Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Senin, 16 Februari 2026 |
KALBARONLINE.com - Sehari menjelang perayaan Tahun Baru Imlek, sejumlah toko pernak-pernik di Kota Pontianak ramai diserbu pembeli. Salah satunya toko yang berada di Jalan Gajah Mada, Pontianak, yang sejak pagi dipadati warga, terutama masyarakat Tionghoa yang mempersiapkan kebutuhan perayaan.
Selvi, pemilik toko pernak-pernik di Jalan Gajah Mada mengatakan, antusiasme masyarakat sebenarnya sudah terlihat sejak satu bulan terakhir. Namun, lonjakan pembeli mulai terasa signifikan memasuki H-7 perayaan Imlek.
“Kalau kebutuhan masyarakat sebenarnya dari satu bulan sebelumnya sudah mulai belanja. Cuma puncaknya itu H-7, antusiasme makin membeludak. Apalagi ini sudah sehari menuju Imlek, jadi makin semangat mereka belanja,” ujarnya, Senin (16/02/2026)
Selain pernak-pernik khas Imlek seperti lampion dan ornamen shio, perlengkapan sembahyang juga menjadi barang yang paling banyak dicari. Dupa, lilin, hingga kertas sembahyang laris diborong pembeli.
“Untuk sembahyang di rumah atau di kelenteng, seperti dupa, kertas sembahyang, dan lilin itu paling banyak dibeli,” tambah Selvi.
Tak hanya warga lokal, pembeli juga datang dari luar kota hingga mancanegara. Selvi menyebut tahun ini cukup banyak warga asing yang berbelanja di tokonya.
“Tahun ini banyak orang dari luar negeri, seperti dari China. Mungkin mereka ada proyek di Kalbar, jadi sekalian belanja bersama warga lokal di Pontianak,” katanya.
Untuk harga, Selvi menyebut cukup bervariasi, mulai dari Rp 10 ribu hingga ratusan ribu rupiah, tergantung jenis dan ukuran barang.
Sementara itu, salah seorang pembeli, Andi, mengaku datang untuk membeli perlengkapan sembahyang sekaligus hiasan rumah.
“Tadi belanja alat sembahyang sama hiasan rumah. Kalau hiasan seperti lampion, kalau untuk sembahyang beli lilin sama kertas sembahyang beberapa,” ujarnya.
Ia mengatakan biasanya keluarga akan membersihkan rumah terlebih dahulu menjelang Imlek, baru kemudian membeli perlengkapan tambahan.
“Biasanya dekat-dekat hari H bersih-bersih rumah dulu. Kalau sudah selesai, baru sempat beli pernak-pernik,” katanya.
Menurut Andi, pernak-pernik yang wajib dibeli setiap tahun antara lain lilin, kertas sembahyang, dan ornamen shio. Sementara untuk hiasan rumah, tergantung selera masing-masing keluarga.
“Harapannya semoga tahun ini kita semua lebih baik ke depannya, sukses dan sehat selalu,” harapnya. (Lid)
KALBARONLINE.com - Sehari menjelang perayaan Tahun Baru Imlek, sejumlah toko pernak-pernik di Kota Pontianak ramai diserbu pembeli. Salah satunya toko yang berada di Jalan Gajah Mada, Pontianak, yang sejak pagi dipadati warga, terutama masyarakat Tionghoa yang mempersiapkan kebutuhan perayaan.
Selvi, pemilik toko pernak-pernik di Jalan Gajah Mada mengatakan, antusiasme masyarakat sebenarnya sudah terlihat sejak satu bulan terakhir. Namun, lonjakan pembeli mulai terasa signifikan memasuki H-7 perayaan Imlek.
“Kalau kebutuhan masyarakat sebenarnya dari satu bulan sebelumnya sudah mulai belanja. Cuma puncaknya itu H-7, antusiasme makin membeludak. Apalagi ini sudah sehari menuju Imlek, jadi makin semangat mereka belanja,” ujarnya, Senin (16/02/2026)
Selain pernak-pernik khas Imlek seperti lampion dan ornamen shio, perlengkapan sembahyang juga menjadi barang yang paling banyak dicari. Dupa, lilin, hingga kertas sembahyang laris diborong pembeli.
“Untuk sembahyang di rumah atau di kelenteng, seperti dupa, kertas sembahyang, dan lilin itu paling banyak dibeli,” tambah Selvi.
Tak hanya warga lokal, pembeli juga datang dari luar kota hingga mancanegara. Selvi menyebut tahun ini cukup banyak warga asing yang berbelanja di tokonya.
“Tahun ini banyak orang dari luar negeri, seperti dari China. Mungkin mereka ada proyek di Kalbar, jadi sekalian belanja bersama warga lokal di Pontianak,” katanya.
Untuk harga, Selvi menyebut cukup bervariasi, mulai dari Rp 10 ribu hingga ratusan ribu rupiah, tergantung jenis dan ukuran barang.
Sementara itu, salah seorang pembeli, Andi, mengaku datang untuk membeli perlengkapan sembahyang sekaligus hiasan rumah.
“Tadi belanja alat sembahyang sama hiasan rumah. Kalau hiasan seperti lampion, kalau untuk sembahyang beli lilin sama kertas sembahyang beberapa,” ujarnya.
Ia mengatakan biasanya keluarga akan membersihkan rumah terlebih dahulu menjelang Imlek, baru kemudian membeli perlengkapan tambahan.
“Biasanya dekat-dekat hari H bersih-bersih rumah dulu. Kalau sudah selesai, baru sempat beli pernak-pernik,” katanya.
Menurut Andi, pernak-pernik yang wajib dibeli setiap tahun antara lain lilin, kertas sembahyang, dan ornamen shio. Sementara untuk hiasan rumah, tergantung selera masing-masing keluarga.
“Harapannya semoga tahun ini kita semua lebih baik ke depannya, sukses dan sehat selalu,” harapnya. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini