Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Jumat, 13 Maret 2026 |
KALBARONLINE.com - Menindaklanjuti isu kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang mengakibatkan sejumlah SPBU alami antrean panjang, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat memastikan stok dalam kondisi aman.
Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan mengimbau, masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying akibat informasi yang belum jelas kebenarannya.
Hal itu diungkapkan saat memberikan keterangan resmi terkait isu kelangkaan BBM di sejumlah daerah di Kalimantan Barat, didampingi oleh GM Pertamina Area Kalbar, Jumat (13/03/2026).
“Sebagai Wakil Gubernur Kalimantan Barat, saya perlu memberikan keterangan resmi agar masyarakat tidak panik oleh berita-berita yang belum jelas sumbernya, sehingga melakukan tindakan yang merugikan,” ujarnya.
Ia menegaskan, pemerintah provinsi telah berkoordinasi dengan Pertamina Patra Niaga wilayah Kalimantan Barat untuk memastikan kondisi pasokan BBM dan LPG.
Ia juga mengingatkan agar para spekulan tidak memanfaatkan situasi dengan melakukan penimbunan atau tindakan yang dapat memicu kelangkaan di SPBU.
“Jangan karena ulah spekulan membuat BBM di SPBU menjadi langka dan menyebabkan antrean panjang,” tegasnya.
Krisantus juga meminta kepada aparat penegak hukum untuk melakukan monitoring dan bahkan sampai kepada sweeping agar para konsumen BBM, kemudian konsumen LPG kita di Kalimantan Barat, masyarakat Kalimantan Barat tidak mengalami kekurangan terhadap bahan bakar minyak maupun LPG.
“Sekali lagi kepada seluruh masyarakat Kalimantan Barat, saya pastikan bahwa BBM kita aman, LPG kita aman menjelang Hari Raya Idul Fitri yang sebentar lagi kita rayakan bersama di Provinsi Kalimantan Barat. Jadi tetap tenang,” ujarnya.
Sementara itu, Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Wilayah Kalimantan Barat, Widhi Tri Adhi Hidayatmemastikan ketersediaan BBM di Kalimantan Barat saat ini dalam kondisi aman dan mencukupi.
Ia menyebut, distribusi BBM terus dilakukan selama 24 jam dari depot di Pontianak termasuk dengan mengoperasikan beberapa SPBU strategis selama 24 jam menjelang arus mudik Lebaran.
“Kami memastikan ketersediaan BBM di Kalimantan Barat selalu dalam kondisi aman. Masyarakat tidak perlu panik dan tidak perlu membeli secara berlebihan,” katanya.
Widhi menjelaskan, kapal tanker pengangkut BBM secara rutin datang ke depot Pontianak setiap dua hingga tiga hari sekali untuk menjaga pasokan tetap stabil.
“Stok di depot kami selalu dalam kondisi aman. Karena kapal BBM atau kapal tanker itu akan selalu datang rata-rata 2-3 hari sekali di depot Pontianak. Jadi kami pastikan kondisinya selalu dalam kondisi aman,” ungkapnya.
Pertamina juga telah membentuk Satuan Tugas Ramadan dan Idul Fitri yang mulai bekerja sejak 9 Maret hingga 1 April 2026. Dalam periode tersebut, distribusi BBM diperkirakan meningkat sekitar 6 hingga 8 persen dari rata-rata harian yang mencapai 3,5 juta liter di Kalimantan Barat.
Untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan, Pertamina juga menyiapkan tambahan 17 mobil tangki serta perbantuan armada dari Jawa.
Selain BBM, Pertamina memastikan stok LPG juga aman. Bahkan pasokan LPG pada Maret ini ditambah hingga 300 persen dari rata-rata harian untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Idulfitri.
“Untuk itu kami juga mengimbau sekali lagi agar masyarakat tidak membeli berlebih, agar stok yang ada saat ini betul-betul cukup untuk kita semua dapatkan BBM di Kalimantan Barat,” pungkasnya. (Lid)
KALBARONLINE.com - Menindaklanjuti isu kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang mengakibatkan sejumlah SPBU alami antrean panjang, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat memastikan stok dalam kondisi aman.
Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan mengimbau, masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying akibat informasi yang belum jelas kebenarannya.
Hal itu diungkapkan saat memberikan keterangan resmi terkait isu kelangkaan BBM di sejumlah daerah di Kalimantan Barat, didampingi oleh GM Pertamina Area Kalbar, Jumat (13/03/2026).
“Sebagai Wakil Gubernur Kalimantan Barat, saya perlu memberikan keterangan resmi agar masyarakat tidak panik oleh berita-berita yang belum jelas sumbernya, sehingga melakukan tindakan yang merugikan,” ujarnya.
Ia menegaskan, pemerintah provinsi telah berkoordinasi dengan Pertamina Patra Niaga wilayah Kalimantan Barat untuk memastikan kondisi pasokan BBM dan LPG.
Ia juga mengingatkan agar para spekulan tidak memanfaatkan situasi dengan melakukan penimbunan atau tindakan yang dapat memicu kelangkaan di SPBU.
“Jangan karena ulah spekulan membuat BBM di SPBU menjadi langka dan menyebabkan antrean panjang,” tegasnya.
Krisantus juga meminta kepada aparat penegak hukum untuk melakukan monitoring dan bahkan sampai kepada sweeping agar para konsumen BBM, kemudian konsumen LPG kita di Kalimantan Barat, masyarakat Kalimantan Barat tidak mengalami kekurangan terhadap bahan bakar minyak maupun LPG.
“Sekali lagi kepada seluruh masyarakat Kalimantan Barat, saya pastikan bahwa BBM kita aman, LPG kita aman menjelang Hari Raya Idul Fitri yang sebentar lagi kita rayakan bersama di Provinsi Kalimantan Barat. Jadi tetap tenang,” ujarnya.
Sementara itu, Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Wilayah Kalimantan Barat, Widhi Tri Adhi Hidayatmemastikan ketersediaan BBM di Kalimantan Barat saat ini dalam kondisi aman dan mencukupi.
Ia menyebut, distribusi BBM terus dilakukan selama 24 jam dari depot di Pontianak termasuk dengan mengoperasikan beberapa SPBU strategis selama 24 jam menjelang arus mudik Lebaran.
“Kami memastikan ketersediaan BBM di Kalimantan Barat selalu dalam kondisi aman. Masyarakat tidak perlu panik dan tidak perlu membeli secara berlebihan,” katanya.
Widhi menjelaskan, kapal tanker pengangkut BBM secara rutin datang ke depot Pontianak setiap dua hingga tiga hari sekali untuk menjaga pasokan tetap stabil.
“Stok di depot kami selalu dalam kondisi aman. Karena kapal BBM atau kapal tanker itu akan selalu datang rata-rata 2-3 hari sekali di depot Pontianak. Jadi kami pastikan kondisinya selalu dalam kondisi aman,” ungkapnya.
Pertamina juga telah membentuk Satuan Tugas Ramadan dan Idul Fitri yang mulai bekerja sejak 9 Maret hingga 1 April 2026. Dalam periode tersebut, distribusi BBM diperkirakan meningkat sekitar 6 hingga 8 persen dari rata-rata harian yang mencapai 3,5 juta liter di Kalimantan Barat.
Untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan, Pertamina juga menyiapkan tambahan 17 mobil tangki serta perbantuan armada dari Jawa.
Selain BBM, Pertamina memastikan stok LPG juga aman. Bahkan pasokan LPG pada Maret ini ditambah hingga 300 persen dari rata-rata harian untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Idulfitri.
“Untuk itu kami juga mengimbau sekali lagi agar masyarakat tidak membeli berlebih, agar stok yang ada saat ini betul-betul cukup untuk kita semua dapatkan BBM di Kalimantan Barat,” pungkasnya. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini