Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Friday, 10 July 2026 |
KALBARONLINE.com – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) menjadi teladan dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, hijau, dan tertata melalui Gerakan Indonesia Asri. Menurutnya, budaya menjaga kebersihan harus dimulai dari lingkungan kerja pemerintah sebelum mengajak masyarakat melakukan hal yang sama.
Ajakan tersebut disampaikan Edi saat mengikuti aksi nyata Gerakan Indonesia Asri Nasional yang dipusatkan di Taman Alun Kapuas, Jumat (10/7/2026) pagi.
Edi mengatakan, Gerakan Indonesia Asri sejalan dengan komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak dalam mewujudkan kota yang bersih, ramah, aman, sehat, indah, dan tertata. Meski kegiatan gotong royong telah rutin dilakukan, gerakan nasional ini menjadi pengingat agar kepedulian terhadap kebersihan lingkungan terus diperkuat.
“Dengan kegiatan Indonesia Asri ini, kita berharap Kota Pontianak semakin bersinar, bersih, ramah, aman, sehat, indah, dan tertata,” ujarnya.
Ia menegaskan, lingkungan kantor perangkat daerah harus menjadi contoh dalam menciptakan suasana kerja yang bersih, rapi, nyaman, dan asri. Menurut Edi, masih ada sejumlah lingkungan kerja yang perlu dibenahi, mulai dari penataan barang bekas, kerapian ruangan, hingga kebersihan halaman kantor.
“Lingkungan kerja yang rapi dan bersih akan menjadi contoh baik bagi masyarakat. Kalau kita ingin mengajak warga menjaga kebersihan kota, tentu kita juga harus memulainya dari lingkungan kita sendiri,” katanya.
Edi menilai menjaga kebersihan kota tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Dibutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, dunia usaha, pemangku kepentingan, RT/RW, hingga warga.
Menurutnya, sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Barat, Pontianak menjadi tujuan banyak orang, terutama saat akhir pekan maupun musim liburan. Karena itu, wajah kota harus tetap bersih dan nyaman agar memberikan kesan positif bagi para pengunjung.
“Kalau lingkungan kita bersih dan tertata, orang yang datang juga akan ikut menghargai dan menjaga kebersihan. Lingkungan yang baik akan membentuk kebiasaan yang baik pula,” jelasnya.
Edi juga meminta perangkat daerah, kecamatan, kelurahan, hingga RT/RW menjadi garda terdepan dalam membangun budaya bersih di lingkungan masing-masing. Ia mendorong setiap wilayah memanfaatkan sarana kebersihan yang telah disediakan Pemkot Pontianak secara optimal.
“Kita menyiapkan setiap tahun anggaran untuk alat-alat kebersihan. Tinggal bagaimana ini dimanfaatkan dengan baik dan didukung kreativitas di lingkungan masing-masing,” ujarnya.
Selain lingkungan perkantoran, Edi turut mendorong sekolah-sekolah di bawah Dinas Pendidikan Kota Pontianak mulai membiasakan pengelolaan sampah sejak dari sumbernya. Sampah, menurutnya, perlu dipilah berdasarkan jenisnya agar tidak seluruhnya berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).
“Sampah dari lingkungan kantor dan sekolah sebaiknya sudah mulai terpilah. Ada botol plastik, kertas, dan sampah organik. Tidak semuanya harus langsung dibuang ke TPA,” katanya.
Ia berharap Gerakan Indonesia Asri tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu menumbuhkan budaya hidup bersih yang berkelanjutan di Kota Pontianak.
“Mudah-mudahan kegiatan ini tidak hanya seremoni, tetapi menjadi momentum memberi semangat bagi Kota Pontianak. Kalau kota kita tertata, bersih, hijau, dan rapi, warga semangat beraktivitas, tamu juga senang datang ke Pontianak,” pungkasnya. (*)
KALBARONLINE.com – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) menjadi teladan dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, hijau, dan tertata melalui Gerakan Indonesia Asri. Menurutnya, budaya menjaga kebersihan harus dimulai dari lingkungan kerja pemerintah sebelum mengajak masyarakat melakukan hal yang sama.
Ajakan tersebut disampaikan Edi saat mengikuti aksi nyata Gerakan Indonesia Asri Nasional yang dipusatkan di Taman Alun Kapuas, Jumat (10/7/2026) pagi.
Edi mengatakan, Gerakan Indonesia Asri sejalan dengan komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak dalam mewujudkan kota yang bersih, ramah, aman, sehat, indah, dan tertata. Meski kegiatan gotong royong telah rutin dilakukan, gerakan nasional ini menjadi pengingat agar kepedulian terhadap kebersihan lingkungan terus diperkuat.
“Dengan kegiatan Indonesia Asri ini, kita berharap Kota Pontianak semakin bersinar, bersih, ramah, aman, sehat, indah, dan tertata,” ujarnya.
Ia menegaskan, lingkungan kantor perangkat daerah harus menjadi contoh dalam menciptakan suasana kerja yang bersih, rapi, nyaman, dan asri. Menurut Edi, masih ada sejumlah lingkungan kerja yang perlu dibenahi, mulai dari penataan barang bekas, kerapian ruangan, hingga kebersihan halaman kantor.
“Lingkungan kerja yang rapi dan bersih akan menjadi contoh baik bagi masyarakat. Kalau kita ingin mengajak warga menjaga kebersihan kota, tentu kita juga harus memulainya dari lingkungan kita sendiri,” katanya.
Edi menilai menjaga kebersihan kota tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Dibutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, dunia usaha, pemangku kepentingan, RT/RW, hingga warga.
Menurutnya, sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Barat, Pontianak menjadi tujuan banyak orang, terutama saat akhir pekan maupun musim liburan. Karena itu, wajah kota harus tetap bersih dan nyaman agar memberikan kesan positif bagi para pengunjung.
“Kalau lingkungan kita bersih dan tertata, orang yang datang juga akan ikut menghargai dan menjaga kebersihan. Lingkungan yang baik akan membentuk kebiasaan yang baik pula,” jelasnya.
Edi juga meminta perangkat daerah, kecamatan, kelurahan, hingga RT/RW menjadi garda terdepan dalam membangun budaya bersih di lingkungan masing-masing. Ia mendorong setiap wilayah memanfaatkan sarana kebersihan yang telah disediakan Pemkot Pontianak secara optimal.
“Kita menyiapkan setiap tahun anggaran untuk alat-alat kebersihan. Tinggal bagaimana ini dimanfaatkan dengan baik dan didukung kreativitas di lingkungan masing-masing,” ujarnya.
Selain lingkungan perkantoran, Edi turut mendorong sekolah-sekolah di bawah Dinas Pendidikan Kota Pontianak mulai membiasakan pengelolaan sampah sejak dari sumbernya. Sampah, menurutnya, perlu dipilah berdasarkan jenisnya agar tidak seluruhnya berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).
“Sampah dari lingkungan kantor dan sekolah sebaiknya sudah mulai terpilah. Ada botol plastik, kertas, dan sampah organik. Tidak semuanya harus langsung dibuang ke TPA,” katanya.
Ia berharap Gerakan Indonesia Asri tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu menumbuhkan budaya hidup bersih yang berkelanjutan di Kota Pontianak.
“Mudah-mudahan kegiatan ini tidak hanya seremoni, tetapi menjadi momentum memberi semangat bagi Kota Pontianak. Kalau kota kita tertata, bersih, hijau, dan rapi, warga semangat beraktivitas, tamu juga senang datang ke Pontianak,” pungkasnya. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini