Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Jumat, 13 Maret 2026 |
KALBARONLINE.com – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono meninjau langsung ketersediaan serta harga bahan pokok di Pasar Puring, Siantan, Jumat (13/03/2026) pagi.
Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi pasokan dan stabilitas harga kebutuhan pokok di pasaran.
Dalam kunjungannya, Edi menyampaikan, bahwa secara umum harga bahan pokok di pasar tersebut masih dalam kondisi relatif terkendali, meskipun terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan.
“Beberapa komoditas memang ada yang naik, seperti cabai rawit yang saat ini sekitar Rp 90 ribu per kilogram. Namun kenaikannya masih bertahap dan masih dalam batas yang bisa dipantau,” ujarnya.
Selain cabai rawit, harga daging ayam di Pasar Puring tercatat di kisaran Rp 36 - Rp 37 ribu per kilogram. Untuk hasil laut, seperti sotong dan udang, harganya berkisar Rp 60 ribu per kilogram. Sementara harga telur berada di kisaran Rp 35 ribu per kilogram dan relatif sama dengan harga di sejumlah pasar lainnya di Kota Pontianak.
Menurut Edi, kondisi tersebut menunjukkan bahwa upaya intervensi pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga sejauh ini cukup efektif. Pemerintah Kota Pontianak terus melakukan pemantauan agar lonjakan harga tidak terjadi secara signifikan.
“Kenaikan harga masih dalam kategori standar. Artinya intervensi yang selama ini kita lakukan cukup berhasil,” katanya.
Meski demikian, Edi mengingatkan bahwa potensi kenaikan harga masih dapat terjadi, terutama beberapa hari menjelang Hari Raya Idulfitri. Oleh sebab itu, pemerintah terus menyiapkan berbagai langkah antisipasi.
“Salah satunya melalui pelaksanaan pasar murah yang digelar oleh Pemerintah Kota Pontianak bersama berbagai pihak, termasuk unsur kepolisian dan sejumlah BUMN, guna membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga lebih terjangkau,” ungkapnya.
Selain memantau harga, Edi juga meninjau kondisi fasilitas pasar. Ia menyebutkan bahwa Pemerintah Kota Pontianak berencana melakukan revitalisasi terhadap Pasar Puring pada tahun ini.
“Saat ini perencanaannya sedang dalam tahap finalisasi. Revitalisasi ini bertujuan meningkatkan kualitas pasar agar lebih nyaman bagi pedagang maupun pengunjung,” jelasnya.
Ia menambahkan, Pasar Puring sudah cukup lama tidak mengalami perbaikan, dengan rehabilitasi terakhir dilakukan sekitar delapan tahun lalu. Oleh karena itu, penataan ulang juga akan dilakukan, termasuk pengaturan ruang bagi pedagang kaki lima (PKL).
“Kita akan menata kembali agar lebih tertib. Pedagang nyaman berjualan, dan masyarakat juga lebih nyaman saat berbelanja,” imbuhnya.
Sementara itu, salah seorang pedagang daging, Deddy Junaidi (42 tahun) mengatakan, permintaan daging saat ini cukup baik, terutama untuk kebutuhan bakso. Banyak pembeli yang membeli daging untuk digiling sebagai bahan bakso.
“Permintaan lumayan banyak, terutama untuk bakso. Banyak yang masih menggiling daging untuk bakso,” tuturnya saat ditemui di lapak dagangnya di Pasar Puring.
Ia menjelaskan, saat ini harga daging sapi beku berada di kisaran Rp 140 ribu per kilogram. Sementara daging sapi lokal dijual sekitar Rp 160 ribu per kilogram. Sebelum Lebaran lalu, harga daging beku masih sekitar Rp 130 ribu per kilogram dan daging lokal sekitar Rp 150 ribu per kilogram.
“Jenis daging yang paling banyak dicari pembeli adalah daging untuk kebutuhan bakso karena permintaannya relatif stabil dibandingkan jenis lainnya,” terangnya.
Meski demikian, ia berharap harga daging dapat lebih stabil. Pasalnya, jika harga dari pemasok terlalu tinggi, pedagang juga harus mengambil dengan harga mahal sehingga keuntungan yang diperoleh menjadi kecil.
“Harapannya harga daging jangan terlalu mahal. Kalau kami mengambilnya sudah mahal, penjualan jadi kurang sesuai dan pendapatan juga sedikit,” jelasnya.
Selain daging segar dan lokal, sebagian pembeli juga memilih daging beku yang didatangkan melalui Bulog, termasuk daging dengan kode tertentu seperti kode 11 dan kode 06, serta daging tetelan yang harganya relatif lebih terjangkau.
Di sisi lain, Deddy juga berharap pemerintah dapat memperhatikan kondisi pasar, khususnya terkait penataan dan fasilitas bagi pedagang maupun pembeli.
Menurutnya, kondisi pasar saat ini perlu dilakukan renovasi, terutama pada area luar pasar yang dinilai masih sempit dan kurang tertata.
“Sepertinya memang perlu direnovasi. Di luar itu terlalu sempit, terutama untuk lahan parkir. Selain itu juga banyak pedagang kaki lima, sehingga ruangnya jadi semakin terbatas,” tukasnya.
Ia berharap apabila dilakukan perbaikan pasar ke depan, fasilitas seperti area parkir dapat ditata lebih baik agar memberikan kenyamanan bagi pedagang maupun pengunjung pasar. (Jau)
KALBARONLINE.com – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono meninjau langsung ketersediaan serta harga bahan pokok di Pasar Puring, Siantan, Jumat (13/03/2026) pagi.
Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi pasokan dan stabilitas harga kebutuhan pokok di pasaran.
Dalam kunjungannya, Edi menyampaikan, bahwa secara umum harga bahan pokok di pasar tersebut masih dalam kondisi relatif terkendali, meskipun terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan.
“Beberapa komoditas memang ada yang naik, seperti cabai rawit yang saat ini sekitar Rp 90 ribu per kilogram. Namun kenaikannya masih bertahap dan masih dalam batas yang bisa dipantau,” ujarnya.
Selain cabai rawit, harga daging ayam di Pasar Puring tercatat di kisaran Rp 36 - Rp 37 ribu per kilogram. Untuk hasil laut, seperti sotong dan udang, harganya berkisar Rp 60 ribu per kilogram. Sementara harga telur berada di kisaran Rp 35 ribu per kilogram dan relatif sama dengan harga di sejumlah pasar lainnya di Kota Pontianak.
Menurut Edi, kondisi tersebut menunjukkan bahwa upaya intervensi pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga sejauh ini cukup efektif. Pemerintah Kota Pontianak terus melakukan pemantauan agar lonjakan harga tidak terjadi secara signifikan.
“Kenaikan harga masih dalam kategori standar. Artinya intervensi yang selama ini kita lakukan cukup berhasil,” katanya.
Meski demikian, Edi mengingatkan bahwa potensi kenaikan harga masih dapat terjadi, terutama beberapa hari menjelang Hari Raya Idulfitri. Oleh sebab itu, pemerintah terus menyiapkan berbagai langkah antisipasi.
“Salah satunya melalui pelaksanaan pasar murah yang digelar oleh Pemerintah Kota Pontianak bersama berbagai pihak, termasuk unsur kepolisian dan sejumlah BUMN, guna membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga lebih terjangkau,” ungkapnya.
Selain memantau harga, Edi juga meninjau kondisi fasilitas pasar. Ia menyebutkan bahwa Pemerintah Kota Pontianak berencana melakukan revitalisasi terhadap Pasar Puring pada tahun ini.
“Saat ini perencanaannya sedang dalam tahap finalisasi. Revitalisasi ini bertujuan meningkatkan kualitas pasar agar lebih nyaman bagi pedagang maupun pengunjung,” jelasnya.
Ia menambahkan, Pasar Puring sudah cukup lama tidak mengalami perbaikan, dengan rehabilitasi terakhir dilakukan sekitar delapan tahun lalu. Oleh karena itu, penataan ulang juga akan dilakukan, termasuk pengaturan ruang bagi pedagang kaki lima (PKL).
“Kita akan menata kembali agar lebih tertib. Pedagang nyaman berjualan, dan masyarakat juga lebih nyaman saat berbelanja,” imbuhnya.
Sementara itu, salah seorang pedagang daging, Deddy Junaidi (42 tahun) mengatakan, permintaan daging saat ini cukup baik, terutama untuk kebutuhan bakso. Banyak pembeli yang membeli daging untuk digiling sebagai bahan bakso.
“Permintaan lumayan banyak, terutama untuk bakso. Banyak yang masih menggiling daging untuk bakso,” tuturnya saat ditemui di lapak dagangnya di Pasar Puring.
Ia menjelaskan, saat ini harga daging sapi beku berada di kisaran Rp 140 ribu per kilogram. Sementara daging sapi lokal dijual sekitar Rp 160 ribu per kilogram. Sebelum Lebaran lalu, harga daging beku masih sekitar Rp 130 ribu per kilogram dan daging lokal sekitar Rp 150 ribu per kilogram.
“Jenis daging yang paling banyak dicari pembeli adalah daging untuk kebutuhan bakso karena permintaannya relatif stabil dibandingkan jenis lainnya,” terangnya.
Meski demikian, ia berharap harga daging dapat lebih stabil. Pasalnya, jika harga dari pemasok terlalu tinggi, pedagang juga harus mengambil dengan harga mahal sehingga keuntungan yang diperoleh menjadi kecil.
“Harapannya harga daging jangan terlalu mahal. Kalau kami mengambilnya sudah mahal, penjualan jadi kurang sesuai dan pendapatan juga sedikit,” jelasnya.
Selain daging segar dan lokal, sebagian pembeli juga memilih daging beku yang didatangkan melalui Bulog, termasuk daging dengan kode tertentu seperti kode 11 dan kode 06, serta daging tetelan yang harganya relatif lebih terjangkau.
Di sisi lain, Deddy juga berharap pemerintah dapat memperhatikan kondisi pasar, khususnya terkait penataan dan fasilitas bagi pedagang maupun pembeli.
Menurutnya, kondisi pasar saat ini perlu dilakukan renovasi, terutama pada area luar pasar yang dinilai masih sempit dan kurang tertata.
“Sepertinya memang perlu direnovasi. Di luar itu terlalu sempit, terutama untuk lahan parkir. Selain itu juga banyak pedagang kaki lima, sehingga ruangnya jadi semakin terbatas,” tukasnya.
Ia berharap apabila dilakukan perbaikan pasar ke depan, fasilitas seperti area parkir dapat ditata lebih baik agar memberikan kenyamanan bagi pedagang maupun pengunjung pasar. (Jau)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini