Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Sunday, 26 July 2026 |
KALBARONLINE.com – Pengurus Besar Asosiasi Bola Tangan Indonesia (PB ABTI) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) di Grand Mahkota Hotel, Pontianak, Sabtu (25/7/2026). Forum tertinggi organisasi ini menjadi momentum untuk mengevaluasi program kerja sekaligus merumuskan strategi pengembangan bola tangan Indonesia agar semakin kompetitif di tingkat Asia maupun dunia.
Munas dihadiri pengurus ABTI dari berbagai provinsi. Sejumlah pejabat dan tokoh olahraga nasional turut hadir, di antaranya Pelaksana Tugas Asisten Deputi Sentra Pembinaan Olahragawan Muda Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Usman Ali Mustofa, Ketua Bidang Pembinaan Hukum KONI Pusat Widodo Sigit Pudjianto, Komite Eksekutif Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Harry Warga Negara, unsur Forkopimda Kalimantan Barat, serta tamu undangan lainnya.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Plt Asdep Sentra Pembinaan Olahragawan Muda Kemenpora, Usman Ali Mustofa. Dalam sambutannya, ia mengungkapkan pemerintah saat ini tengah merevisi Peraturan Presiden tentang Desain Besar Olahraga Nasional (DBON). Pada regulasi yang berlaku saat ini, cabang olahraga bola tangan belum masuk dalam daftar 21 cabang olahraga prioritas nasional.
Meski demikian, Usman menegaskan peluang tersebut masih terbuka apabila prestasi bola tangan Indonesia terus menunjukkan peningkatan di level internasional.
"Sekarang sedang dilakukan revisi Perpres DBON yang mencantumkan skala prioritas cabang olahraga. Memang bola tangan belum termasuk di dalam 21 cabang prioritas, tetapi tidak menutup kemungkinan nanti akan disesuaikan dengan capaian prestasi yang telah diraih oleh bola tangan," ujarnya.
Menurutnya, peningkatan prestasi di tingkat Asia Tenggara, Asia, hingga dunia menjadi faktor penting agar bola tangan mendapat perhatian lebih besar dalam program pembinaan olahraga nasional.
Sementara itu, Ketua Umum PB ABTI, Zulfydar Zaidar Mochtar, mengatakan Munas menjadi ajang evaluasi capaian organisasi sekaligus menyusun arah pembinaan bola tangan Indonesia ke depan. Ia menilai perkembangan olahraga tersebut dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren yang positif.
Zulfydar memaparkan, tim bola tangan pantai putri Indonesia berhasil menjadi juara Asia Tenggara dan mampu mencatatkan prestasi di level Asia. Sementara itu, tim putra berhasil mengalahkan sejumlah negara seperti Hong Kong, China, dan Kuwait. Adapun tim putri juga pernah meraih peringkat ketiga pada Kejuaraan Asia.
Pada SEA Games terakhir, tim bola tangan putra Indonesia sukses mempersembahkan medali perunggu, yang dinilai menjadi salah satu tonggak penting dalam perkembangan olahraga bola tangan nasional.
"Target kami tidak hanya Asia Tenggara, tetapi juga Asia. Untuk bola tangan pantai kami sudah mampu berprestasi di Asia. Sekarang bagaimana bola tangan indoor juga bisa meningkat, karena kami sudah mengikuti berbagai kejuaraan Asia maupun dunia," kata Zulfydar.
Ia menambahkan, berbagai capaian tersebut menjadi modal penting agar bola tangan Indonesia semakin diperhitungkan di kancah internasional sekaligus memperkuat peluang masuk dalam program prioritas pembinaan olahraga nasional.
Melalui Munas yang digelar di Pontianak, PB ABTI berharap lahir berbagai rekomendasi strategis untuk memperkuat organisasi, meningkatkan pembinaan atlet usia dini, memperluas kompetisi nasional, serta mendorong lahirnya prestasi yang lebih tinggi sehingga bola tangan Indonesia mampu bersaing secara konsisten di tingkat Asia hingga dunia. (Lid)
KALBARONLINE.com – Pengurus Besar Asosiasi Bola Tangan Indonesia (PB ABTI) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) di Grand Mahkota Hotel, Pontianak, Sabtu (25/7/2026). Forum tertinggi organisasi ini menjadi momentum untuk mengevaluasi program kerja sekaligus merumuskan strategi pengembangan bola tangan Indonesia agar semakin kompetitif di tingkat Asia maupun dunia.
Munas dihadiri pengurus ABTI dari berbagai provinsi. Sejumlah pejabat dan tokoh olahraga nasional turut hadir, di antaranya Pelaksana Tugas Asisten Deputi Sentra Pembinaan Olahragawan Muda Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Usman Ali Mustofa, Ketua Bidang Pembinaan Hukum KONI Pusat Widodo Sigit Pudjianto, Komite Eksekutif Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Harry Warga Negara, unsur Forkopimda Kalimantan Barat, serta tamu undangan lainnya.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Plt Asdep Sentra Pembinaan Olahragawan Muda Kemenpora, Usman Ali Mustofa. Dalam sambutannya, ia mengungkapkan pemerintah saat ini tengah merevisi Peraturan Presiden tentang Desain Besar Olahraga Nasional (DBON). Pada regulasi yang berlaku saat ini, cabang olahraga bola tangan belum masuk dalam daftar 21 cabang olahraga prioritas nasional.
Meski demikian, Usman menegaskan peluang tersebut masih terbuka apabila prestasi bola tangan Indonesia terus menunjukkan peningkatan di level internasional.
"Sekarang sedang dilakukan revisi Perpres DBON yang mencantumkan skala prioritas cabang olahraga. Memang bola tangan belum termasuk di dalam 21 cabang prioritas, tetapi tidak menutup kemungkinan nanti akan disesuaikan dengan capaian prestasi yang telah diraih oleh bola tangan," ujarnya.
Menurutnya, peningkatan prestasi di tingkat Asia Tenggara, Asia, hingga dunia menjadi faktor penting agar bola tangan mendapat perhatian lebih besar dalam program pembinaan olahraga nasional.
Sementara itu, Ketua Umum PB ABTI, Zulfydar Zaidar Mochtar, mengatakan Munas menjadi ajang evaluasi capaian organisasi sekaligus menyusun arah pembinaan bola tangan Indonesia ke depan. Ia menilai perkembangan olahraga tersebut dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren yang positif.
Zulfydar memaparkan, tim bola tangan pantai putri Indonesia berhasil menjadi juara Asia Tenggara dan mampu mencatatkan prestasi di level Asia. Sementara itu, tim putra berhasil mengalahkan sejumlah negara seperti Hong Kong, China, dan Kuwait. Adapun tim putri juga pernah meraih peringkat ketiga pada Kejuaraan Asia.
Pada SEA Games terakhir, tim bola tangan putra Indonesia sukses mempersembahkan medali perunggu, yang dinilai menjadi salah satu tonggak penting dalam perkembangan olahraga bola tangan nasional.
"Target kami tidak hanya Asia Tenggara, tetapi juga Asia. Untuk bola tangan pantai kami sudah mampu berprestasi di Asia. Sekarang bagaimana bola tangan indoor juga bisa meningkat, karena kami sudah mengikuti berbagai kejuaraan Asia maupun dunia," kata Zulfydar.
Ia menambahkan, berbagai capaian tersebut menjadi modal penting agar bola tangan Indonesia semakin diperhitungkan di kancah internasional sekaligus memperkuat peluang masuk dalam program prioritas pembinaan olahraga nasional.
Melalui Munas yang digelar di Pontianak, PB ABTI berharap lahir berbagai rekomendasi strategis untuk memperkuat organisasi, meningkatkan pembinaan atlet usia dini, memperluas kompetisi nasional, serta mendorong lahirnya prestasi yang lebih tinggi sehingga bola tangan Indonesia mampu bersaing secara konsisten di tingkat Asia hingga dunia. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini