Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Friday, 10 July 2026 |
KALBARONLINE.com – Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kota Pontianak Amirullah meminta pemusatan latihan atau training center (TC) Kafilah Kota Pontianak untuk menghadapi Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Provinsi Kalimantan Barat ke-34 di Kabupaten Kayong Utara dikelola secara serius, terarah, dan terukur.
Menurutnya, training center tidak sekadar menjadi agenda rutin, tetapi harus dimaknai sebagai proses memusatkan perhatian, tenaga, dan strategi untuk mempersiapkan peserta secara maksimal sebelum bertanding.
“Karena ini pemusatan latihan, arahannya adalah benar-benar latihan. Semua komponen harus berjalan dengan baik,” ujar Amirullah yang juga menjabat Sekretaris Daerah Kota Pontianak saat membuka TC Kafilah Kota Pontianak di Aula Gedung LPTQ Kota Pontianak, Jumat (10/7/2026).
Amirullah menjelaskan, keberhasilan pemusatan latihan bergantung pada sinergi seluruh unsur yang terlibat, mulai dari peserta atau kafilah, pelatih, pengurus, panitia, hingga ketersediaan sarana dan prasarana pendukung.
Karena itu, seluruh proses pembinaan harus dikelola dengan baik, mulai dari tahap perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi, hingga pelaporan.
“Mengurus itu artinya mengelola. Kerja harus dirancang, diorganisir, dikerjakan, dimonitor, dievaluasi, dan dibuat laporan,” katanya.
Ia juga meminta seluruh pengurus dan panitia menerapkan pendekatan yang berpusat pada kebutuhan peserta. Menurutnya, kesiapan kafilah menjadi faktor utama yang harus diperhatikan selama pelaksanaan training center.
“Pendekatannya harus pendekatan peserta. Apa kebutuhan mereka, itu yang harus diperhatikan, supaya mereka bisa maksimal dan optimal,” jelasnya.
Amirullah mengingatkan bahwa setiap peserta memiliki karakter, cabang lomba, dan kebutuhan pembinaan yang berbeda. Oleh sebab itu, metode pelatihan harus disesuaikan dengan bidang yang diikuti, baik tilawah, hifzil Quran, kaligrafi, maupun cabang perlombaan lainnya.
“Ini sebuah kompetisi, pertandingan, dan perlombaan. Kita harus melihat lawan, bukan musuh, agar kita tidak terlena dan tertinggal,” ungkapnya.
Ia menegaskan, semangat berkompetisi harus dibangun secara sehat dengan tujuan membawa Kafilah Kota Pontianak tampil lebih baik dan meraih prestasi terbaik pada MTQ tingkat Provinsi Kalimantan Barat.
Selain kesiapan teknis, Amirullah juga mengingatkan seluruh pengurus dan panitia agar meluruskan niat dalam mengelola kegiatan keagamaan. Menurutnya, LPTQ mengemban tugas mulia dalam mengembangkan nilai-nilai Al-Quran sehingga seluruh proses pembinaan harus dijalankan dengan penuh keikhlasan.
“Luruskan niat semata-mata untuk mengembangkan Al-Quran dan mencari pahala. Ini kerja mulia,” katanya.
Amirullah berharap pemusatan latihan tersebut mampu meningkatkan kesiapan Kafilah Kota Pontianak sehingga dapat tampil maksimal pada MTQ Tingkat Provinsi Kalimantan Barat ke-34 di Kayong Utara.
“Mudah-mudahan tujuan kita untuk menjadi lebih baik bisa tercapai,” pungkasnya. (*)
KALBARONLINE.com – Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kota Pontianak Amirullah meminta pemusatan latihan atau training center (TC) Kafilah Kota Pontianak untuk menghadapi Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Provinsi Kalimantan Barat ke-34 di Kabupaten Kayong Utara dikelola secara serius, terarah, dan terukur.
Menurutnya, training center tidak sekadar menjadi agenda rutin, tetapi harus dimaknai sebagai proses memusatkan perhatian, tenaga, dan strategi untuk mempersiapkan peserta secara maksimal sebelum bertanding.
“Karena ini pemusatan latihan, arahannya adalah benar-benar latihan. Semua komponen harus berjalan dengan baik,” ujar Amirullah yang juga menjabat Sekretaris Daerah Kota Pontianak saat membuka TC Kafilah Kota Pontianak di Aula Gedung LPTQ Kota Pontianak, Jumat (10/7/2026).
Amirullah menjelaskan, keberhasilan pemusatan latihan bergantung pada sinergi seluruh unsur yang terlibat, mulai dari peserta atau kafilah, pelatih, pengurus, panitia, hingga ketersediaan sarana dan prasarana pendukung.
Karena itu, seluruh proses pembinaan harus dikelola dengan baik, mulai dari tahap perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi, hingga pelaporan.
“Mengurus itu artinya mengelola. Kerja harus dirancang, diorganisir, dikerjakan, dimonitor, dievaluasi, dan dibuat laporan,” katanya.
Ia juga meminta seluruh pengurus dan panitia menerapkan pendekatan yang berpusat pada kebutuhan peserta. Menurutnya, kesiapan kafilah menjadi faktor utama yang harus diperhatikan selama pelaksanaan training center.
“Pendekatannya harus pendekatan peserta. Apa kebutuhan mereka, itu yang harus diperhatikan, supaya mereka bisa maksimal dan optimal,” jelasnya.
Amirullah mengingatkan bahwa setiap peserta memiliki karakter, cabang lomba, dan kebutuhan pembinaan yang berbeda. Oleh sebab itu, metode pelatihan harus disesuaikan dengan bidang yang diikuti, baik tilawah, hifzil Quran, kaligrafi, maupun cabang perlombaan lainnya.
“Ini sebuah kompetisi, pertandingan, dan perlombaan. Kita harus melihat lawan, bukan musuh, agar kita tidak terlena dan tertinggal,” ungkapnya.
Ia menegaskan, semangat berkompetisi harus dibangun secara sehat dengan tujuan membawa Kafilah Kota Pontianak tampil lebih baik dan meraih prestasi terbaik pada MTQ tingkat Provinsi Kalimantan Barat.
Selain kesiapan teknis, Amirullah juga mengingatkan seluruh pengurus dan panitia agar meluruskan niat dalam mengelola kegiatan keagamaan. Menurutnya, LPTQ mengemban tugas mulia dalam mengembangkan nilai-nilai Al-Quran sehingga seluruh proses pembinaan harus dijalankan dengan penuh keikhlasan.
“Luruskan niat semata-mata untuk mengembangkan Al-Quran dan mencari pahala. Ini kerja mulia,” katanya.
Amirullah berharap pemusatan latihan tersebut mampu meningkatkan kesiapan Kafilah Kota Pontianak sehingga dapat tampil maksimal pada MTQ Tingkat Provinsi Kalimantan Barat ke-34 di Kayong Utara.
“Mudah-mudahan tujuan kita untuk menjadi lebih baik bisa tercapai,” pungkasnya. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini