Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Tuesday, 14 July 2026 |
KALBARONLINE.com – Atlet panjat tebing Indonesia asal Pontianak, Veddriq Leonardo, sukses kembali mengibarkan Merah Putih di ajang internasional. Ia meraih medali emas nomor speed putra pada World Climbing Series Chamonix 2026, sekaligus mengakhiri penantian panjangnya untuk kembali naik podium tertinggi sejak tampil di Olimpiade.
Usai menerima medali, Veddriq mengaku kemenangan tersebut memiliki arti yang sangat besar. Baginya, emas di Chamonix menjadi gelar pertama yang diraih setelah Olimpiade, melalui perjuangan yang tidak mudah.
"Saya merasa luar biasa, saya sangat bersyukur karena sejujurnya ini adalah medali emas pertama saya setelah Olympic Games. Ini membutuhkan waktu yang cukup lama dan saya sangat bahagia," ujar Veddriq.
Atlet yang dijuluki Manusia Kilat itu juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim dan masyarakat Indonesia yang terus memberikan dukungan selama dirinya menjalani masa pemulihan.
"Saya hanya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang telah mendukung saya, dan untuk tim saya, Tim Indonesia, kalian semua hebat. Saya tidak tahu harus berkata apa lagi, saya benar-benar bahagia," katanya.
Di balik keberhasilan meraih emas World Climbing Series Chamonix 2026, Veddriq mengungkapkan bahwa dirinya belum sepenuhnya pulih dari cedera saat mengikuti kompetisi. Bahkan, ia mengaku hampir tidak sempat berlatih di dinding panjat sebelum berlaga.
"Kemenangan ini sangat berarti bagi saya, karena saya datang ke setiap kompetisi belakangan ini tanpa latihan yang layak. Saya tidak memanjat karena cedera," ungkapnya.
Menurut Veddriq, kondisi tersebut sudah dialaminya sejak mengikuti seri Madrid dan Krakow. Hingga tiba di Chamonix, ia masih belum bisa menjalani persiapan secara maksimal.
Meski begitu, semangat untuk bangkit membuatnya mampu tampil impresif. Pada babak kualifikasi, Veddriq mencatatkan waktu 4,8 detik sebelum akhirnya memastikan diri menjadi juara nomor speed putra.
"Di kompetisi Madrid, Krakow, bahkan di sini saya tidak berlatih, seperti tidak menyentuh dinding sama sekali. Tapi saya mencoba memberikan yang terbaik. Bisa mencatatkan waktu 4,8 detik di kualifikasi adalah pencapaian besar bagi saya. Saya sangat bersyukur," tuturnya.
Keberhasilan di Chamonix menjadi momentum penting dalam kebangkitan karier Veddriq Leonardo. Medali emas tersebut membuktikan bahwa keterbatasan akibat cedera tidak menghalanginya untuk kembali bersaing dan menjadi yang terbaik di level dunia. (Lid)
KALBARONLINE.com – Atlet panjat tebing Indonesia asal Pontianak, Veddriq Leonardo, sukses kembali mengibarkan Merah Putih di ajang internasional. Ia meraih medali emas nomor speed putra pada World Climbing Series Chamonix 2026, sekaligus mengakhiri penantian panjangnya untuk kembali naik podium tertinggi sejak tampil di Olimpiade.
Usai menerima medali, Veddriq mengaku kemenangan tersebut memiliki arti yang sangat besar. Baginya, emas di Chamonix menjadi gelar pertama yang diraih setelah Olimpiade, melalui perjuangan yang tidak mudah.
"Saya merasa luar biasa, saya sangat bersyukur karena sejujurnya ini adalah medali emas pertama saya setelah Olympic Games. Ini membutuhkan waktu yang cukup lama dan saya sangat bahagia," ujar Veddriq.
Atlet yang dijuluki Manusia Kilat itu juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim dan masyarakat Indonesia yang terus memberikan dukungan selama dirinya menjalani masa pemulihan.
"Saya hanya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang telah mendukung saya, dan untuk tim saya, Tim Indonesia, kalian semua hebat. Saya tidak tahu harus berkata apa lagi, saya benar-benar bahagia," katanya.
Di balik keberhasilan meraih emas World Climbing Series Chamonix 2026, Veddriq mengungkapkan bahwa dirinya belum sepenuhnya pulih dari cedera saat mengikuti kompetisi. Bahkan, ia mengaku hampir tidak sempat berlatih di dinding panjat sebelum berlaga.
"Kemenangan ini sangat berarti bagi saya, karena saya datang ke setiap kompetisi belakangan ini tanpa latihan yang layak. Saya tidak memanjat karena cedera," ungkapnya.
Menurut Veddriq, kondisi tersebut sudah dialaminya sejak mengikuti seri Madrid dan Krakow. Hingga tiba di Chamonix, ia masih belum bisa menjalani persiapan secara maksimal.
Meski begitu, semangat untuk bangkit membuatnya mampu tampil impresif. Pada babak kualifikasi, Veddriq mencatatkan waktu 4,8 detik sebelum akhirnya memastikan diri menjadi juara nomor speed putra.
"Di kompetisi Madrid, Krakow, bahkan di sini saya tidak berlatih, seperti tidak menyentuh dinding sama sekali. Tapi saya mencoba memberikan yang terbaik. Bisa mencatatkan waktu 4,8 detik di kualifikasi adalah pencapaian besar bagi saya. Saya sangat bersyukur," tuturnya.
Keberhasilan di Chamonix menjadi momentum penting dalam kebangkitan karier Veddriq Leonardo. Medali emas tersebut membuktikan bahwa keterbatasan akibat cedera tidak menghalanginya untuk kembali bersaing dan menjadi yang terbaik di level dunia. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini