Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Thursday, 16 July 2026 |
KALBARONLINE.com – Kehilangan gigi bisa dialami siapa saja, baik karena faktor usia, kecelakaan, maupun penyakit pada gigi dan gusi. Kondisi ini tidak hanya memengaruhi penampilan, tetapi juga mengganggu fungsi mengunyah dan berbicara.
Dokter Gigi RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (SSMA) Kota Pontianak, drg. Benaidi, mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan memilih gigi palsu. Menurutnya, setiap jenis gigi palsu memiliki fungsi dan indikasi yang berbeda sehingga pemilihannya harus disesuaikan dengan kondisi kesehatan rongga mulut masing-masing pasien.
“Gigi palsu bukan hanya untuk memperbaiki penampilan, tetapi juga membantu mengembalikan fungsi mengunyah, berbicara serta menjaga susunan gigi agar tidak bergeser akibat adanya gigi yang hilang," ujar drg. Benaidi saat memberikan edukasi di RSUD SSMA Kota Pontianak, Kamis (16/7/2026).
Ia menjelaskan, secara umum terdapat tiga jenis gigi palsu yang sering digunakan, yakni gigi palsu lepasan, gigi palsu cekat (bridge), dan gigi palsu berbasis implan.
Menurutnya, gigi palsu lepasan memiliki biaya yang lebih terjangkau dan mudah dibersihkan. Sementara gigi palsu cekat menawarkan kenyamanan serta stabilitas yang lebih baik.
Adapun gigi palsu berbasis implan dinilai paling kuat dan paling menyerupai gigi asli. Namun, penggunaannya harus disesuaikan dengan kondisi kesehatan mulut, kebutuhan pasien, serta kemampuan biaya.
Selain memilih jenis gigi palsu yang tepat, drg. Benaidi juga menekankan pentingnya perawatan agar gigi palsu tetap bersih, nyaman digunakan, dan memiliki usia pakai yang lebih lama.
Ia menyarankan pengguna membersihkan gigi palsu setiap hari menggunakan sikat berbulu lembut dan cairan pembersih khusus. Khusus pengguna gigi palsu lepasan, gigi sebaiknya dilepas saat tidur dan direndam dalam air bersih atau larutan pembersih sesuai anjuran.
“Jangan menggunakan air panas karena dapat mengubah bentuk gigi palsu. Selain itu, kebersihan gusi, lidah, dan jaringan mulut juga harus tetap dijaga meskipun sudah menggunakan gigi palsu,” pesannya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mencoba memperbaiki sendiri gigi palsu yang retak atau longgar. Apabila mengalami kerusakan, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter gigi agar penanganan dilakukan secara tepat dan tidak memperparah kondisi rongga mulut.
“Jangan memilih jenis gigi palsu hanya karena mengikuti orang lain. Setiap orang memiliki kondisi rongga mulut yang berbeda sehingga jenis perawatan yang dibutuhkan juga berbeda. Dan jangan lupa untuk rutin pemeriksaan ke dokter gigi meskipun tanpa ada keluhan, karena kondisi gusi dan tulang rahang dapat berubah seiring waktu sehingga gigi palsu mungkin memerlukan penyesuaian,” pungkasnya. (*)
KALBARONLINE.com – Kehilangan gigi bisa dialami siapa saja, baik karena faktor usia, kecelakaan, maupun penyakit pada gigi dan gusi. Kondisi ini tidak hanya memengaruhi penampilan, tetapi juga mengganggu fungsi mengunyah dan berbicara.
Dokter Gigi RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (SSMA) Kota Pontianak, drg. Benaidi, mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan memilih gigi palsu. Menurutnya, setiap jenis gigi palsu memiliki fungsi dan indikasi yang berbeda sehingga pemilihannya harus disesuaikan dengan kondisi kesehatan rongga mulut masing-masing pasien.
“Gigi palsu bukan hanya untuk memperbaiki penampilan, tetapi juga membantu mengembalikan fungsi mengunyah, berbicara serta menjaga susunan gigi agar tidak bergeser akibat adanya gigi yang hilang," ujar drg. Benaidi saat memberikan edukasi di RSUD SSMA Kota Pontianak, Kamis (16/7/2026).
Ia menjelaskan, secara umum terdapat tiga jenis gigi palsu yang sering digunakan, yakni gigi palsu lepasan, gigi palsu cekat (bridge), dan gigi palsu berbasis implan.
Menurutnya, gigi palsu lepasan memiliki biaya yang lebih terjangkau dan mudah dibersihkan. Sementara gigi palsu cekat menawarkan kenyamanan serta stabilitas yang lebih baik.
Adapun gigi palsu berbasis implan dinilai paling kuat dan paling menyerupai gigi asli. Namun, penggunaannya harus disesuaikan dengan kondisi kesehatan mulut, kebutuhan pasien, serta kemampuan biaya.
Selain memilih jenis gigi palsu yang tepat, drg. Benaidi juga menekankan pentingnya perawatan agar gigi palsu tetap bersih, nyaman digunakan, dan memiliki usia pakai yang lebih lama.
Ia menyarankan pengguna membersihkan gigi palsu setiap hari menggunakan sikat berbulu lembut dan cairan pembersih khusus. Khusus pengguna gigi palsu lepasan, gigi sebaiknya dilepas saat tidur dan direndam dalam air bersih atau larutan pembersih sesuai anjuran.
“Jangan menggunakan air panas karena dapat mengubah bentuk gigi palsu. Selain itu, kebersihan gusi, lidah, dan jaringan mulut juga harus tetap dijaga meskipun sudah menggunakan gigi palsu,” pesannya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mencoba memperbaiki sendiri gigi palsu yang retak atau longgar. Apabila mengalami kerusakan, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter gigi agar penanganan dilakukan secara tepat dan tidak memperparah kondisi rongga mulut.
“Jangan memilih jenis gigi palsu hanya karena mengikuti orang lain. Setiap orang memiliki kondisi rongga mulut yang berbeda sehingga jenis perawatan yang dibutuhkan juga berbeda. Dan jangan lupa untuk rutin pemeriksaan ke dokter gigi meskipun tanpa ada keluhan, karena kondisi gusi dan tulang rahang dapat berubah seiring waktu sehingga gigi palsu mungkin memerlukan penyesuaian,” pungkasnya. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini