Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Monday, 13 July 2026 |
KALBARONLINE.com – Laga final Piala Soeratin U-15 Kalimantan Barat yang mempertemukan Kubu Raya United melawan Gabsis Sambas di Stadion PSP Pontianak, Minggu (12/7/2026), diwarnai kericuhan yang melibatkan pemain, ofisial, hingga oknum suporter.
Insiden pertama terjadi pada pertengahan babak kedua saat Kubu Raya United unggul 2-0. Bermula dari pelanggaran keras terhadap salah satu pemain Kubu Raya United, suasana pertandingan memanas hingga memicu adu dorong antarpemain.
Ketegangan semakin meningkat setelah sejumlah pemain cadangan dari kedua tim masuk ke lapangan. Tak lama berselang, beberapa oknum suporter juga menerobos pembatas tribun dan memasuki area pertandingan.
Aparat keamanan bersama panitia pertandingan langsung turun tangan untuk mengendalikan situasi. Beberapa orang diamankan guna mencegah kericuhan semakin meluas. Akibat insiden tersebut, pertandingan sempat terhenti sekitar 20 menit sebelum akhirnya kembali dilanjutkan.
Namun, usai laga berakhir, kericuhan kembali pecah. Sejumlah pemain cadangan Gabsis Sambas diduga terpancing selebrasi kemenangan yang dilakukan pemain Kubu Raya United sehingga kembali terjadi pertikaian di tengah lapangan.
Petugas keamanan kembali bertindak memisahkan kedua kubu agar situasi tidak semakin memanas.
Kondisi juga belum sepenuhnya kondusif setelah pertandingan selesai. Meski panitia telah menerapkan sistem keluar stadion secara bergiliran, keributan kembali terjadi di luar Stadion PSP Pontianak.
Sejumlah pendukung Kubu Raya United tampak mengerumuni kendaraan yang membawa rombongan pemain Gabsis Sambas. Adu mulut yang terjadi kemudian kembali memicu bentrokan di depan stadion.
Di sisi lain, sejumlah orang tua pemain Kubu Raya United juga menyebut adanya dugaan tindakan anarkis terhadap pemain mereka saat melintas di dekat rombongan tim Gabsis Sambas.
Menanggapi insiden tersebut, Wakil Sekretaris Umum PSSI Kalimantan Barat, Robby Najini, memastikan seluruh rangkaian kejadian dalam laga final akan diproses melalui sidang Panitia Disiplin (Pandis) kompetisi.
"Seluruh kejadian dalam pertandingan ini akan kami bawa ke sidang Panitia Disiplin. Nanti akan diputuskan bentuk tindak lanjut maupun sanksi terhadap pihak-pihak yang terbukti melakukan pelanggaran," ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai jumlah pihak yang diamankan maupun bentuk sanksi yang akan dijatuhkan. (Lid)
KALBARONLINE.com – Laga final Piala Soeratin U-15 Kalimantan Barat yang mempertemukan Kubu Raya United melawan Gabsis Sambas di Stadion PSP Pontianak, Minggu (12/7/2026), diwarnai kericuhan yang melibatkan pemain, ofisial, hingga oknum suporter.
Insiden pertama terjadi pada pertengahan babak kedua saat Kubu Raya United unggul 2-0. Bermula dari pelanggaran keras terhadap salah satu pemain Kubu Raya United, suasana pertandingan memanas hingga memicu adu dorong antarpemain.
Ketegangan semakin meningkat setelah sejumlah pemain cadangan dari kedua tim masuk ke lapangan. Tak lama berselang, beberapa oknum suporter juga menerobos pembatas tribun dan memasuki area pertandingan.
Aparat keamanan bersama panitia pertandingan langsung turun tangan untuk mengendalikan situasi. Beberapa orang diamankan guna mencegah kericuhan semakin meluas. Akibat insiden tersebut, pertandingan sempat terhenti sekitar 20 menit sebelum akhirnya kembali dilanjutkan.
Namun, usai laga berakhir, kericuhan kembali pecah. Sejumlah pemain cadangan Gabsis Sambas diduga terpancing selebrasi kemenangan yang dilakukan pemain Kubu Raya United sehingga kembali terjadi pertikaian di tengah lapangan.
Petugas keamanan kembali bertindak memisahkan kedua kubu agar situasi tidak semakin memanas.
Kondisi juga belum sepenuhnya kondusif setelah pertandingan selesai. Meski panitia telah menerapkan sistem keluar stadion secara bergiliran, keributan kembali terjadi di luar Stadion PSP Pontianak.
Sejumlah pendukung Kubu Raya United tampak mengerumuni kendaraan yang membawa rombongan pemain Gabsis Sambas. Adu mulut yang terjadi kemudian kembali memicu bentrokan di depan stadion.
Di sisi lain, sejumlah orang tua pemain Kubu Raya United juga menyebut adanya dugaan tindakan anarkis terhadap pemain mereka saat melintas di dekat rombongan tim Gabsis Sambas.
Menanggapi insiden tersebut, Wakil Sekretaris Umum PSSI Kalimantan Barat, Robby Najini, memastikan seluruh rangkaian kejadian dalam laga final akan diproses melalui sidang Panitia Disiplin (Pandis) kompetisi.
"Seluruh kejadian dalam pertandingan ini akan kami bawa ke sidang Panitia Disiplin. Nanti akan diputuskan bentuk tindak lanjut maupun sanksi terhadap pihak-pihak yang terbukti melakukan pelanggaran," ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai jumlah pihak yang diamankan maupun bentuk sanksi yang akan dijatuhkan. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini