Ketapang    

Jelang Tahun Ajaran Baru, Penjualan Seragam dan Alat Tulis di Ketapang Mulai Meningkat

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Sunday, 12 July 2026
Jelang Tahun Ajaran Baru, Penjualan Seragam dan Alat Tulis di Ketapang Mulai Meningkat
Penjualan seragam sekolah dan alat tulis di Ketapang meningkat jelang Tahun Ajaran Baru 2026/2027, harga masih normal (Foto: Adi LC/KALBARONLINE.com)
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Menjelang dimulainya Tahun Ajaran Baru 2026/2027 pada Senin (13/7/2026), aktivitas belanja perlengkapan sekolah di sejumlah toko di Kabupaten Ketapang mulai meningkat. Orang tua bersama anak tampak memadati toko untuk membeli seragam, tas, sepatu, buku tulis, hingga alat tulis.

Salah satu toko yang ramai diserbu pembeli adalah Toko Ari Utama. Berbagai kebutuhan sekolah tersedia di toko tersebut, mulai dari seragam SD, SMP, SMA, seragam Pramuka, atribut sekolah, tas, buku tulis, hingga perlengkapan alat tulis.

Pemilik Toko Ari Utama, Nurhayati, mengatakan lonjakan pembeli mulai terlihat sekitar sepekan sebelum hari pertama masuk sekolah. Bahkan, beberapa jenis barang sempat cepat habis akibat tingginya permintaan, sementara pasokan harus didatangkan dari Pontianak dan Pulau Jawa.

"Setiap tahun memang seperti ini. Biasanya seminggu sebelum masuk sekolah, pembeli mulai ramai mencari seragam dan perlengkapan sekolah," ujar Nurhayati, Minggu (12/7/2026).

Menurutnya, tingkat penjualan tahun ini relatif sama dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Seragam sekolah dasar (SD) menjadi produk yang paling banyak dicari, disusul seragam SMP, sedangkan permintaan seragam SMA masih belum terlalu tinggi.

"Kalau dibandingkan tahun lalu hampir sama. Yang paling banyak terjual seragam SD, kemudian SMP, sedangkan SMA masih belum terlalu ramai," katanya.

Nurhayati menilai sebagian besar pembeli merupakan siswa yang naik ke jenjang kelas berikutnya, bukan peserta didik baru.

Ia menjelaskan, harga seragam sekolah untuk SD, SMP, maupun SMA saat ini masih berada di kisaran Rp110 ribu hingga Rp150 ribu per stel. Sementara seragam Pramuka dijual sekitar Rp10 ribu lebih mahal dibandingkan seragam harian.

Meski demikian, ia mengaku telah menerima pemberitahuan dari pihak pabrik terkait rencana kenaikan harga yang diperkirakan mulai berlaku pada Agustus 2026.

"Saat ini harga masih normal. Namun kami sudah mendapat informasi dari pabrik bahwa mulai Agustus nanti akan ada kenaikan harga pembelian per kodi. Selama lebih dari tiga tahun terakhir belum pernah ada kenaikan," jelasnya.

Selain seragam, penjualan buku tulis dan alat tulis juga mengalami peningkatan. Namun khusus buku tulis, Nurhayati mengaku penjualannya belum setinggi tahun-tahun sebelumnya.

Di sisi lain, masyarakat mulai memanfaatkan akhir pekan untuk melengkapi kebutuhan sekolah anak sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.

Salah seorang pembeli, Susan (36), mengaku baru sempat berbelanja setelah menghabiskan masa liburan bersama keluarga. Ia membeli seragam, buku, dan alat tulis untuk anaknya yang akan memasuki jenjang SMP.

"Kemarin masih sibuk liburan bersama keluarga, jadi sekarang baru sempat belanja seragam, buku dan alat tulis untuk anak yang akan masuk SMP. Syukurlah harganya masih normal," ujarnya.

Susan berharap seluruh perlengkapan sekolah anaknya sudah lengkap sebelum hari pertama masuk sekolah sehingga proses belajar dapat dimulai tanpa kendala. (Adi LC)

Artikel Selanjutnya
Zulfan dan Nurhaliza Resmi Jadi Duta Lanceng dan Praben Kota Pontianak 2026
Sunday, 12 July 2026
Artikel Sebelumnya
Ketua LPTQ Pontianak Minta TC Kafilah MTQ Dikelola Serius demi Hasil Maksimal di MTQ Kalbar
Sunday, 12 July 2026

Berita terkait