Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Monday, 13 July 2026 |
KALBARONLINE.com – Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Kalimantan Barat resmi menggelar Uji Kompetensi Jurnalis (UKJ) 2026 di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat, Kamis (9/7/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat profesionalisme jurnalis sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap produk jurnalistik di tengah derasnya arus informasi di era digital.
Ketua AMSI Kalbar, Muhlis Suhaeri, menegaskan bahwa jurnalis harus terus meningkatkan kapasitas dan kompetensinya agar tetap mampu menjalankan fungsi pers secara profesional. Menurutnya, UKJ bukan sekadar mengukur kemampuan teknis, tetapi juga menjadi bentuk tanggung jawab moral kepada masyarakat.
"Kita sebagai jurnalis harus terus meneguhkan diri sebagai bagian dari empat pilar kebangsaan, empat pilar yang menjadi penjaga atau anjing penjaga kekuasaan. Sehingga kita harus selalu memperbaharui diri, selalu meningkatkan kapasitas kita, selalu belajar hal-hal yang baru," ujar Muhlis.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kalimantan Barat, Harisson, yang membuka kegiatan tersebut secara resmi, menilai sertifikasi kompetensi menjadi kebutuhan penting bagi profesi wartawan di tengah kondisi dunia yang diwarnai fenomena VUCA (volatility, uncertainty, complexity, dan ambiguity).
Menurut Harisson, derasnya arus informasi membuat masyarakat semakin sulit membedakan informasi yang benar dan yang menyesatkan. Karena itu, jurnalis memiliki peran penting sebagai penyampai informasi yang kredibel.
"Situasi ini membuat masyarakat bingung menentukan mana informasi yang benar. Di sinilah peran wartawan dan jurnalis menjadi sangat penting. Kita harus menjadi orang-orang yang dapat dipercaya dan mampu mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap informasi yang mereka terima," ungkapnya.
Harisson juga menilai profesi wartawan perlu memiliki standar kompetensi sebagaimana profesi lain, seperti dokter maupun insinyur.
"Saat ini hampir semua profesi memiliki standar kompetensi dan sertifikasi, mulai dari dokter, insinyur, hingga profesi lainnya. Wartawan juga demikian. Ketika kompetensi telah memenuhi standar, maka kepercayaan masyarakat terhadap profesi jurnalis akan semakin meningkat. Ini sekaligus menjadi upaya mengangkat marwah profesi wartawan di mata publik," tambahnya.
Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat selalu terbuka terhadap kritik, masukan, maupun informasi yang disampaikan media selama disajikan secara berimbang, berdasarkan fakta, dan sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik.
"Selama disajikan secara berimbang, berdasarkan fakta, dan sesuai kode etik jurnalistik, itu akan menjadi masukan yang sangat berharga bagi pemerintah dalam memperbaiki pelayanan kepada masyarakat," jelas Harisson.
Dukungan terhadap peningkatan kualitas jurnalistik juga datang dari sektor swasta. Head of Corporate Communications Indonesia Sinar Mas Agribusiness and Food, Ananta Wisesa, mengatakan pihaknya berkomitmen mendukung terciptanya ekosistem media yang sehat melalui pelaksanaan UKJ.
"Menurut kami, uji kompetensi wartawan merupakan salah satu upaya penting untuk terus menjaga kualitas, akurasi, dan etika dalam kerja jurnalistik. Karena itu, kami mendukung pelaksanaan kegiatan ini sebagai bagian dari komitmen bersama untuk mendorong iklim jurnalistik yang sehat dan bertanggung jawab," tutur Ananta Wisesa.
UKJ AMSI Kalbar 2026 menghadirkan tim penguji dari Lembaga Penguji Kompas dan didukung berbagai mitra strategis, mulai dari instansi pemerintah, kepolisian, hingga perusahaan swasta nasional. Sebanyak 23 jurnalis dari berbagai daerah di Kalimantan Barat mengikuti kegiatan tersebut. (*)
KALBARONLINE.com – Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Kalimantan Barat resmi menggelar Uji Kompetensi Jurnalis (UKJ) 2026 di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat, Kamis (9/7/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat profesionalisme jurnalis sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap produk jurnalistik di tengah derasnya arus informasi di era digital.
Ketua AMSI Kalbar, Muhlis Suhaeri, menegaskan bahwa jurnalis harus terus meningkatkan kapasitas dan kompetensinya agar tetap mampu menjalankan fungsi pers secara profesional. Menurutnya, UKJ bukan sekadar mengukur kemampuan teknis, tetapi juga menjadi bentuk tanggung jawab moral kepada masyarakat.
"Kita sebagai jurnalis harus terus meneguhkan diri sebagai bagian dari empat pilar kebangsaan, empat pilar yang menjadi penjaga atau anjing penjaga kekuasaan. Sehingga kita harus selalu memperbaharui diri, selalu meningkatkan kapasitas kita, selalu belajar hal-hal yang baru," ujar Muhlis.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kalimantan Barat, Harisson, yang membuka kegiatan tersebut secara resmi, menilai sertifikasi kompetensi menjadi kebutuhan penting bagi profesi wartawan di tengah kondisi dunia yang diwarnai fenomena VUCA (volatility, uncertainty, complexity, dan ambiguity).
Menurut Harisson, derasnya arus informasi membuat masyarakat semakin sulit membedakan informasi yang benar dan yang menyesatkan. Karena itu, jurnalis memiliki peran penting sebagai penyampai informasi yang kredibel.
"Situasi ini membuat masyarakat bingung menentukan mana informasi yang benar. Di sinilah peran wartawan dan jurnalis menjadi sangat penting. Kita harus menjadi orang-orang yang dapat dipercaya dan mampu mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap informasi yang mereka terima," ungkapnya.
Harisson juga menilai profesi wartawan perlu memiliki standar kompetensi sebagaimana profesi lain, seperti dokter maupun insinyur.
"Saat ini hampir semua profesi memiliki standar kompetensi dan sertifikasi, mulai dari dokter, insinyur, hingga profesi lainnya. Wartawan juga demikian. Ketika kompetensi telah memenuhi standar, maka kepercayaan masyarakat terhadap profesi jurnalis akan semakin meningkat. Ini sekaligus menjadi upaya mengangkat marwah profesi wartawan di mata publik," tambahnya.
Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat selalu terbuka terhadap kritik, masukan, maupun informasi yang disampaikan media selama disajikan secara berimbang, berdasarkan fakta, dan sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik.
"Selama disajikan secara berimbang, berdasarkan fakta, dan sesuai kode etik jurnalistik, itu akan menjadi masukan yang sangat berharga bagi pemerintah dalam memperbaiki pelayanan kepada masyarakat," jelas Harisson.
Dukungan terhadap peningkatan kualitas jurnalistik juga datang dari sektor swasta. Head of Corporate Communications Indonesia Sinar Mas Agribusiness and Food, Ananta Wisesa, mengatakan pihaknya berkomitmen mendukung terciptanya ekosistem media yang sehat melalui pelaksanaan UKJ.
"Menurut kami, uji kompetensi wartawan merupakan salah satu upaya penting untuk terus menjaga kualitas, akurasi, dan etika dalam kerja jurnalistik. Karena itu, kami mendukung pelaksanaan kegiatan ini sebagai bagian dari komitmen bersama untuk mendorong iklim jurnalistik yang sehat dan bertanggung jawab," tutur Ananta Wisesa.
UKJ AMSI Kalbar 2026 menghadirkan tim penguji dari Lembaga Penguji Kompas dan didukung berbagai mitra strategis, mulai dari instansi pemerintah, kepolisian, hingga perusahaan swasta nasional. Sebanyak 23 jurnalis dari berbagai daerah di Kalimantan Barat mengikuti kegiatan tersebut. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini