Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Jumat, 20 Februari 2026 |
KALBARONLINE.com – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menyebut, keberadaan masjid di Kota Pontianak memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat.
Menurut Edi, keberadaan masjid memiliki fungsi yang luas bagi kehidupan masyarakat. Selain sebagai tempat ibadah, masjid juga menjadi pusat aktivitas umat, ruang kebersamaan serta berkontribusi dalam mendorong pembangunan kota dari sisi ekonomi, sosial dan budaya.
“Masjid dapat menjadi pusat kegiatan umat dan tempat yang nyaman untuk memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun Kota Pontianak,” katanya di hadapan para jemaah salat Tarawih di Masjid Al Akbar Gang Karya Baru, Kelurahan Parit Tokaya, Kecamatan Pontianak Selatan, dalam rangkaian Safari Ramadan, Kamis (19/02/2026) malam.
Secara keseluruhan, lanjut Edi, terdapat ratusan masjid di Kota Pontianak. Sebagian besar dalam kondisi baik, sementara sebagian lainnya masih memerlukan perawatan, perbaikan serta peningkatan fasilitas agar dapat terus memberikan pelayanan yang optimal bagi masyarakat.
“Pemerintah Kota Pontianak terus mendorong upaya pemeliharaan dan peningkatan sarana prasarana masjid agar tetap nyaman dan representatif sebagai pusat ibadah sekaligus kegiatan keagamaan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Kota Pontianak akan terus melakukan pembangunan kota secara bertahap sesuai kemampuan dan keterbatasan yang ada. Pembangunan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi wilayah, baik di kawasan permukiman, perkantoran, maupun perdagangan, agar berjalan merata dan berkelanjutan.
“Dalam pelaksanaannya, tentu kolaborasi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat sangat diperlukan, terutama untuk program-program yang membutuhkan anggaran besar,” tutup Edi. (Jau)
KALBARONLINE.com – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menyebut, keberadaan masjid di Kota Pontianak memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat.
Menurut Edi, keberadaan masjid memiliki fungsi yang luas bagi kehidupan masyarakat. Selain sebagai tempat ibadah, masjid juga menjadi pusat aktivitas umat, ruang kebersamaan serta berkontribusi dalam mendorong pembangunan kota dari sisi ekonomi, sosial dan budaya.
“Masjid dapat menjadi pusat kegiatan umat dan tempat yang nyaman untuk memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun Kota Pontianak,” katanya di hadapan para jemaah salat Tarawih di Masjid Al Akbar Gang Karya Baru, Kelurahan Parit Tokaya, Kecamatan Pontianak Selatan, dalam rangkaian Safari Ramadan, Kamis (19/02/2026) malam.
Secara keseluruhan, lanjut Edi, terdapat ratusan masjid di Kota Pontianak. Sebagian besar dalam kondisi baik, sementara sebagian lainnya masih memerlukan perawatan, perbaikan serta peningkatan fasilitas agar dapat terus memberikan pelayanan yang optimal bagi masyarakat.
“Pemerintah Kota Pontianak terus mendorong upaya pemeliharaan dan peningkatan sarana prasarana masjid agar tetap nyaman dan representatif sebagai pusat ibadah sekaligus kegiatan keagamaan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Kota Pontianak akan terus melakukan pembangunan kota secara bertahap sesuai kemampuan dan keterbatasan yang ada. Pembangunan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi wilayah, baik di kawasan permukiman, perkantoran, maupun perdagangan, agar berjalan merata dan berkelanjutan.
“Dalam pelaksanaannya, tentu kolaborasi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat sangat diperlukan, terutama untuk program-program yang membutuhkan anggaran besar,” tutup Edi. (Jau)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini