Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Saturday, 11 July 2026 |
KALBARONLINE.com – Di tengah menjamurnya coffee shop dengan beragam menu seperti espresso, latte, hingga americano, Sam Coffee di Jalan Major Alianyang Nomor 7-8, Pontianak, memilih tetap mempertahankan kopi saring sebagai identitas utamanya.
Bagi pemilik Sam Coffee, Samuel Lishan, kopi saring bukan sekadar minuman, tetapi bagian dari budaya ngopi masyarakat Pontianak yang perlu terus dijaga.
"Saya tidak mau konsep tradisional kita hilang. Espresso dan americano itu budaya Barat. Kalau kita punya kopi saring yang sudah menjadi budaya, kenapa tidak dipertahankan?" kata Sam.
Meski mempertahankan metode penyajian tradisional, Sam Coffee tetap mengikuti perkembangan zaman melalui konsep tempat yang lebih modern dan nyaman. Warung kopi tersebut dirancang agar menjadi ruang berkumpul bagi berbagai kalangan, mulai dari anak muda, keluarga, hingga pekerja yang ingin mengadakan rapat atau bekerja sambil menikmati kopi.
"Konsepnya tetap warung kopi, tapi tampilannya dibuat lebih modern. Orang bisa rapat, nongkrong, atau kerja, tapi tetap menikmati kopi saring dan makanan tradisional," ujarnya.
Komitmen mempertahankan cita rasa kopi saring juga diwujudkan dengan meracik biji kopi sendiri. Sejak 2024, Sam mulai mempelajari teknik menyangrai atau roasting kopi setelah harga bahan baku terus mengalami kenaikan.
Selama lebih dari satu tahun, ia belajar dari pelaku industri kopi, mempelajari berbagai referensi, hingga melakukan banyak percobaan untuk menemukan karakter rasa yang sesuai. Tidak sedikit biji kopi yang gagal diproduksi sebelum akhirnya menghasilkan racikan khas Sam Coffee.
Kini, biji kopi hijau yang didatangkan dari Temanggung, Jawa Tengah, diolah sendiri di Pontianak hingga menjadi sajian dengan cita rasa yang menjadi ciri khas Sam Coffee.
"Kami ingin pelanggan datang bukan hanya karena tempatnya, tetapi karena rasa kopinya juga punya karakter yang berbeda," katanya.
Menurut Sam, mempertahankan kopi saring merupakan salah satu cara menjaga identitas warung kopi Pontianak yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Ia meyakini tren akan terus berubah, tetapi cita rasa lokal tidak boleh ikut hilang.
"Warung kopi harus ikut berkembang, tetapi jangan sampai kehilangan jati dirinya. Yang kami jaga bukan hanya rasa kopinya, tetapi juga budaya ngopi masyarakat Pontianak," tuturnya.
Ke depan, Sam berharap Sam Coffee dapat membuka lebih banyak cabang tanpa meninggalkan konsep yang selama ini menjadi ciri khasnya, yakni menghadirkan warung kopi modern dengan cita rasa autentik khas Pontianak. (Lid)
KALBARONLINE.com – Di tengah menjamurnya coffee shop dengan beragam menu seperti espresso, latte, hingga americano, Sam Coffee di Jalan Major Alianyang Nomor 7-8, Pontianak, memilih tetap mempertahankan kopi saring sebagai identitas utamanya.
Bagi pemilik Sam Coffee, Samuel Lishan, kopi saring bukan sekadar minuman, tetapi bagian dari budaya ngopi masyarakat Pontianak yang perlu terus dijaga.
"Saya tidak mau konsep tradisional kita hilang. Espresso dan americano itu budaya Barat. Kalau kita punya kopi saring yang sudah menjadi budaya, kenapa tidak dipertahankan?" kata Sam.
Meski mempertahankan metode penyajian tradisional, Sam Coffee tetap mengikuti perkembangan zaman melalui konsep tempat yang lebih modern dan nyaman. Warung kopi tersebut dirancang agar menjadi ruang berkumpul bagi berbagai kalangan, mulai dari anak muda, keluarga, hingga pekerja yang ingin mengadakan rapat atau bekerja sambil menikmati kopi.
"Konsepnya tetap warung kopi, tapi tampilannya dibuat lebih modern. Orang bisa rapat, nongkrong, atau kerja, tapi tetap menikmati kopi saring dan makanan tradisional," ujarnya.
Komitmen mempertahankan cita rasa kopi saring juga diwujudkan dengan meracik biji kopi sendiri. Sejak 2024, Sam mulai mempelajari teknik menyangrai atau roasting kopi setelah harga bahan baku terus mengalami kenaikan.
Selama lebih dari satu tahun, ia belajar dari pelaku industri kopi, mempelajari berbagai referensi, hingga melakukan banyak percobaan untuk menemukan karakter rasa yang sesuai. Tidak sedikit biji kopi yang gagal diproduksi sebelum akhirnya menghasilkan racikan khas Sam Coffee.
Kini, biji kopi hijau yang didatangkan dari Temanggung, Jawa Tengah, diolah sendiri di Pontianak hingga menjadi sajian dengan cita rasa yang menjadi ciri khas Sam Coffee.
"Kami ingin pelanggan datang bukan hanya karena tempatnya, tetapi karena rasa kopinya juga punya karakter yang berbeda," katanya.
Menurut Sam, mempertahankan kopi saring merupakan salah satu cara menjaga identitas warung kopi Pontianak yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Ia meyakini tren akan terus berubah, tetapi cita rasa lokal tidak boleh ikut hilang.
"Warung kopi harus ikut berkembang, tetapi jangan sampai kehilangan jati dirinya. Yang kami jaga bukan hanya rasa kopinya, tetapi juga budaya ngopi masyarakat Pontianak," tuturnya.
Ke depan, Sam berharap Sam Coffee dapat membuka lebih banyak cabang tanpa meninggalkan konsep yang selama ini menjadi ciri khasnya, yakni menghadirkan warung kopi modern dengan cita rasa autentik khas Pontianak. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini