Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Rabu, 25 Maret 2026 |
KALBARONLINE.com - Suasana hangat lebaran Idulfitri berubah menjadi duka bagi Herlena (50 tahun). Air matanya tak terbendung saat mengenang kebakaran yang menghanguskan rumahnya bersama tiga rumah lainnya di Jalan Komyosudarso, Gang Tamang 1, Selasa (24/03/2026) pagi.
Saat peristiwa terjadi, Herlena tidak berada di rumah. Ia tengah bekerja ketika api diduga mulai muncul dari kamar anaknya akibat korsleting listrik.
“Saya tidak di rumah, lagi bekerja. Kata warga, api berasal dari kamar anak saya, dari arus listrik,” ujarnya lirih.
Kebakaran tersebut melahap habis seluruh isi rumah. Tidak ada satu pun barang yang sempat diselamatkan, termasuk dokumen penting dan harta benda berharga miliknya.
“Tidak ada yang bisa diselamatkan. Semua habis. Yang penting keluarga saya selamat,” katanya dengan suara bergetar.
Kini, Herlena bersama keluarganya yang berjumlah empat orang terpaksa mengungsi dan tinggal sementara di rumah anaknya. Ia mengaku masih syok atas musibah yang menimpanya, bahkan sempat mengalami sesak di dada saat melihat rumahnya hangus.
“Saya sampai tidak ingat apa-apa. Dada terasa sesak, pikiran kosong,” ungkapnya.
Rumah tersebut memiliki kenangan panjang bagi Herlena. Ia mengaku telah tinggal di sana sejak kecil, bahkan selama 50 tahun terakhir.
“Sejak kecil saya tinggal di situ. Itu satu-satunya rumah kami,” tuturnya.
Tak hanya kehilangan tempat tinggal, anak sulungnya juga mengalami trauma karena kebakaran diduga bermula dari kamar miliknya.
“Dia merasa bersalah. Tapi saya bilang ini musibah, bukan salah siapa-siapa,” kata Herlena.
Anaknya yang baru satu bulan bekerja di sebuah hotel pun kini harus menghadapi kenyataan pahit tersebut, sementara satu anak lainnya masih bersekolah.
Selain itu, kebakaran juga menghanguskan berbagai dokumen penting seperti ijazah, kartu keluarga, hingga berkas pensiun milik ibunya yang telah berusia 90 tahun.
“Semua habis, ijazah anak, kartu keluarga, sampai berkas pensiun ibu saya,” ucapnya.
Di tengah keterbatasan ekonomi, Herlena berharap adanya bantuan dari pemerintah, khususnya program bedah rumah agar ia dan keluarganya dapat kembali memiliki tempat tinggal.
“Kami sangat berharap bantuan bedah rumah. Ekonomi kami sangat terbatas,” harapnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap instalasi listrik di rumah guna mencegah kejadian serupa.
“Kita harus lebih hati-hati dengan kabel listrik. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang,” pungkasnya. (Lid)
KALBARONLINE.com - Suasana hangat lebaran Idulfitri berubah menjadi duka bagi Herlena (50 tahun). Air matanya tak terbendung saat mengenang kebakaran yang menghanguskan rumahnya bersama tiga rumah lainnya di Jalan Komyosudarso, Gang Tamang 1, Selasa (24/03/2026) pagi.
Saat peristiwa terjadi, Herlena tidak berada di rumah. Ia tengah bekerja ketika api diduga mulai muncul dari kamar anaknya akibat korsleting listrik.
“Saya tidak di rumah, lagi bekerja. Kata warga, api berasal dari kamar anak saya, dari arus listrik,” ujarnya lirih.
Kebakaran tersebut melahap habis seluruh isi rumah. Tidak ada satu pun barang yang sempat diselamatkan, termasuk dokumen penting dan harta benda berharga miliknya.
“Tidak ada yang bisa diselamatkan. Semua habis. Yang penting keluarga saya selamat,” katanya dengan suara bergetar.
Kini, Herlena bersama keluarganya yang berjumlah empat orang terpaksa mengungsi dan tinggal sementara di rumah anaknya. Ia mengaku masih syok atas musibah yang menimpanya, bahkan sempat mengalami sesak di dada saat melihat rumahnya hangus.
“Saya sampai tidak ingat apa-apa. Dada terasa sesak, pikiran kosong,” ungkapnya.
Rumah tersebut memiliki kenangan panjang bagi Herlena. Ia mengaku telah tinggal di sana sejak kecil, bahkan selama 50 tahun terakhir.
“Sejak kecil saya tinggal di situ. Itu satu-satunya rumah kami,” tuturnya.
Tak hanya kehilangan tempat tinggal, anak sulungnya juga mengalami trauma karena kebakaran diduga bermula dari kamar miliknya.
“Dia merasa bersalah. Tapi saya bilang ini musibah, bukan salah siapa-siapa,” kata Herlena.
Anaknya yang baru satu bulan bekerja di sebuah hotel pun kini harus menghadapi kenyataan pahit tersebut, sementara satu anak lainnya masih bersekolah.
Selain itu, kebakaran juga menghanguskan berbagai dokumen penting seperti ijazah, kartu keluarga, hingga berkas pensiun milik ibunya yang telah berusia 90 tahun.
“Semua habis, ijazah anak, kartu keluarga, sampai berkas pensiun ibu saya,” ucapnya.
Di tengah keterbatasan ekonomi, Herlena berharap adanya bantuan dari pemerintah, khususnya program bedah rumah agar ia dan keluarganya dapat kembali memiliki tempat tinggal.
“Kami sangat berharap bantuan bedah rumah. Ekonomi kami sangat terbatas,” harapnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap instalasi listrik di rumah guna mencegah kejadian serupa.
“Kita harus lebih hati-hati dengan kabel listrik. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang,” pungkasnya. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini