Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Friday, 10 July 2026 |
KALBARONLINE.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak menegaskan komitmennya memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha guna mempercepat pembangunan daerah melalui Forum Tanggung Jawab Sosial dan Bina Lingkungan Perusahaan/Corporate Social Responsibility (TSBLP/CSR) Provinsi Kalimantan Barat.
Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, mengatakan sinergi antara pemerintah daerah dan sektor swasta menjadi salah satu kunci untuk mewujudkan pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat. Menurutnya, program CSR yang dirancang secara terarah dan selaras dengan prioritas pembangunan akan memberikan manfaat yang lebih optimal.
"Forum ini menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha. Melalui penyelarasan program CSR dengan prioritas pembangunan, kita berharap kontribusi perusahaan dapat semakin tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujarnya usai menghadiri Forum TSBLP/CSR Provinsi Kalbar di Ballroom Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (9/7/2026) malam.
Forum TSBLP/CSR yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) tersebut bertujuan menyelaraskan program CSR perusahaan dengan program prioritas pembangunan Kalbar tahun 2027.
Bahasan menegaskan, Pemkot Pontianak membuka ruang seluas-luasnya bagi dunia usaha untuk berkontribusi dalam berbagai sektor pembangunan, mulai dari pendidikan, kesehatan, pelestarian lingkungan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga pembangunan infrastruktur sosial.
Ia berharap komitmen yang dibangun dalam forum tersebut tidak berhenti pada penandatanganan dokumen semata, tetapi diwujudkan melalui program-program berkelanjutan yang memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, mendorong seluruh perusahaan yang beroperasi di Kalbar untuk mengarahkan program TSBLP atau CSR guna mendukung pembangunan infrastruktur serta berbagai program prioritas pemerintah daerah.
Menurutnya, program CSR perlu diselaraskan dengan kebutuhan pembangunan daerah, seperti peningkatan kualitas jalan, pembangunan akses transportasi yang mendukung mobilitas masyarakat dan investasi, sektor pendidikan, kesehatan, hingga penguatan ekonomi kerakyatan.
"Program-program tersebut juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan pemerintah kabupaten dan kota serta potensi dukungan dari masing-masing perusahaan," katanya.
Ria Norsan menegaskan, ke depan pelaksanaan TSBLP atau CSR tidak hanya berfokus pada kegiatan sosial kemasyarakatan, tetapi juga harus memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan infrastruktur dasar yang dibutuhkan masyarakat.
Ia menyebut pembangunan jalan desa, jembatan, irigasi pertanian, penyediaan akses air bersih, hingga fasilitas publik lainnya menjadi sektor yang perlu mendapat perhatian melalui program CSR perusahaan.
"Infrastruktur merupakan tulang punggung perekonomian sekaligus akses masyarakat terhadap berbagai layanan dasar. Karena itu, kami mengarahkan agar setiap perusahaan, khususnya yang bergerak di sektor ekstraktif dan berbasis sumber daya alam, mengalokasikan sebagian program CSR untuk pembangunan infrastruktur yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya," tegasnya.
Forum TSBLP/CSR tersebut juga dirangkaikan dengan penandatanganan dan penyerahan komitmen perusahaan kepada Gubernur Kalbar sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan program prioritas pembangunan daerah tahun 2027. (*)
KALBARONLINE.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak menegaskan komitmennya memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha guna mempercepat pembangunan daerah melalui Forum Tanggung Jawab Sosial dan Bina Lingkungan Perusahaan/Corporate Social Responsibility (TSBLP/CSR) Provinsi Kalimantan Barat.
Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, mengatakan sinergi antara pemerintah daerah dan sektor swasta menjadi salah satu kunci untuk mewujudkan pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat. Menurutnya, program CSR yang dirancang secara terarah dan selaras dengan prioritas pembangunan akan memberikan manfaat yang lebih optimal.
"Forum ini menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha. Melalui penyelarasan program CSR dengan prioritas pembangunan, kita berharap kontribusi perusahaan dapat semakin tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujarnya usai menghadiri Forum TSBLP/CSR Provinsi Kalbar di Ballroom Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (9/7/2026) malam.
Forum TSBLP/CSR yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) tersebut bertujuan menyelaraskan program CSR perusahaan dengan program prioritas pembangunan Kalbar tahun 2027.
Bahasan menegaskan, Pemkot Pontianak membuka ruang seluas-luasnya bagi dunia usaha untuk berkontribusi dalam berbagai sektor pembangunan, mulai dari pendidikan, kesehatan, pelestarian lingkungan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga pembangunan infrastruktur sosial.
Ia berharap komitmen yang dibangun dalam forum tersebut tidak berhenti pada penandatanganan dokumen semata, tetapi diwujudkan melalui program-program berkelanjutan yang memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, mendorong seluruh perusahaan yang beroperasi di Kalbar untuk mengarahkan program TSBLP atau CSR guna mendukung pembangunan infrastruktur serta berbagai program prioritas pemerintah daerah.
Menurutnya, program CSR perlu diselaraskan dengan kebutuhan pembangunan daerah, seperti peningkatan kualitas jalan, pembangunan akses transportasi yang mendukung mobilitas masyarakat dan investasi, sektor pendidikan, kesehatan, hingga penguatan ekonomi kerakyatan.
"Program-program tersebut juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan pemerintah kabupaten dan kota serta potensi dukungan dari masing-masing perusahaan," katanya.
Ria Norsan menegaskan, ke depan pelaksanaan TSBLP atau CSR tidak hanya berfokus pada kegiatan sosial kemasyarakatan, tetapi juga harus memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan infrastruktur dasar yang dibutuhkan masyarakat.
Ia menyebut pembangunan jalan desa, jembatan, irigasi pertanian, penyediaan akses air bersih, hingga fasilitas publik lainnya menjadi sektor yang perlu mendapat perhatian melalui program CSR perusahaan.
"Infrastruktur merupakan tulang punggung perekonomian sekaligus akses masyarakat terhadap berbagai layanan dasar. Karena itu, kami mengarahkan agar setiap perusahaan, khususnya yang bergerak di sektor ekstraktif dan berbasis sumber daya alam, mengalokasikan sebagian program CSR untuk pembangunan infrastruktur yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya," tegasnya.
Forum TSBLP/CSR tersebut juga dirangkaikan dengan penandatanganan dan penyerahan komitmen perusahaan kepada Gubernur Kalbar sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan program prioritas pembangunan daerah tahun 2027. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini