Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Kamis, 05 Maret 2026 |
KALBARONLINE.com - Suasana malam menjelang salat Tarawih di kawasan M Yamin, Pontianak, mendadak berubah tegang, pada Rabu (04/03/2026) malam. Seorang warga yang akrab disapa Pak Amat terjebak di atas pohon kelapa dan tidak berani turun.
Menurut keterangan warga sekitar, Pak Amat awalnya naik ke pohon untuk suatu keperluan. Namun saat berada di ketinggian, ia panik dan tak mampu turun kembali. Tubuhnya gemetar sambil memeluk batang pohon dan berteriak meminta tolong.
Warga yang khawatir segera menghubungi petugas pemadam kebakaran. Tak lama berselang, tim dari Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Borneo tiba di lokasi dengan satu unit light rescue.
Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan asesmen cepat. Dengan perlengkapan lengkap seperti tali pengaman, helm, body harness, serta peralatan evakuasi vertikal, tim menyusun langkah penyelamatan yang aman.
Situasi sempat menegangkan karena korban dalam kondisi panik, sehingga berisiko membahayakan diri sendiri. Salah satu personel kemudian memanjat menggunakan teknik vertical rescue, perlahan mendekati korban sambil memberikan arahan agar tetap tenang.
Setelah berhasil dipasangkan tali pengaman, Pak Amat dievakuasi secara perlahan hingga akhirnya berhasil turun dengan selamat.
Warga yang menyaksikan proses tersebut pun tampak lega saat korban kembali menapak tanah.
Usai dievakuasi, Pak Amat langsung diperiksa untuk memastikan kondisinya stabil. Meski tidak mengalami luka serius, ia terlihat masih syok akibat kepanikan yang dialaminya.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya berhati-hati saat beraktivitas di ketinggian. Respons cepat dan kesiapsiagaan petugas damkar pun kembali membuktikan komitmen mereka dalam membantu masyarakat di situasi darurat. (Lid)
KALBARONLINE.com - Suasana malam menjelang salat Tarawih di kawasan M Yamin, Pontianak, mendadak berubah tegang, pada Rabu (04/03/2026) malam. Seorang warga yang akrab disapa Pak Amat terjebak di atas pohon kelapa dan tidak berani turun.
Menurut keterangan warga sekitar, Pak Amat awalnya naik ke pohon untuk suatu keperluan. Namun saat berada di ketinggian, ia panik dan tak mampu turun kembali. Tubuhnya gemetar sambil memeluk batang pohon dan berteriak meminta tolong.
Warga yang khawatir segera menghubungi petugas pemadam kebakaran. Tak lama berselang, tim dari Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Borneo tiba di lokasi dengan satu unit light rescue.
Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan asesmen cepat. Dengan perlengkapan lengkap seperti tali pengaman, helm, body harness, serta peralatan evakuasi vertikal, tim menyusun langkah penyelamatan yang aman.
Situasi sempat menegangkan karena korban dalam kondisi panik, sehingga berisiko membahayakan diri sendiri. Salah satu personel kemudian memanjat menggunakan teknik vertical rescue, perlahan mendekati korban sambil memberikan arahan agar tetap tenang.
Setelah berhasil dipasangkan tali pengaman, Pak Amat dievakuasi secara perlahan hingga akhirnya berhasil turun dengan selamat.
Warga yang menyaksikan proses tersebut pun tampak lega saat korban kembali menapak tanah.
Usai dievakuasi, Pak Amat langsung diperiksa untuk memastikan kondisinya stabil. Meski tidak mengalami luka serius, ia terlihat masih syok akibat kepanikan yang dialaminya.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya berhati-hati saat beraktivitas di ketinggian. Respons cepat dan kesiapsiagaan petugas damkar pun kembali membuktikan komitmen mereka dalam membantu masyarakat di situasi darurat. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini