Nasional    

Faiza Adzkia dkk Asal Sanggau Sabet Emas di Ajang Sains International 2026, Saingi Amerika hingga Turki

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Kamis, 02 April 2026
Faiza Adzkia dkk Asal Sanggau Sabet Emas di Ajang Sains International 2026, Saingi Amerika hingga Turki
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com - Karya ilmiah berjudul “Kotak Literasi Adat: The Synergy of Culture and Character” dan Kaleb Antang Tidore Bawatji, yang merupakan kreasi empat pelajar SMPN 01 Sanggau, sukses menyabet medali emas dalam ajang Youth International Science Fair (YISF) tahun 2026.

Pada kompetisi yang digelar secara daring, Selasa 31 Mei 2026 tersebut, keempat pelajar: Nadisa Salwa, Ulim Arion Rotua Simanjuntak, Faiza Adzkia, harus bersaing dengan para siswa dari 304 sekolah dari berbagai negara, seperti Amerika Serikat, Indonesia, Thailand, Brazil, Korea Selatan, Hongkong, Tiongkok, India, dan Turki.

Wiwin Asriningrum, selaku guru pembimbing tim menjelaskan, bahwa karya ilmiah ini lahir dari keprihatinan terhadap rendahnya minat baca serta upaya menciptakan terobosan dalam penguatan karakter siswa di sekolah. Inovasi ini pun mendapat dukungan penuh dari Kepala SMPN 1 Sanggau, Syaparani.

IMG-20260402-WA0014
Empat pelajar SMPN 01 ketika mengikuti ajang Youth International Science Fair (YISF) 2026 tingkat internasional via zoom di gedung Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sanggau, Selasa (31/03/2026). (Foto: Istimewa)

“Permasalahan ini menjadi fokus penting dalam kajian life science, khususnya pada aspek perilaku manusia (human behavior), yang mencakup kebiasaan belajar, interaksi sosial, serta perkembangan karakter peserta didik,” kata Wiwin.

"Untuk menjawab tantangan tersebut, dikembangkan inovasi Kotak Literasi Adat, yaitu media pembelajaran berbasis budaya lokal yang mengintegrasikan literasi dengan pendidikan karakter,” tambahnya.

Wiwin melanjutkan, kalau metode yang digunakan adalah eksperimen. Lebih rinci, penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam frekuensi membaca, partisipasi kegiatan literasi, serta perkembangan karakter siswa, seperti tanggung jawab, kerja sama, komunikasi, dan percaya diri.

IMG-20260402-WA0012
Empat pelajar SMPN 01 ketika mengikuti ajang Youth International Science Fair (YISF) 2026 tingkat internasional via zoom di gedung Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sanggau, Selasa (31/03/2026). (Foto: Istimewa)

“Hal ini membuktikan bahwa pendekatan berbasis kearifan lokal mampu memberikan dampak positif terhadap perkembangan perilaku dan kebiasaan belajar siswa,” terang Wiwin.

Keberhasilan inovasi ini pun sejalan dengan program pemerintah dalam penguatan literasi dan karakter, seperti Profil Pelajar Pancasila dan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, serta menunjukkan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

"Dengan landasan ilmiah yang kuat, hasil yang terukur, serta dampak yang berkelanjutan, karya ini berhasil meraih gold medal kategori Life Science pada ajang Youth International Science Fair (YISF) tahun 2026, sebagai bentuk apresiasi terhadap inovasi pendidikan berbasis budaya yang mampu membentuk generasi unggul dan berkarakter,” pungkas Wiwin. (FikA)

Artikel Selanjutnya
Pemkot Pontianak Evaluasi Pembangunan dan Susun Prioritas RKPD 2027
Kamis, 02 April 2026
Artikel Sebelumnya
Pemkot Pontianak Evaluasi Pembangunan dan Susun Prioritas RKPD 2027
Kamis, 02 April 2026

Berita terkait