Pontianak    

Sam Coffee Pertahankan Kopi Saring, Jaga Budaya Ngopi Pontianak di Tengah Tren Coffee Shop Modern

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Saturday, 11 July 2026
Sam Coffee Pertahankan Kopi Saring, Jaga Budaya Ngopi Pontianak di Tengah Tren Coffee Shop Modern
Sam Coffee tetap mempertahankan kopi saring sebagai identitas dan budaya ngopi Pontianak di tengah tren coffee shop modern (Foto: Lid/KALBARONLINE.com)
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Di tengah menjamurnya coffee shop dengan beragam menu seperti espresso, latte, hingga americano, Sam Coffee di Jalan Major Alianyang Nomor 7-8, Pontianak, memilih tetap mempertahankan kopi saring sebagai identitas utamanya.

Bagi pemilik Sam Coffee, Samuel Lishan, kopi saring bukan sekadar minuman, tetapi bagian dari budaya ngopi masyarakat Pontianak yang perlu terus dijaga.

"Saya tidak mau konsep tradisional kita hilang. Espresso dan americano itu budaya Barat. Kalau kita punya kopi saring yang sudah menjadi budaya, kenapa tidak dipertahankan?" kata Sam.

Meski mempertahankan metode penyajian tradisional, Sam Coffee tetap mengikuti perkembangan zaman melalui konsep tempat yang lebih modern dan nyaman. Warung kopi tersebut dirancang agar menjadi ruang berkumpul bagi berbagai kalangan, mulai dari anak muda, keluarga, hingga pekerja yang ingin mengadakan rapat atau bekerja sambil menikmati kopi.

"Konsepnya tetap warung kopi, tapi tampilannya dibuat lebih modern. Orang bisa rapat, nongkrong, atau kerja, tapi tetap menikmati kopi saring dan makanan tradisional," ujarnya.

Komitmen mempertahankan cita rasa kopi saring juga diwujudkan dengan meracik biji kopi sendiri. Sejak 2024, Sam mulai mempelajari teknik menyangrai atau roasting kopi setelah harga bahan baku terus mengalami kenaikan.

Selama lebih dari satu tahun, ia belajar dari pelaku industri kopi, mempelajari berbagai referensi, hingga melakukan banyak percobaan untuk menemukan karakter rasa yang sesuai. Tidak sedikit biji kopi yang gagal diproduksi sebelum akhirnya menghasilkan racikan khas Sam Coffee.

Kini, biji kopi hijau yang didatangkan dari Temanggung, Jawa Tengah, diolah sendiri di Pontianak hingga menjadi sajian dengan cita rasa yang menjadi ciri khas Sam Coffee.

"Kami ingin pelanggan datang bukan hanya karena tempatnya, tetapi karena rasa kopinya juga punya karakter yang berbeda," katanya.

Menurut Sam, mempertahankan kopi saring merupakan salah satu cara menjaga identitas warung kopi Pontianak yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Ia meyakini tren akan terus berubah, tetapi cita rasa lokal tidak boleh ikut hilang.

"Warung kopi harus ikut berkembang, tetapi jangan sampai kehilangan jati dirinya. Yang kami jaga bukan hanya rasa kopinya, tetapi juga budaya ngopi masyarakat Pontianak," tuturnya.

Ke depan, Sam berharap Sam Coffee dapat membuka lebih banyak cabang tanpa meninggalkan konsep yang selama ini menjadi ciri khasnya, yakni menghadirkan warung kopi modern dengan cita rasa autentik khas Pontianak. (Lid)

Artikel Selanjutnya
Respons Laporan Warga, Polsek Putussibau Utara Patroli Cegah Balap Liar di Jalan PUPR Pala Pulau
Saturday, 11 July 2026
Artikel Sebelumnya
Durian Juara Kontes Sanggau Hadir di Pontianak, Buah BK Klaim Rasanya Tak Kalah dari Musang King
Saturday, 11 July 2026

Berita terkait