Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Friday, 12 June 2026 |
KALBARONLINE.com – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menilai keputusan Bank Indonesia (BI) yang mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate di level 5,50 persen tetap memberikan dampak terhadap berbagai sektor. Menurutnya, kondisi tersebut tidak bisa dilepaskan dari tekanan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat serta kenaikan harga sejumlah komoditas, termasuk minyak.
Norsan mengatakan, meski kebijakan moneter tersebut bertujuan menjaga stabilitas ekonomi nasional, efeknya tetap dirasakan hingga ke daerah.
“Memang pengaruh juga sih ya. Sedikit banyak tetap ada pengaruh. Terutama dengan naiknya minyak, kemudian dolar dan rupiah,” kata Norsan usai menghadiri kegiatan di Pontianak, Kamis (11/6).
Di tengah berbagai tantangan ekonomi tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat memastikan pelayanan publik tetap menjadi prioritas. Norsan menegaskan, pemerintah daerah tidak akan mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat meski harus menghadapi tekanan biaya yang meningkat.
“Namun kita tidak mengurangi pelayanan kepada masyarakat. Tetap kita layani semaksimal mungkin,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa sejumlah layanan publik masih berupaya menahan kenaikan tarif agar tidak menambah beban masyarakat. Salah satunya di sektor kesehatan yang hingga kini masih mempertahankan tarif layanan.
“Walaupun rumah sakit kita masih belum menaikkan tarif,” katanya.
Sebelumnya, Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate di level 5,50 persen. Kebijakan tersebut ditempuh sebagai langkah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, mengendalikan inflasi agar tetap berada pada sasaran 2,5 persen plus minus 1 persen, serta menjaga stabilitas sistem keuangan nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih berlangsung. (*)
KALBARONLINE.com – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menilai keputusan Bank Indonesia (BI) yang mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate di level 5,50 persen tetap memberikan dampak terhadap berbagai sektor. Menurutnya, kondisi tersebut tidak bisa dilepaskan dari tekanan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat serta kenaikan harga sejumlah komoditas, termasuk minyak.
Norsan mengatakan, meski kebijakan moneter tersebut bertujuan menjaga stabilitas ekonomi nasional, efeknya tetap dirasakan hingga ke daerah.
“Memang pengaruh juga sih ya. Sedikit banyak tetap ada pengaruh. Terutama dengan naiknya minyak, kemudian dolar dan rupiah,” kata Norsan usai menghadiri kegiatan di Pontianak, Kamis (11/6).
Di tengah berbagai tantangan ekonomi tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat memastikan pelayanan publik tetap menjadi prioritas. Norsan menegaskan, pemerintah daerah tidak akan mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat meski harus menghadapi tekanan biaya yang meningkat.
“Namun kita tidak mengurangi pelayanan kepada masyarakat. Tetap kita layani semaksimal mungkin,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa sejumlah layanan publik masih berupaya menahan kenaikan tarif agar tidak menambah beban masyarakat. Salah satunya di sektor kesehatan yang hingga kini masih mempertahankan tarif layanan.
“Walaupun rumah sakit kita masih belum menaikkan tarif,” katanya.
Sebelumnya, Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate di level 5,50 persen. Kebijakan tersebut ditempuh sebagai langkah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, mengendalikan inflasi agar tetap berada pada sasaran 2,5 persen plus minus 1 persen, serta menjaga stabilitas sistem keuangan nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih berlangsung. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini