Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Wednesday, 29 July 2026 |
KALBARONLINE.com – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menekankan pentingnya peran aparatur sipil negara (ASN) sebagai pelayan masyarakat yang profesional, adaptif, dan mampu menjawab berbagai tantangan pelayanan publik di tengah keterbatasan sumber daya serta perubahan birokrasi.
Pesan tersebut disampaikan Edi saat membuka Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan XIII Tahun 2026 di lingkungan Pemerintah Kota Pontianak, Rabu (29/7/2026).
Menurutnya, jabatan pengawas memiliki posisi strategis karena menjadi penghubung antara kebijakan pimpinan dengan pelaksanaan pelayanan kepada masyarakat.
Karena itu, peserta pelatihan diminta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meningkatkan kompetensi kepemimpinan, kemampuan analisis, koordinasi, serta inovasi dalam menjalankan tugas.
"ASN tidak cukup hanya memahami aturan. Kita juga harus mampu membaca persoalan di lapangan, mencari solusi, dan memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan pasti kepada masyarakat," ujarnya usai membuka pelatihan.
Edi mengatakan, ekspektasi masyarakat terhadap ASN semakin tinggi, terutama di era digital ketika berbagai pelayanan publik mudah mendapat perhatian masyarakat.
Menurutnya, ASN harus tetap bekerja secara profesional dengan tetap berada dalam koridor aturan yang berlaku.
Ia juga mengingatkan bahwa tugas ASN tidak hanya sebatas menjalankan uraian jabatan.
Khusus aparatur di tingkat kecamatan dan kelurahan, Edi meminta agar memiliki kepedulian terhadap berbagai persoalan yang terjadi di wilayahnya, mulai dari kebersihan lingkungan, infrastruktur, pelayanan administrasi, hingga kondisi sosial masyarakat.
"Kalau ada jalan berlubang, lampu penerangan mati, lingkungan kumuh, atau ada warga yang belum mendapatkan pelayanan, itu harus menjadi perhatian. Meskipun bukan tugas utama, tetapi itu bagian dari fungsi sebagai pelayan masyarakat," jelasnya.
Di tengah keterbatasan jumlah pegawai, Edi mendorong ASN untuk terus meningkatkan kapasitas melalui pembelajaran, penguasaan regulasi, serta pemanfaatan inovasi dan digitalisasi.
Langkah tersebut dinilai penting agar kualitas pelayanan publik tetap terjaga dan mampu mengikuti perkembangan zaman.
Edi juga mengajak peserta PKP memanfaatkan masa pendidikan sebagai sarana memperkuat kompetensi, membangun komunikasi, sekaligus melakukan evaluasi diri sebagai aparatur negara.
"Terus tingkatkan kompetensi, kreativitas, dan komunikasi. Bekerjalah dengan sabar, ikhlas, dan penuh tanggung jawab. Kemampuan seseorang akan terlihat dari bagaimana ia mampu menyelesaikan persoalan. Dari situlah lahir pemimpin-pemimpin yang berkualitas," tutupnya. (*)
KALBARONLINE.com – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menekankan pentingnya peran aparatur sipil negara (ASN) sebagai pelayan masyarakat yang profesional, adaptif, dan mampu menjawab berbagai tantangan pelayanan publik di tengah keterbatasan sumber daya serta perubahan birokrasi.
Pesan tersebut disampaikan Edi saat membuka Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan XIII Tahun 2026 di lingkungan Pemerintah Kota Pontianak, Rabu (29/7/2026).
Menurutnya, jabatan pengawas memiliki posisi strategis karena menjadi penghubung antara kebijakan pimpinan dengan pelaksanaan pelayanan kepada masyarakat.
Karena itu, peserta pelatihan diminta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meningkatkan kompetensi kepemimpinan, kemampuan analisis, koordinasi, serta inovasi dalam menjalankan tugas.
"ASN tidak cukup hanya memahami aturan. Kita juga harus mampu membaca persoalan di lapangan, mencari solusi, dan memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan pasti kepada masyarakat," ujarnya usai membuka pelatihan.
Edi mengatakan, ekspektasi masyarakat terhadap ASN semakin tinggi, terutama di era digital ketika berbagai pelayanan publik mudah mendapat perhatian masyarakat.
Menurutnya, ASN harus tetap bekerja secara profesional dengan tetap berada dalam koridor aturan yang berlaku.
Ia juga mengingatkan bahwa tugas ASN tidak hanya sebatas menjalankan uraian jabatan.
Khusus aparatur di tingkat kecamatan dan kelurahan, Edi meminta agar memiliki kepedulian terhadap berbagai persoalan yang terjadi di wilayahnya, mulai dari kebersihan lingkungan, infrastruktur, pelayanan administrasi, hingga kondisi sosial masyarakat.
"Kalau ada jalan berlubang, lampu penerangan mati, lingkungan kumuh, atau ada warga yang belum mendapatkan pelayanan, itu harus menjadi perhatian. Meskipun bukan tugas utama, tetapi itu bagian dari fungsi sebagai pelayan masyarakat," jelasnya.
Di tengah keterbatasan jumlah pegawai, Edi mendorong ASN untuk terus meningkatkan kapasitas melalui pembelajaran, penguasaan regulasi, serta pemanfaatan inovasi dan digitalisasi.
Langkah tersebut dinilai penting agar kualitas pelayanan publik tetap terjaga dan mampu mengikuti perkembangan zaman.
Edi juga mengajak peserta PKP memanfaatkan masa pendidikan sebagai sarana memperkuat kompetensi, membangun komunikasi, sekaligus melakukan evaluasi diri sebagai aparatur negara.
"Terus tingkatkan kompetensi, kreativitas, dan komunikasi. Bekerjalah dengan sabar, ikhlas, dan penuh tanggung jawab. Kemampuan seseorang akan terlihat dari bagaimana ia mampu menyelesaikan persoalan. Dari situlah lahir pemimpin-pemimpin yang berkualitas," tutupnya. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini