Kapuas Hulu    

Bupati Fransiskus Diaan: Gawai Dayak Makai Taon di Desa Seluan Lebih Sakral karena Penuh Ketulusan

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Sunday, 31 May 2026
Bupati Fransiskus Diaan: Gawai Dayak Makai Taon di Desa Seluan Lebih Sakral karena Penuh Ketulusan
Fransiskus Diaan menghadiri Gawai Dayak Makai Taon di Desa Seluan dan menyebut tradisi itu lebih sakral dan menyentuh (Foto: Haq/KALBARONLINE.com)
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan, menghadiri perayaan Gawai Dayak Makai Taon di Desa Seluan, Kecamatan Putussibau Utara, Sabtu (30/5/2026). Berbeda dari perayaan seremonial pada umumnya, Gawai Dayak di desa tersebut berlangsung sederhana namun sarat makna melalui tradisi saling berkunjung dari rumah ke rumah warga.

Kehadiran Bupati yang akrab disapa Sis itu disambut hangat masyarakat. Tanpa sekat protokoler yang kaku, ia membaur bersama warga, duduk lesehan, berbincang santai, hingga menikmati hidangan khas Gawai Dayak bersama keluarga yang dikunjungi.

Menurut Fransiskus Diaan, tradisi Makai Taon di Desa Seluan menonjolkan nilai kekeluargaan sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panen dan berbagai keberkahan yang diterima masyarakat selama setahun terakhir.

“Tradisi Makai Taon di Desa Seluan ini berfokus pada esensi kekeluargaan yang kuat sebagai wujud rasa syukur atas hasil panen dan keberkahan hidup selama setahun terakhir. Kegiatan ramah tamah ini menjadi ruang bagi warga dan pemimpin daerah untuk saling mengobrol santai dan mempererat tali persaudaraan,” tuturnya.

Di sela-sela kunjungan ke rumah-rumah warga, Bupati Kapuas Hulu mengaku terkesan dengan kebersamaan yang masih terjaga kuat di tengah masyarakat Desa Seluan.

Menurutnya, nilai utama dalam Gawai Dayak Makai Taon bukan terletak pada kemeriahan acara, melainkan pada ketulusan silaturahmi yang terbangun di antara masyarakat.

“Nilai tertinggi dari Gawai Dayak Makai Taon itu ada pada ketulusan silaturahminya. Meskipun tanpa panggung atau pergelaran besar, kebersamaan saat kita duduk bersama di dalam rumah warga, mengobrol, dan makan bersama seperti ini justru terasa jauh lebih sakral dan menyentuh,” ujar Fransiskus Diaan.

Ia menambahkan, tradisi saling mengunjungi yang masih dipertahankan masyarakat Desa Seluan merupakan fondasi penting dalam menjaga persatuan dan keharmonisan sosial di Kabupaten Kapuas Hulu.

“Tradisi saling mengunjungi dan menjamu dengan penuh kehangatan ini adalah identitas asli kita. Ini membuktikan bahwa gotong royong dan rasa kekeluargaan di Desa Seluan masih sangat kental. Mari kita jaga terus keharmonisan ini,” ajaknya.

Kegiatan silaturahmi tersebut berlangsung hingga sore hari dalam suasana penuh keakraban, tawa, dan kebahagiaan. Momen itu sekaligus memperlihatkan kedekatan Bupati Kapuas Hulu dengan masyarakat hingga ke tingkat desa. (Haq)

Artikel Selanjutnya
Polda Kalbar Periksa 5 Saksi Kasus BBM Subsidi Dijual ke Industri, Peran Perusahaan dan SPBU Didalami
Sunday, 31 May 2026
Artikel Sebelumnya
Drama Musikal ‘Detektif Cilik Dadakan’ Jadi Panggung Mimpi Anak-anak Marginal di Pontianak
Sunday, 31 May 2026

Berita terkait