Mempawah    

Karhutla Galang Telan Korban Jiwa, Bupati Mempawah Dipertanyakan: Api Masih Menyala, Pemimpin Masih Diam

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Selasa, 10 Februari 2026
Karhutla Galang Telan Korban Jiwa, Bupati Mempawah Dipertanyakan: Api Masih Menyala, Pemimpin Masih Diam
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Desa Galang, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, semakin mengkhawatirkan. Api dilaporkan telah berkobar selama sekitar empat hari dan hingga kini belum berhasil dipadamkan.

‎Asap tebal masih menyelimuti permukiman warga dan mengganggu aktivitas masyarakat.

‎Di tengah kondisi tersebut, masyarakat harus menghadapi kabar duka. Seorang warga dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami gangguan pernapasan yang diduga berkaitan dengan asap karhutla. Peristiwa ini menambah kekhawatiran warga, terutama karena kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia yang mudah terpapar.

‎‎Upaya penanganan di lapangan dilakukan oleh BPBD, BNPB serta para relawan, untuk memadamkan api serta membantu untuk mengevakuasi masyarakat ke rumah kerabat terdekatnya.

‎Namun demikian, hingga berita ini ditulis, api di sejumlah titik masih belum padam dan masyarakat menilai belum ada langkah yang benar-benar mampu menghentikan kebakaran secara menyeluruh.

‎Ketua IKAMI SulSel Cabang Mempawah, Muslim, menyampaikan kritik keras terhadap situasi tersebut. Ia menilai, bahwa bencana yang sudah berlangsung berhari-hari dan telah menimbulkan korban jiwa seharusnya mendapat perhatian langsung dari pimpinan daerah.

‎“Karhutla ini sudah sangat parah, sudah berhari-hari api belum padam, masyarakat menghirup asap setiap hari, bahkan sudah ada korban meninggal. Kami mempertanyakan di mana sikap dan langkah tegas dari Bupati Mempawah. Dalam situasi darurat seperti ini, masyarakat membutuhkan kehadiran dan keputusan cepat dari kepala daerah,” tegas Muslim.

‎Menurutnya, diamnya pimpinan daerah di tengah bencana besar justru menimbulkan keresahan di masyarakat. Ia menegaskan bahwa persoalan karhutla bukan hanya soal kebakaran lahan, tetapi sudah menyangkut keselamatan dan nyawa warga.

‎“Kalau situasi seperti ini dibiarkan berlarut-larut tanpa solusi yang jelas, maka yang menjadi korban adalah masyarakat. Pemerintah daerah harus segera menunjukkan kepemimpinan yang nyata, bukan hanya menunggu keadaan memburuk,” tambahnya.

‎Karhutla di Desa Galang menjadi peringatan serius bahwa bencana asap tidak bisa dianggap sebagai kejadian biasa. Selama api masih menyala dan asap masih menyelimuti permukiman, masyarakat akan terus berada dalam ancaman.‎

‎Hingga berita ini diterbitkan, api di Desa Galang dilaporkan masih belum padam. (FikA/*)

Artikel Selanjutnya
Bupati Ketapang Tinjau Lokasi TMMD, Pastikan Pembangunan Jembatan Sungai Kepari Berjalan Optimal
Selasa, 10 Februari 2026
Artikel Sebelumnya
Suyanto Tanjung Resmi Dilantik Sebagai Ketum MABT Indonesia 2025 - 2030
Selasa, 10 Februari 2026

Berita terkait