Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Sunday, 31 May 2026 |
KALBARONLINE.com – Panggung Pendopo Gubernur Kalimantan Barat, Minggu (31/5/2026), menjadi saksi lahirnya keberanian dan mimpi anak-anak dari kawasan marginal. Melalui drama musikal bertajuk Detektif Cilik Dadakan, mereka tampil percaya diri menunjukkan bakat sekaligus membuktikan bahwa kesempatan untuk berkembang bisa datang dari mana saja.
Pementasan tersebut digelar oleh Relawan NPO Aku Belajar angkatan ke-13 sebagai bagian dari program tahunan Charity Day 2026. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pertunjukan seni, tetapi juga wadah kolaborasi dan penggalangan dukungan bagi pendidikan anak-anak dari wilayah marginal di Kalimantan Barat.
Ketua Panitia Charity Day 2026, Afifa Ardelia, menjelaskan bahwa drama musikal yang ditampilkan mengisahkan lima anak yang berusaha mengungkap misteri sosok yang mereka kira hantu di sebuah hutan.
“Awalnya ada lima sekawan yang menduga ada hantu yang menculik teman mereka. Mereka kemudian mencari tahu dan ternyata sosok yang mereka curigai bukanlah hantu, melainkan seorang nenek baik yang justru menolong mereka,” ujarnya.
Drama musikal tersebut diperankan oleh para relawan bersama 18 anak didik dari Sungai Jawi Luar yang selama enam bulan terakhir mengikuti program belajar mengajar Aku Belajar.
Menurut Afifa, pementasan ini menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan rasa percaya diri, kemampuan bekerja sama, sekaligus mengekspresikan diri melalui seni pertunjukan.
Ia mengungkapkan, perjalanan menuju pementasan tidaklah mudah. Prosesnya telah dimulai sejak perekrutan relawan angkatan ke-13 pada November 2025. Dari 16 relawan yang bergabung di awal, kini tersisa delapan relawan aktif yang terus mendampingi anak-anak hingga tampil di atas panggung.
Selama menjalankan program pendidikan tersebut, para relawan juga menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan pendanaan hingga persoalan tempat belajar.
“Aku Belajar tidak memiliki donatur tetap, sehingga kami terus menggalang donasi untuk menjalankan program. Selain itu, tempat belajar sebelumnya juga tidak bisa digunakan karena sedang direvitalisasi, sehingga kami harus mencari lokasi baru yang lebih dekat dengan anak-anak,” katanya.
Afifa menuturkan, seluruh donasi yang terkumpul melalui Charity Day 2026 akan kembali digunakan untuk mendukung kegiatan pendidikan, termasuk penyediaan buku, alat tulis, serta berbagai kebutuhan belajar anak-anak.
Ia berharap pengalaman tampil di panggung besar menjadi motivasi bagi mereka untuk terus belajar dan berani mengejar cita-cita.
“Ini pertama kalinya sebagian dari mereka datang ke Pendopo Gubernur dan bahkan ada yang baru pertama kali berjalan-jalan ke kawasan Jalan Ahmad Yani. Kami ingin mereka tahu bahwa mereka punya kesempatan yang sama untuk berkembang dan meraih mimpi,” ujarnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar, Syarif Faisal, yang mewakili Gubernur Kalimantan Barat, memberikan apresiasi atas inisiatif yang dilakukan NPO Aku Belajar.
Menurutnya, program pendidikan berbasis kerelawanan seperti ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperluas akses pendidikan, baik formal maupun nonformal, bagi anak-anak di Kalimantan Barat.
“Ini inisiasi yang sangat baik. Anak-anak yang sudah mendapatkan pendidikan formal masih memperoleh tambahan keberanian, keterampilan, dan ruang untuk berkarya melalui program seperti ini,” katanya.
Syarif menilai kegiatan relawan pendidikan memiliki peran penting dalam membangun karakter anak sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan gawai.
“Anak-anak jadi memiliki waktu untuk bermain, berinteraksi, dan belajar sesuai usianya. Ini sangat penting untuk pembentukan karakter mereka,” ujarnya.
Ia berharap semakin banyak pihak yang terlibat dan memberikan dukungan terhadap program pendidikan berbasis kerelawanan agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh anak-anak di Kalimantan Barat. (Lid)
KALBARONLINE.com – Panggung Pendopo Gubernur Kalimantan Barat, Minggu (31/5/2026), menjadi saksi lahirnya keberanian dan mimpi anak-anak dari kawasan marginal. Melalui drama musikal bertajuk Detektif Cilik Dadakan, mereka tampil percaya diri menunjukkan bakat sekaligus membuktikan bahwa kesempatan untuk berkembang bisa datang dari mana saja.
Pementasan tersebut digelar oleh Relawan NPO Aku Belajar angkatan ke-13 sebagai bagian dari program tahunan Charity Day 2026. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pertunjukan seni, tetapi juga wadah kolaborasi dan penggalangan dukungan bagi pendidikan anak-anak dari wilayah marginal di Kalimantan Barat.
Ketua Panitia Charity Day 2026, Afifa Ardelia, menjelaskan bahwa drama musikal yang ditampilkan mengisahkan lima anak yang berusaha mengungkap misteri sosok yang mereka kira hantu di sebuah hutan.
“Awalnya ada lima sekawan yang menduga ada hantu yang menculik teman mereka. Mereka kemudian mencari tahu dan ternyata sosok yang mereka curigai bukanlah hantu, melainkan seorang nenek baik yang justru menolong mereka,” ujarnya.
Drama musikal tersebut diperankan oleh para relawan bersama 18 anak didik dari Sungai Jawi Luar yang selama enam bulan terakhir mengikuti program belajar mengajar Aku Belajar.
Menurut Afifa, pementasan ini menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan rasa percaya diri, kemampuan bekerja sama, sekaligus mengekspresikan diri melalui seni pertunjukan.
Ia mengungkapkan, perjalanan menuju pementasan tidaklah mudah. Prosesnya telah dimulai sejak perekrutan relawan angkatan ke-13 pada November 2025. Dari 16 relawan yang bergabung di awal, kini tersisa delapan relawan aktif yang terus mendampingi anak-anak hingga tampil di atas panggung.
Selama menjalankan program pendidikan tersebut, para relawan juga menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan pendanaan hingga persoalan tempat belajar.
“Aku Belajar tidak memiliki donatur tetap, sehingga kami terus menggalang donasi untuk menjalankan program. Selain itu, tempat belajar sebelumnya juga tidak bisa digunakan karena sedang direvitalisasi, sehingga kami harus mencari lokasi baru yang lebih dekat dengan anak-anak,” katanya.
Afifa menuturkan, seluruh donasi yang terkumpul melalui Charity Day 2026 akan kembali digunakan untuk mendukung kegiatan pendidikan, termasuk penyediaan buku, alat tulis, serta berbagai kebutuhan belajar anak-anak.
Ia berharap pengalaman tampil di panggung besar menjadi motivasi bagi mereka untuk terus belajar dan berani mengejar cita-cita.
“Ini pertama kalinya sebagian dari mereka datang ke Pendopo Gubernur dan bahkan ada yang baru pertama kali berjalan-jalan ke kawasan Jalan Ahmad Yani. Kami ingin mereka tahu bahwa mereka punya kesempatan yang sama untuk berkembang dan meraih mimpi,” ujarnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar, Syarif Faisal, yang mewakili Gubernur Kalimantan Barat, memberikan apresiasi atas inisiatif yang dilakukan NPO Aku Belajar.
Menurutnya, program pendidikan berbasis kerelawanan seperti ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperluas akses pendidikan, baik formal maupun nonformal, bagi anak-anak di Kalimantan Barat.
“Ini inisiasi yang sangat baik. Anak-anak yang sudah mendapatkan pendidikan formal masih memperoleh tambahan keberanian, keterampilan, dan ruang untuk berkarya melalui program seperti ini,” katanya.
Syarif menilai kegiatan relawan pendidikan memiliki peran penting dalam membangun karakter anak sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan gawai.
“Anak-anak jadi memiliki waktu untuk bermain, berinteraksi, dan belajar sesuai usianya. Ini sangat penting untuk pembentukan karakter mereka,” ujarnya.
Ia berharap semakin banyak pihak yang terlibat dan memberikan dukungan terhadap program pendidikan berbasis kerelawanan agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh anak-anak di Kalimantan Barat. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini