Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Thursday, 17 September 2026 |
KALBARONLINE.com – Warga Desa Batu Tiga, Kecamatan Bunut Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu, menghadapi kendala akses transportasi akibat kondisi jalan dan jembatan yang rusak. Persoalan tersebut semakin terasa ketika musim kemarau karena jalur sungai yang selama ini menjadi andalan warga ikut surut.
Desa Batu Tiga merupakan desa hasil pemekaran dari Desa Nanga Dua pada 2010. Dalam aktivitas sehari-hari, masyarakat masih sangat bergantung pada jalur sungai, termasuk aliran Sungai Mentebah, untuk transportasi sekaligus membawa kebutuhan pokok.
Namun, saat musim kemarau, debit air sungai kerap surut drastis sehingga perahu sulit melintas. Di sisi lain, kondisi jalan darat dan jembatan yang rusak membuat warga kesulitan menggunakan jalur alternatif.
Kondisi tersebut mendorong warga bergotong royong membuka dan memperbaiki sejumlah ruas jalan secara swadaya agar akses tetap bisa digunakan.
Kepala Desa Batu Tiga, Susan, mengatakan kondisi jalan dan jembatan saat ini cukup memprihatinkan dan berdampak langsung terhadap aktivitas warga, termasuk untuk mendapatkan kebutuhan pokok.
“Bayangkan saja kalau berjalan kaki dari Desa Batu Tiga ke Desa Nanga Dua memakan waktu empat sampai lima jam demi membeli sembako,” ungkap Susan saat ditemui KALBARONLINE.com usai mengikuti pelantikan kepala desa, Kamis (17/9/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut semakin sulit ketika musim kemarau. Bahkan, warga Desa Batu Tiga sempat mengalami kesulitan mendapatkan beras karena sungai tidak dapat dilalui perahu.
“Dan pada saat kemarau, warga Desa Batu Tiga sempat rebutan beras, karena sungai tidak bisa dilewati, apalagi ruas jalan dan jembatan rusak. Yang jadi andalan serta alternatif warga kami untuk berbelanja sembako adalah sungai,” tuturnya.
Susan mengatakan jalan yang dibangun pada 2017 tersebut hingga kini belum kembali mendapatkan perbaikan dari Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu.
“Jalan yang dibangun pada tahun 2017, hingga sekarang belum pernah mendapatkan sentuhan dan diperbaiki lagi oleh Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu. Atas kondisi tersebut, warga kami berswadaya membangun jalan yang rusak tadi. Kalau menunggu sentuhan pembangunan dari Pemerintah, dengan jumlah kepala keluarga 200 kepala keluarga, warga kami bisa kelaparan,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan kekecewaannya karena menurutnya kondisi Desa Batu Tiga sebelumnya belum mendapatkan perhatian yang memadai, meskipun sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu telah berkunjung dan melihat langsung kondisi jalan maupun jembatan tersebut.
“Sebelum efisiensi anggaran, desa kami merasakan dianaktirikan oleh Pemerintah, padahal para pejabat Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu sering mengunjungi dan datang ke desa kami, dan mereka pun sudah melihat langsung kondisi jalan maupun jembatan yang rusak tersebut,” katanya.
Susan berharap pemerintah segera melakukan perbaikan agar akses transportasi warga kembali berjalan. Ia mengatakan masyarakat tidak menuntut pembangunan jalan dengan konstruksi yang besar, asalkan dapat dilalui kendaraan roda dua.
“Seharusnya jalan dan jembatan yang rusak parah itu diperbaiki lah, sehingga bisa dilewati kendaraan roda dua. Kami tidak berharap jalan itu diaspal, di cor semen jadilah, yang penting kan bisa dilewati kendaraan roda dua,” kata Susan.
Setelah pelantikan kepala desa, Susan mengatakan dirinya bersama perangkat Desa Batu Tiga berencana menemui Bupati Kapuas Hulu atau dinas terkait untuk menyampaikan langsung keluhan masyarakat mengenai kondisi jalan dan jembatan tersebut.
“Rencana setelah pelantikan ini, saya bersama perangkat Desa Batu Tiga mau menemui Bupati atau Dinas terkait guna menyampaikan keluhan warga kami terkait jalan dan jembatan yang rusak tadi,” pungkasnya. (Haq)
KALBARONLINE.com – Warga Desa Batu Tiga, Kecamatan Bunut Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu, menghadapi kendala akses transportasi akibat kondisi jalan dan jembatan yang rusak. Persoalan tersebut semakin terasa ketika musim kemarau karena jalur sungai yang selama ini menjadi andalan warga ikut surut.
Desa Batu Tiga merupakan desa hasil pemekaran dari Desa Nanga Dua pada 2010. Dalam aktivitas sehari-hari, masyarakat masih sangat bergantung pada jalur sungai, termasuk aliran Sungai Mentebah, untuk transportasi sekaligus membawa kebutuhan pokok.
Namun, saat musim kemarau, debit air sungai kerap surut drastis sehingga perahu sulit melintas. Di sisi lain, kondisi jalan darat dan jembatan yang rusak membuat warga kesulitan menggunakan jalur alternatif.
Kondisi tersebut mendorong warga bergotong royong membuka dan memperbaiki sejumlah ruas jalan secara swadaya agar akses tetap bisa digunakan.
Kepala Desa Batu Tiga, Susan, mengatakan kondisi jalan dan jembatan saat ini cukup memprihatinkan dan berdampak langsung terhadap aktivitas warga, termasuk untuk mendapatkan kebutuhan pokok.
“Bayangkan saja kalau berjalan kaki dari Desa Batu Tiga ke Desa Nanga Dua memakan waktu empat sampai lima jam demi membeli sembako,” ungkap Susan saat ditemui KALBARONLINE.com usai mengikuti pelantikan kepala desa, Kamis (17/9/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut semakin sulit ketika musim kemarau. Bahkan, warga Desa Batu Tiga sempat mengalami kesulitan mendapatkan beras karena sungai tidak dapat dilalui perahu.
“Dan pada saat kemarau, warga Desa Batu Tiga sempat rebutan beras, karena sungai tidak bisa dilewati, apalagi ruas jalan dan jembatan rusak. Yang jadi andalan serta alternatif warga kami untuk berbelanja sembako adalah sungai,” tuturnya.
Susan mengatakan jalan yang dibangun pada 2017 tersebut hingga kini belum kembali mendapatkan perbaikan dari Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu.
“Jalan yang dibangun pada tahun 2017, hingga sekarang belum pernah mendapatkan sentuhan dan diperbaiki lagi oleh Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu. Atas kondisi tersebut, warga kami berswadaya membangun jalan yang rusak tadi. Kalau menunggu sentuhan pembangunan dari Pemerintah, dengan jumlah kepala keluarga 200 kepala keluarga, warga kami bisa kelaparan,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan kekecewaannya karena menurutnya kondisi Desa Batu Tiga sebelumnya belum mendapatkan perhatian yang memadai, meskipun sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu telah berkunjung dan melihat langsung kondisi jalan maupun jembatan tersebut.
“Sebelum efisiensi anggaran, desa kami merasakan dianaktirikan oleh Pemerintah, padahal para pejabat Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu sering mengunjungi dan datang ke desa kami, dan mereka pun sudah melihat langsung kondisi jalan maupun jembatan yang rusak tersebut,” katanya.
Susan berharap pemerintah segera melakukan perbaikan agar akses transportasi warga kembali berjalan. Ia mengatakan masyarakat tidak menuntut pembangunan jalan dengan konstruksi yang besar, asalkan dapat dilalui kendaraan roda dua.
“Seharusnya jalan dan jembatan yang rusak parah itu diperbaiki lah, sehingga bisa dilewati kendaraan roda dua. Kami tidak berharap jalan itu diaspal, di cor semen jadilah, yang penting kan bisa dilewati kendaraan roda dua,” kata Susan.
Setelah pelantikan kepala desa, Susan mengatakan dirinya bersama perangkat Desa Batu Tiga berencana menemui Bupati Kapuas Hulu atau dinas terkait untuk menyampaikan langsung keluhan masyarakat mengenai kondisi jalan dan jembatan tersebut.
“Rencana setelah pelantikan ini, saya bersama perangkat Desa Batu Tiga mau menemui Bupati atau Dinas terkait guna menyampaikan keluhan warga kami terkait jalan dan jembatan yang rusak tadi,” pungkasnya. (Haq)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini