Pontianak    

Gubernur Kalbar Sebut BI-Rate 5,50 Persen Tetap Berdampak, Tekanan Rupiah dan Harga Komoditas Jadi Sorotan

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Friday, 12 June 2026
Gubernur Kalbar Sebut BI-Rate 5,50 Persen Tetap Berdampak, Tekanan Rupiah dan Harga Komoditas Jadi Sorotan
Ria Norsan menilai BI-Rate 5,50 persen tetap berdampak. Pemprov Kalbar pastikan pelayanan publik tetap optimal (Foto: Lid/KALBARONLINE.com)
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menilai keputusan Bank Indonesia (BI) yang mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate di level 5,50 persen tetap memberikan dampak terhadap berbagai sektor. Menurutnya, kondisi tersebut tidak bisa dilepaskan dari tekanan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat serta kenaikan harga sejumlah komoditas, termasuk minyak.

Norsan mengatakan, meski kebijakan moneter tersebut bertujuan menjaga stabilitas ekonomi nasional, efeknya tetap dirasakan hingga ke daerah.

“Memang pengaruh juga sih ya. Sedikit banyak tetap ada pengaruh. Terutama dengan naiknya minyak, kemudian dolar dan rupiah,” kata Norsan usai menghadiri kegiatan di Pontianak, Kamis (11/6).

Di tengah berbagai tantangan ekonomi tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat memastikan pelayanan publik tetap menjadi prioritas. Norsan menegaskan, pemerintah daerah tidak akan mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat meski harus menghadapi tekanan biaya yang meningkat.

“Namun kita tidak mengurangi pelayanan kepada masyarakat. Tetap kita layani semaksimal mungkin,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa sejumlah layanan publik masih berupaya menahan kenaikan tarif agar tidak menambah beban masyarakat. Salah satunya di sektor kesehatan yang hingga kini masih mempertahankan tarif layanan.

“Walaupun rumah sakit kita masih belum menaikkan tarif,” katanya.

Sebelumnya, Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate di level 5,50 persen. Kebijakan tersebut ditempuh sebagai langkah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, mengendalikan inflasi agar tetap berada pada sasaran 2,5 persen plus minus 1 persen, serta menjaga stabilitas sistem keuangan nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih berlangsung. (*)

Artikel Selanjutnya
Masih Banyak Warga Kalbar Berobat ke Malaysia, RSUD Soedarso Akui Tantangan Pelayanan dan Dokter Spesialis
Friday, 12 June 2026
Artikel Sebelumnya
Pemkab Kapuas Hulu dan Balai Bahasa Kalbar Perkuat Pengawasan Penggunaan Bahasa Indonesia
Friday, 12 June 2026

Berita terkait