Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Kamis, 26 Februari 2026 |
KALBARONLINE.com – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono melaksanakan Safari Ramadan di Masjid Assalam Pal V, Kecamatan Pontianak Barat, Kamis (26/2/2026).
Selain beribadah, kegiatan ini diisi dengan diskusi dua arah dan silaturahmi dengan jemaah masjid. Banyak hal yang dibicarakan dalam sesi diskusi, mulai dari soal infrastruktur jalan, penerangan, hingga mimpi menjadikan Sungai Jawi sebagai pusat kegiatan.
Pemerintah Kota Pontianak memang sengaja menggelar rangkaian Safari Ramadan sebagai bagian dari upaya mempererat silaturahmi sekaligus menyerap aspirasi masyarakat.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang dialog antara pemerintah dan warga.
“Safari Ramadan bertujuan untuk bersilaturahmi dengan jemaah masjid dan kita lebih banyak mendengar apa yang menjadi keluhan masyarakat di sekitar masjid. Selain itu, kita juga menyampaikan program-program pemerintah yang sudah, sedang maupun akan kita lanjutkan,” ujarnya.
Menurut Edi, masjid memiliki peran strategis dalam kehidupan masyarakat Pontianak. Dari total 347 masjid yang tersebar di seluruh wilayah kota, fungsi masjid tidak hanya sebagai rumah ibadah, tetapi juga sebagai pusat pertumbuhan sosial dan ekonomi.
“Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat pertumbuhan perekonomian dan sosial, serta memberikan aura positif bagi lingkungan sekitarnya,” katanya.
Melalui Safari Ramadan, Pemkot ingin memastikan bahwa kebijakan dan program pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat di tingkat lingkungan. Dialog langsung dengan jemaah dinilai lebih efektif untuk mengetahui persoalan riil yang dihadapi warga.
Dalam kesempatan itu, Edi juga mengajak masyarakat memaknai Ramadan secara bijak, termasuk dalam pengelolaan ekonomi rumah tangga. Ia mengingatkan agar bulan suci tidak dijadikan momentum untuk berbelanja secara berlebihan.
“Kita harapkan masyarakat bisa memaknai hikmah Ramadan ini dengan tidak berlebihan. Bagaimana masyarakat bisa mengatur perekonomiannya dalam kehidupan sehari-hari agar menjadi lebih baik,” pesannya.
Terkait kondisi ekonomi menjelang Ramadan, Edi memastikan bahwa inflasi di Kota Pontianak tetap terkendali. Berdasarkan rilis BPS pada Februari, Pontianak termasuk dalam lima besar kota dengan tingkat inflasi terendah secara nasional.
“Alhamdulillah harga-harga sudah kita kendalikan. Kota Pontianak termasuk lima besar yang terendah se-Indonesia,” ungkapnya.
Dengan pendekatan langsung ke masjid-masjid, Pemkot berharap Safari Ramadan tidak hanya memperkuat nilai spiritual, tetapi juga menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga stabilitas sosial dan ekonomi kota. (Jau)
KALBARONLINE.com – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono melaksanakan Safari Ramadan di Masjid Assalam Pal V, Kecamatan Pontianak Barat, Kamis (26/2/2026).
Selain beribadah, kegiatan ini diisi dengan diskusi dua arah dan silaturahmi dengan jemaah masjid. Banyak hal yang dibicarakan dalam sesi diskusi, mulai dari soal infrastruktur jalan, penerangan, hingga mimpi menjadikan Sungai Jawi sebagai pusat kegiatan.
Pemerintah Kota Pontianak memang sengaja menggelar rangkaian Safari Ramadan sebagai bagian dari upaya mempererat silaturahmi sekaligus menyerap aspirasi masyarakat.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang dialog antara pemerintah dan warga.
“Safari Ramadan bertujuan untuk bersilaturahmi dengan jemaah masjid dan kita lebih banyak mendengar apa yang menjadi keluhan masyarakat di sekitar masjid. Selain itu, kita juga menyampaikan program-program pemerintah yang sudah, sedang maupun akan kita lanjutkan,” ujarnya.
Menurut Edi, masjid memiliki peran strategis dalam kehidupan masyarakat Pontianak. Dari total 347 masjid yang tersebar di seluruh wilayah kota, fungsi masjid tidak hanya sebagai rumah ibadah, tetapi juga sebagai pusat pertumbuhan sosial dan ekonomi.
“Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat pertumbuhan perekonomian dan sosial, serta memberikan aura positif bagi lingkungan sekitarnya,” katanya.
Melalui Safari Ramadan, Pemkot ingin memastikan bahwa kebijakan dan program pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat di tingkat lingkungan. Dialog langsung dengan jemaah dinilai lebih efektif untuk mengetahui persoalan riil yang dihadapi warga.
Dalam kesempatan itu, Edi juga mengajak masyarakat memaknai Ramadan secara bijak, termasuk dalam pengelolaan ekonomi rumah tangga. Ia mengingatkan agar bulan suci tidak dijadikan momentum untuk berbelanja secara berlebihan.
“Kita harapkan masyarakat bisa memaknai hikmah Ramadan ini dengan tidak berlebihan. Bagaimana masyarakat bisa mengatur perekonomiannya dalam kehidupan sehari-hari agar menjadi lebih baik,” pesannya.
Terkait kondisi ekonomi menjelang Ramadan, Edi memastikan bahwa inflasi di Kota Pontianak tetap terkendali. Berdasarkan rilis BPS pada Februari, Pontianak termasuk dalam lima besar kota dengan tingkat inflasi terendah secara nasional.
“Alhamdulillah harga-harga sudah kita kendalikan. Kota Pontianak termasuk lima besar yang terendah se-Indonesia,” ungkapnya.
Dengan pendekatan langsung ke masjid-masjid, Pemkot berharap Safari Ramadan tidak hanya memperkuat nilai spiritual, tetapi juga menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga stabilitas sosial dan ekonomi kota. (Jau)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini