Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Kamis, 02 April 2026 |
KALBARONLINE.com - Karya ilmiah berjudul “Kotak Literasi Adat: The Synergy of Culture and Character” dan Kaleb Antang Tidore Bawatji, yang merupakan kreasi empat pelajar SMPN 01 Sanggau, sukses menyabet medali emas dalam ajang Youth International Science Fair (YISF) tahun 2026.
Pada kompetisi yang digelar secara daring, Selasa 31 Mei 2026 tersebut, keempat pelajar: Nadisa Salwa, Ulim Arion Rotua Simanjuntak, Faiza Adzkia, harus bersaing dengan para siswa dari 304 sekolah dari berbagai negara, seperti Amerika Serikat, Indonesia, Thailand, Brazil, Korea Selatan, Hongkong, Tiongkok, India, dan Turki.
Wiwin Asriningrum, selaku guru pembimbing tim menjelaskan, bahwa karya ilmiah ini lahir dari keprihatinan terhadap rendahnya minat baca serta upaya menciptakan terobosan dalam penguatan karakter siswa di sekolah. Inovasi ini pun mendapat dukungan penuh dari Kepala SMPN 1 Sanggau, Syaparani.
“Permasalahan ini menjadi fokus penting dalam kajian life science, khususnya pada aspek perilaku manusia (human behavior), yang mencakup kebiasaan belajar, interaksi sosial, serta perkembangan karakter peserta didik,” kata Wiwin.
"Untuk menjawab tantangan tersebut, dikembangkan inovasi Kotak Literasi Adat, yaitu media pembelajaran berbasis budaya lokal yang mengintegrasikan literasi dengan pendidikan karakter,” tambahnya.
Wiwin melanjutkan, kalau metode yang digunakan adalah eksperimen. Lebih rinci, penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam frekuensi membaca, partisipasi kegiatan literasi, serta perkembangan karakter siswa, seperti tanggung jawab, kerja sama, komunikasi, dan percaya diri.
“Hal ini membuktikan bahwa pendekatan berbasis kearifan lokal mampu memberikan dampak positif terhadap perkembangan perilaku dan kebiasaan belajar siswa,” terang Wiwin.
Keberhasilan inovasi ini pun sejalan dengan program pemerintah dalam penguatan literasi dan karakter, seperti Profil Pelajar Pancasila dan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, serta menunjukkan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
"Dengan landasan ilmiah yang kuat, hasil yang terukur, serta dampak yang berkelanjutan, karya ini berhasil meraih gold medal kategori Life Science pada ajang Youth International Science Fair (YISF) tahun 2026, sebagai bentuk apresiasi terhadap inovasi pendidikan berbasis budaya yang mampu membentuk generasi unggul dan berkarakter,” pungkas Wiwin. (FikA)
KALBARONLINE.com - Karya ilmiah berjudul “Kotak Literasi Adat: The Synergy of Culture and Character” dan Kaleb Antang Tidore Bawatji, yang merupakan kreasi empat pelajar SMPN 01 Sanggau, sukses menyabet medali emas dalam ajang Youth International Science Fair (YISF) tahun 2026.
Pada kompetisi yang digelar secara daring, Selasa 31 Mei 2026 tersebut, keempat pelajar: Nadisa Salwa, Ulim Arion Rotua Simanjuntak, Faiza Adzkia, harus bersaing dengan para siswa dari 304 sekolah dari berbagai negara, seperti Amerika Serikat, Indonesia, Thailand, Brazil, Korea Selatan, Hongkong, Tiongkok, India, dan Turki.
Wiwin Asriningrum, selaku guru pembimbing tim menjelaskan, bahwa karya ilmiah ini lahir dari keprihatinan terhadap rendahnya minat baca serta upaya menciptakan terobosan dalam penguatan karakter siswa di sekolah. Inovasi ini pun mendapat dukungan penuh dari Kepala SMPN 1 Sanggau, Syaparani.
“Permasalahan ini menjadi fokus penting dalam kajian life science, khususnya pada aspek perilaku manusia (human behavior), yang mencakup kebiasaan belajar, interaksi sosial, serta perkembangan karakter peserta didik,” kata Wiwin.
"Untuk menjawab tantangan tersebut, dikembangkan inovasi Kotak Literasi Adat, yaitu media pembelajaran berbasis budaya lokal yang mengintegrasikan literasi dengan pendidikan karakter,” tambahnya.
Wiwin melanjutkan, kalau metode yang digunakan adalah eksperimen. Lebih rinci, penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam frekuensi membaca, partisipasi kegiatan literasi, serta perkembangan karakter siswa, seperti tanggung jawab, kerja sama, komunikasi, dan percaya diri.
“Hal ini membuktikan bahwa pendekatan berbasis kearifan lokal mampu memberikan dampak positif terhadap perkembangan perilaku dan kebiasaan belajar siswa,” terang Wiwin.
Keberhasilan inovasi ini pun sejalan dengan program pemerintah dalam penguatan literasi dan karakter, seperti Profil Pelajar Pancasila dan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, serta menunjukkan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
"Dengan landasan ilmiah yang kuat, hasil yang terukur, serta dampak yang berkelanjutan, karya ini berhasil meraih gold medal kategori Life Science pada ajang Youth International Science Fair (YISF) tahun 2026, sebagai bentuk apresiasi terhadap inovasi pendidikan berbasis budaya yang mampu membentuk generasi unggul dan berkarakter,” pungkas Wiwin. (FikA)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini