalbar maupun Pulau Kalimantan dapat dididik menjadi konsultan intervensi. Kami berharap RSUD dr Soedarso naik kelas, bukan hanya sebagai pelayanan kesehatan tetapi juga mendidik dokter untuk naik level menjadi konsultan,” ujarnya.
Karena masih tahap awal, program dimulai dengan satu peserta. Ke depan, pengembangan akan dilakukan dengan tetap memperhatikan mutu pendidikan.
Infan memaparkan perkembangan fasilitas cathlab di Kalimantan Barat. Saat ini cathlab yang sudah terpasang dan berjalan serta disetujui BPJS berada di Ketapang dan Sanggau. Sementara itu, di Singkawang dan Kota Pontianak alat sudah tiba dan tenaga sudah tersedia, namun izin operasional masih dalam proses sehingga belum berjalan.
“Tahun ini juga akan datang alat di empat rumah sakit, yakni Sintang, Sambas, Mempawah, dan Kubu Raya. Beberapa dokter dari empat rumah sakit tersebut sedang dalam proses pendidikan. Mudah-mudahan jika dimungkinkan bisa dididik di sini,” pungkasnya.
Dengan dimulainya pendidikan fellowship kardiologi intervensi ini, RSUD dr Soedarso diharapkan menjadi pusat penguatan SDM jantung intervensi di Kalimantan sekaligus mempercepat pemerataan layanan jantung dan stroke di daerah. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini