Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Rabu, 11 Februari 2026 |
KALBARONLINE.com - Kebakaran lahan dan hutan (Karhutla) di Desa Galang, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, Kalbar, memakan korban jiwa. Seorang wanita lansia bernama Pusani (65 tahun) dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami gangguan pernapasan yang diduga akibat paparan asap kebakaran lahan gambut, pada Senin (09/02/2026).
Bupati Mempawah, Erlina, menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya korban yang diduga terdampak kabut asap tersebut.
“Kita berduka cita dengan adanya meninggalnya masyarakat Kabupaten Mempawah, keluarga kita, dalam bencana yaitu kabupaten asap ya, pembakaran di daerah Galang. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT,” ujar Erlina, saat diwawancarai di Hotel Novotel, Jalan Budi Karya, Pontianak, Kalbar, Selasa (10/02/2026).
Terkait penyebab kematian korban, Erlina menyebut kemungkinan adanya faktor penyakit bawaan seperti asma yang diperparah oleh paparan asap.
“Mungkin ada faktor penyakit asma dan usia lanjut, sehingga dengan adanya kabut asap membuat pernapasannya tidak normal,” ujarnya.
Ia mengaku prihatin atas peristiwa tersebut dan mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati serta tidak melakukan hal-hal yang dapat memicu kebakaran.
“Jangan sampai hal kecil menjadi besar. Saat ini kita harus menjaga situasi tetap kondusif,” tegasnya.
Setelah adanya korban jiwa akibat dampak karhutla, Erlina mengatakan, Pemkab Mempawah berencana menggelar rapat untuk membahas kemungkinan peningkatan status menjadi tanggap darurat.
“Insya Allah besok kita ada rapat untuk menaikkan status darurat. tapi itu harus ada komunikasi dulu rapat besok. Ya mudah-mudahan kita semuanya lancar lah,” ungkapnya.
Hingga saat ini, luasan lahan yang terbakar masih dalam pendataan oleh dinas terkait. Namun, menurut Erlina, kebakaran di wilayah Galang cukup luas mengingat kondisi lahan yang didominasi gambut.
“Untuk saat ini, belum di data. Belum dilakukan oleh Kepala Dinas Terkait. Itu cukup luas. itu daerah Galang ya, karena itu kan gabut, luar biasa sekali gabut,” ujarnya.
Selain korban meninggal dunia, sebelumnya dilaporkan lima warga sempat menjalani perawatan di puskesmas akibat gangguan kesehatan yang diduga dipicu asap. Saat ini, beberapa di antaranya masih dalam penanganan medis, namun kondisi mereka dilaporkan telah mendapatkan tindakan cepat dari tenaga kesehatan, termasuk rujukan ke RS Rubini.
“Saat ini, untuk saat ini ya, masih ada (warga terdampak). Tapi Alhamdulillah semuanya sudah kita cepat lakukan tindakan, cepat. Jadi sehingga penanganannya juga harus segera ditindaklanjuti lah oleh rumah sakit Rubini,” ungkap Erlina.
Sementara itu, terkait penyebab kebakaran, apakah akibat pembakaran disengaja atau faktor lain, pihak pemerintah daerah masih menunggu hasil laporan resmi dari dinas terkait dan aparat penegak hukum.
“Untuk saat ini saya belum mendapat penjelasan secara jelas dari dinas terkait. Yang disampaikan hanya adanya kebakaran dan korban jiwa,” pungkasnya. (Lid)
KALBARONLINE.com - Kebakaran lahan dan hutan (Karhutla) di Desa Galang, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, Kalbar, memakan korban jiwa. Seorang wanita lansia bernama Pusani (65 tahun) dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami gangguan pernapasan yang diduga akibat paparan asap kebakaran lahan gambut, pada Senin (09/02/2026).
Bupati Mempawah, Erlina, menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya korban yang diduga terdampak kabut asap tersebut.
“Kita berduka cita dengan adanya meninggalnya masyarakat Kabupaten Mempawah, keluarga kita, dalam bencana yaitu kabupaten asap ya, pembakaran di daerah Galang. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT,” ujar Erlina, saat diwawancarai di Hotel Novotel, Jalan Budi Karya, Pontianak, Kalbar, Selasa (10/02/2026).
Terkait penyebab kematian korban, Erlina menyebut kemungkinan adanya faktor penyakit bawaan seperti asma yang diperparah oleh paparan asap.
“Mungkin ada faktor penyakit asma dan usia lanjut, sehingga dengan adanya kabut asap membuat pernapasannya tidak normal,” ujarnya.
Ia mengaku prihatin atas peristiwa tersebut dan mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati serta tidak melakukan hal-hal yang dapat memicu kebakaran.
“Jangan sampai hal kecil menjadi besar. Saat ini kita harus menjaga situasi tetap kondusif,” tegasnya.
Setelah adanya korban jiwa akibat dampak karhutla, Erlina mengatakan, Pemkab Mempawah berencana menggelar rapat untuk membahas kemungkinan peningkatan status menjadi tanggap darurat.
“Insya Allah besok kita ada rapat untuk menaikkan status darurat. tapi itu harus ada komunikasi dulu rapat besok. Ya mudah-mudahan kita semuanya lancar lah,” ungkapnya.
Hingga saat ini, luasan lahan yang terbakar masih dalam pendataan oleh dinas terkait. Namun, menurut Erlina, kebakaran di wilayah Galang cukup luas mengingat kondisi lahan yang didominasi gambut.
“Untuk saat ini, belum di data. Belum dilakukan oleh Kepala Dinas Terkait. Itu cukup luas. itu daerah Galang ya, karena itu kan gabut, luar biasa sekali gabut,” ujarnya.
Selain korban meninggal dunia, sebelumnya dilaporkan lima warga sempat menjalani perawatan di puskesmas akibat gangguan kesehatan yang diduga dipicu asap. Saat ini, beberapa di antaranya masih dalam penanganan medis, namun kondisi mereka dilaporkan telah mendapatkan tindakan cepat dari tenaga kesehatan, termasuk rujukan ke RS Rubini.
“Saat ini, untuk saat ini ya, masih ada (warga terdampak). Tapi Alhamdulillah semuanya sudah kita cepat lakukan tindakan, cepat. Jadi sehingga penanganannya juga harus segera ditindaklanjuti lah oleh rumah sakit Rubini,” ungkap Erlina.
Sementara itu, terkait penyebab kebakaran, apakah akibat pembakaran disengaja atau faktor lain, pihak pemerintah daerah masih menunggu hasil laporan resmi dari dinas terkait dan aparat penegak hukum.
“Untuk saat ini saya belum mendapat penjelasan secara jelas dari dinas terkait. Yang disampaikan hanya adanya kebakaran dan korban jiwa,” pungkasnya. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini