Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Wednesday, 05 August 2026 |
KALBARONLINE.com – Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris meninjau langsung lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jalan Pelang-Kepuluk, Desa Sungai Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Rabu (5/8/2026), setelah insiden tersebut merenggut satu korban jiwa.
Korban diketahui bernama Taufik Hidayat yang diduga terjebak saat berusaha menerobos kepulan asap tebal di kawasan kebakaran.
AKBP Muhammad Harris membenarkan adanya satu korban meninggal dunia dalam peristiwa tersebut. Berdasarkan dugaan awal, korban mengalami sesak napas akibat pekatnya asap sebelum akhirnya kehilangan kesadaran dan terbakar.
"Korban satu orang ditemukan meninggal dunia akibat nekat menerobos kepulan asap. Dugaan awal korban sesak napas lalu pingsan dan terbakar api," ujar Harris saat ditemui di lokasi.
Kapolres menjelaskan, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 10 hektare, membentang dari Kilometer 4 hingga Kilometer 7 di Jalan Pelang-Kepuluk, Desa Sungai Pelang.
Saat ini, proses pemadaman terus dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Polres Ketapang, BPBD, Manggala Agni, Dinas Pemadam Kebakaran, TNI, Masyarakat Peduli Api (MPA), PT Nova, Yonif TP 832, serta Pemerintah Desa Pelang.
"Kami bersama seluruh unsur terkait terus melakukan pemadaman dan pembasahan lahan yang terbakar agar titik api benar-benar padam," katanya.
Menurut Harris, kondisi lahan gambut serta hembusan angin menjadi tantangan utama dalam penanganan karhutla karena membuat api mudah menyala kembali. Asap tebal juga mengurangi jarak pandang sehingga memperberat proses pemadaman.
Ia mengimbau masyarakat yang melintasi Jalan Pelang-Kepuluk agar meningkatkan kewaspadaan dengan menggunakan masker, menutup kaca kendaraan, serta menyalakan lampu selama melintas di kawasan yang terdampak kabut asap.
Selain itu, Harris mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, terutama di tengah musim kemarau yang berpotensi memicu kebakaran lebih luas.
"Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas pembakaran secara sembarangan karena sangat membahayakan keselamatan, kesehatan, dan lingkungan," tegasnya.
Kapolres juga meminta seluruh personel dan relawan yang terlibat dalam operasi pemadaman agar selalu mengutamakan keselamatan serta menjaga kondisi fisik selama bertugas.
"Penanganan karhutla ini membutuhkan kerja sama semua pihak. Tetap jaga kesehatan dan keselamatan saat bertugas agar upaya pemadaman dapat berjalan maksimal," pungkasnya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, hingga Rabu siang tim gabungan masih terus melakukan pemadaman dan pembasahan di sejumlah titik api. Sementara itu, personel kepolisian disiagakan di sepanjang Jalan Pelang-Kepuluk untuk mengatur arus lalu lintas sekaligus mengantisipasi gangguan akibat kabut asap. (Adi LC)
KALBARONLINE.com – Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris meninjau langsung lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jalan Pelang-Kepuluk, Desa Sungai Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Rabu (5/8/2026), setelah insiden tersebut merenggut satu korban jiwa.
Korban diketahui bernama Taufik Hidayat yang diduga terjebak saat berusaha menerobos kepulan asap tebal di kawasan kebakaran.
AKBP Muhammad Harris membenarkan adanya satu korban meninggal dunia dalam peristiwa tersebut. Berdasarkan dugaan awal, korban mengalami sesak napas akibat pekatnya asap sebelum akhirnya kehilangan kesadaran dan terbakar.
"Korban satu orang ditemukan meninggal dunia akibat nekat menerobos kepulan asap. Dugaan awal korban sesak napas lalu pingsan dan terbakar api," ujar Harris saat ditemui di lokasi.
Kapolres menjelaskan, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 10 hektare, membentang dari Kilometer 4 hingga Kilometer 7 di Jalan Pelang-Kepuluk, Desa Sungai Pelang.
Saat ini, proses pemadaman terus dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Polres Ketapang, BPBD, Manggala Agni, Dinas Pemadam Kebakaran, TNI, Masyarakat Peduli Api (MPA), PT Nova, Yonif TP 832, serta Pemerintah Desa Pelang.
"Kami bersama seluruh unsur terkait terus melakukan pemadaman dan pembasahan lahan yang terbakar agar titik api benar-benar padam," katanya.
Menurut Harris, kondisi lahan gambut serta hembusan angin menjadi tantangan utama dalam penanganan karhutla karena membuat api mudah menyala kembali. Asap tebal juga mengurangi jarak pandang sehingga memperberat proses pemadaman.
Ia mengimbau masyarakat yang melintasi Jalan Pelang-Kepuluk agar meningkatkan kewaspadaan dengan menggunakan masker, menutup kaca kendaraan, serta menyalakan lampu selama melintas di kawasan yang terdampak kabut asap.
Selain itu, Harris mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, terutama di tengah musim kemarau yang berpotensi memicu kebakaran lebih luas.
"Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas pembakaran secara sembarangan karena sangat membahayakan keselamatan, kesehatan, dan lingkungan," tegasnya.
Kapolres juga meminta seluruh personel dan relawan yang terlibat dalam operasi pemadaman agar selalu mengutamakan keselamatan serta menjaga kondisi fisik selama bertugas.
"Penanganan karhutla ini membutuhkan kerja sama semua pihak. Tetap jaga kesehatan dan keselamatan saat bertugas agar upaya pemadaman dapat berjalan maksimal," pungkasnya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, hingga Rabu siang tim gabungan masih terus melakukan pemadaman dan pembasahan di sejumlah titik api. Sementara itu, personel kepolisian disiagakan di sepanjang Jalan Pelang-Kepuluk untuk mengatur arus lalu lintas sekaligus mengantisipasi gangguan akibat kabut asap. (Adi LC)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini