Pontianak    

Bangkit dari Cedera, Veddriq Leonardo Raih Emas World Climbing Series Chamonix 2026

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Tuesday, 14 July 2026
Bangkit dari Cedera, Veddriq Leonardo Raih Emas World Climbing Series Chamonix 2026
Veddriq Leonardo bangkit dari cedera dan sukses meraih emas nomor speed putra di World Climbing Series Chamonix 2026 (Foto: Lid/KALBARONLINE.com)
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Atlet panjat tebing Indonesia asal Pontianak, Veddriq Leonardo, sukses kembali mengibarkan Merah Putih di ajang internasional. Ia meraih medali emas nomor speed putra pada World Climbing Series Chamonix 2026, sekaligus mengakhiri penantian panjangnya untuk kembali naik podium tertinggi sejak tampil di Olimpiade.

Usai menerima medali, Veddriq mengaku kemenangan tersebut memiliki arti yang sangat besar. Baginya, emas di Chamonix menjadi gelar pertama yang diraih setelah Olimpiade, melalui perjuangan yang tidak mudah.

"Saya merasa luar biasa, saya sangat bersyukur karena sejujurnya ini adalah medali emas pertama saya setelah Olympic Games. Ini membutuhkan waktu yang cukup lama dan saya sangat bahagia," ujar Veddriq.

Atlet yang dijuluki Manusia Kilat itu juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim dan masyarakat Indonesia yang terus memberikan dukungan selama dirinya menjalani masa pemulihan.

"Saya hanya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang telah mendukung saya, dan untuk tim saya, Tim Indonesia, kalian semua hebat. Saya tidak tahu harus berkata apa lagi, saya benar-benar bahagia," katanya.

Di balik keberhasilan meraih emas World Climbing Series Chamonix 2026, Veddriq mengungkapkan bahwa dirinya belum sepenuhnya pulih dari cedera saat mengikuti kompetisi. Bahkan, ia mengaku hampir tidak sempat berlatih di dinding panjat sebelum berlaga.

"Kemenangan ini sangat berarti bagi saya, karena saya datang ke setiap kompetisi belakangan ini tanpa latihan yang layak. Saya tidak memanjat karena cedera," ungkapnya.

Menurut Veddriq, kondisi tersebut sudah dialaminya sejak mengikuti seri Madrid dan Krakow. Hingga tiba di Chamonix, ia masih belum bisa menjalani persiapan secara maksimal.

Meski begitu, semangat untuk bangkit membuatnya mampu tampil impresif. Pada babak kualifikasi, Veddriq mencatatkan waktu 4,8 detik sebelum akhirnya memastikan diri menjadi juara nomor speed putra.

"Di kompetisi Madrid, Krakow, bahkan di sini saya tidak berlatih, seperti tidak menyentuh dinding sama sekali. Tapi saya mencoba memberikan yang terbaik. Bisa mencatatkan waktu 4,8 detik di kualifikasi adalah pencapaian besar bagi saya. Saya sangat bersyukur," tuturnya.

Keberhasilan di Chamonix menjadi momentum penting dalam kebangkitan karier Veddriq Leonardo. Medali emas tersebut membuktikan bahwa keterbatasan akibat cedera tidak menghalanginya untuk kembali bersaing dan menjadi yang terbaik di level dunia. (Lid)

Artikel Selanjutnya
Edi Kamtono Gelar Nobar Final Piala Dunia 2026 di Alun Kapuas, Jagokan Prancis Juara
Tuesday, 14 July 2026
Artikel Sebelumnya
Inspektorat Pontianak Gencarkan Sosialisasi Gratifikasi, Budaya Integritas ASN Diperkuat hingga Sekolah
Tuesday, 14 July 2026

Berita terkait