Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Jumat, 13 Maret 2026 |
KALBARONLINE.com – Seorang warga asal Sumatera, Yohana Meyralda, membagikan pengalaman uniknya setelah tinggal di Pontianak, Kalimantan Barat. Ia mengaku mengalami culture shock ketika melihat banyaknya coffee shop di kota tersebut.
Pengalamannya itu dibagikan melalui akun TikTok pribadinya dan menarik perhatian warganet.
Dalam videonya, Yohana mengatakan, bahwa salah satu hal yang paling membuatnya terkejut adalah jumlah coffee shop yang sangat banyak di Pontianak.
“Sebagai warga Sumatera yang baru tinggal di Pontianak, itu ada banget culture shock-nya. Yang pertama, di sini tuh coffee shop banyak banget, guys. Kayak literally banyak banget,” ujarnya.
Ia bahkan menyebut, dalam jarak sekitar 100 meter saja bisa ditemukan satu coffee shop. Menurutnya, yang membuatnya semakin heran adalah hampir semua tempat tersebut selalu dipenuhi pengunjung.
“Kayak per 100 meter itu bisa ada coffee shop, dan lihat coffee shop-nya selalu penuh lagi,” katanya.
Tak hanya jumlahnya yang banyak, Yohana juga mengaku kaget karena hampir setiap meja di coffee shop dilengkapi dengan colokan listrik.
“Setiap bangku yang ada di coffee shop itu wajib ada colokannya. Jadi satu meja itu pasti ada terminalnya,” ungkapnya.
Hal lain yang menurutnya cukup unik adalah banyak pengunjung yang datang membawa stop kontak tambahan atau colokan sambung sendiri.
“Orang yang nongkrong di sini banyak yang bawa colokan sambung. Aku sampai mikir, ini mau nongkrong atau mau masak nasi sekalian? Bawa dispenser juga sekalian,” candanya.
Video tersebut pun menuai beragam komentar dari warganet yang sebagian besar mengaku fenomena tersebut memang sudah menjadi kebiasaan di Pontianak, terutama bagi mereka yang bekerja atau mengerjakan tugas di coffee shop. (Lid)
KALBARONLINE.com – Seorang warga asal Sumatera, Yohana Meyralda, membagikan pengalaman uniknya setelah tinggal di Pontianak, Kalimantan Barat. Ia mengaku mengalami culture shock ketika melihat banyaknya coffee shop di kota tersebut.
Pengalamannya itu dibagikan melalui akun TikTok pribadinya dan menarik perhatian warganet.
Dalam videonya, Yohana mengatakan, bahwa salah satu hal yang paling membuatnya terkejut adalah jumlah coffee shop yang sangat banyak di Pontianak.
“Sebagai warga Sumatera yang baru tinggal di Pontianak, itu ada banget culture shock-nya. Yang pertama, di sini tuh coffee shop banyak banget, guys. Kayak literally banyak banget,” ujarnya.
Ia bahkan menyebut, dalam jarak sekitar 100 meter saja bisa ditemukan satu coffee shop. Menurutnya, yang membuatnya semakin heran adalah hampir semua tempat tersebut selalu dipenuhi pengunjung.
“Kayak per 100 meter itu bisa ada coffee shop, dan lihat coffee shop-nya selalu penuh lagi,” katanya.
Tak hanya jumlahnya yang banyak, Yohana juga mengaku kaget karena hampir setiap meja di coffee shop dilengkapi dengan colokan listrik.
“Setiap bangku yang ada di coffee shop itu wajib ada colokannya. Jadi satu meja itu pasti ada terminalnya,” ungkapnya.
Hal lain yang menurutnya cukup unik adalah banyak pengunjung yang datang membawa stop kontak tambahan atau colokan sambung sendiri.
“Orang yang nongkrong di sini banyak yang bawa colokan sambung. Aku sampai mikir, ini mau nongkrong atau mau masak nasi sekalian? Bawa dispenser juga sekalian,” candanya.
Video tersebut pun menuai beragam komentar dari warganet yang sebagian besar mengaku fenomena tersebut memang sudah menjadi kebiasaan di Pontianak, terutama bagi mereka yang bekerja atau mengerjakan tugas di coffee shop. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini