Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Sunday, 02 August 2026 |
KALBARONLINE.com – Kafilah Kota Pontianak menampilkan mobil hias berbentuk tanjak dalam Pawai Pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Bundaran Tugu Durian, Kabupaten Kayong Utara, Minggu (2/8/2026) pagi.
Mobil hias tersebut menjadi salah satu simbol identitas Kota Pontianak dalam rangkaian pawai. Bentuk tanjak yang diangkat bukan sekadar ornamen budaya Melayu, tetapi memiliki makna filosofis tentang adab, tanggung jawab, dan komitmen dalam membaca serta mengamalkan Al-Qur’an.
Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kota Pontianak, Amirullah, mengatakan tanjak dipilih karena memiliki nilai simbolik yang kuat.
Menurutnya, tanjak melambangkan kehormatan, kebijaksanaan, dan keberanian dalam bersikap. Dalam konteks MTQ, setiap lipatan pada tanjak dimaknai sebagai keteguhan untuk membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar serta menjadikannya pedoman dalam kehidupan.
“Mahkota tanjak ini membawa pesan tentang komitmen membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar, tanggung jawab kepada Allah SWT, kebijaksanaan dalam bertingkah laku, dan keberanian dalam bersikap,” ujar Amirullah yang juga menjabat Sekretaris Daerah Kota Pontianak.
Amirullah menjelaskan, keikutsertaan Kota Pontianak dalam pawai tidak hanya bertujuan memeriahkan pembukaan MTQ, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkenalkan karakter daerah, memperkuat silaturahmi, serta menunjukkan semangat syiar Al-Qur’an.
Menurutnya, pawai tersebut menjadi momentum penting bagi kafilah sebelum memasuki rangkaian perlombaan.
Kegiatan itu dinilai mampu membangun kebersamaan, meneguhkan mental peserta, serta mempererat hubungan antarkafilah dari seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Barat.
“Ini ruang silaturahmi dan penyemangat bagi kafilah sebelum mengikuti perlombaan,” katanya.
Pesan utama yang dibawa Kota Pontianak dalam pawai tersebut adalah semangat menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber nilai dalam kehidupan masyarakat.
Identitas budaya yang ditampilkan melalui tanjak dan ornamen khas Pontianak diharapkan menunjukkan bahwa nilai agama dan budaya daerah dapat berjalan berdampingan.
Amirullah menambahkan, seluruh peserta kafilah Kota Pontianak diharapkan tidak hanya berorientasi pada pencapaian prestasi, tetapi juga menjaga akhlak, adab, serta nama baik daerah selama mengikuti MTQ XXXIV Kalbar.
“Harapan kami, peserta tampil maksimal, menjaga kesehatan, menjaga kekompakan, dan membawa nama baik Kota Pontianak. Prestasi penting, tetapi akhlak dan adab sebagai peserta MTQ juga harus dijaga,” ungkapnya.
Pada MTQ XXXIV Kalbar ini, Kota Pontianak menurunkan 55 kafilah.
Amirullah berharap keikutsertaan tersebut tidak hanya menghasilkan prestasi, tetapi juga memperkuat pembinaan generasi Qur’ani di Kota Pontianak.
“Semoga kafilah Kota Pontianak diberi kelancaran, kesehatan, dan hasil terbaik. Yang paling utama, semoga MTQ ini semakin menguatkan kecintaan kita kepada Al-Qur’an,” pungkasnya. (*)
KALBARONLINE.com – Kafilah Kota Pontianak menampilkan mobil hias berbentuk tanjak dalam Pawai Pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Bundaran Tugu Durian, Kabupaten Kayong Utara, Minggu (2/8/2026) pagi.
Mobil hias tersebut menjadi salah satu simbol identitas Kota Pontianak dalam rangkaian pawai. Bentuk tanjak yang diangkat bukan sekadar ornamen budaya Melayu, tetapi memiliki makna filosofis tentang adab, tanggung jawab, dan komitmen dalam membaca serta mengamalkan Al-Qur’an.
Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kota Pontianak, Amirullah, mengatakan tanjak dipilih karena memiliki nilai simbolik yang kuat.
Menurutnya, tanjak melambangkan kehormatan, kebijaksanaan, dan keberanian dalam bersikap. Dalam konteks MTQ, setiap lipatan pada tanjak dimaknai sebagai keteguhan untuk membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar serta menjadikannya pedoman dalam kehidupan.
“Mahkota tanjak ini membawa pesan tentang komitmen membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar, tanggung jawab kepada Allah SWT, kebijaksanaan dalam bertingkah laku, dan keberanian dalam bersikap,” ujar Amirullah yang juga menjabat Sekretaris Daerah Kota Pontianak.
Amirullah menjelaskan, keikutsertaan Kota Pontianak dalam pawai tidak hanya bertujuan memeriahkan pembukaan MTQ, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkenalkan karakter daerah, memperkuat silaturahmi, serta menunjukkan semangat syiar Al-Qur’an.
Menurutnya, pawai tersebut menjadi momentum penting bagi kafilah sebelum memasuki rangkaian perlombaan.
Kegiatan itu dinilai mampu membangun kebersamaan, meneguhkan mental peserta, serta mempererat hubungan antarkafilah dari seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Barat.
“Ini ruang silaturahmi dan penyemangat bagi kafilah sebelum mengikuti perlombaan,” katanya.
Pesan utama yang dibawa Kota Pontianak dalam pawai tersebut adalah semangat menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber nilai dalam kehidupan masyarakat.
Identitas budaya yang ditampilkan melalui tanjak dan ornamen khas Pontianak diharapkan menunjukkan bahwa nilai agama dan budaya daerah dapat berjalan berdampingan.
Amirullah menambahkan, seluruh peserta kafilah Kota Pontianak diharapkan tidak hanya berorientasi pada pencapaian prestasi, tetapi juga menjaga akhlak, adab, serta nama baik daerah selama mengikuti MTQ XXXIV Kalbar.
“Harapan kami, peserta tampil maksimal, menjaga kesehatan, menjaga kekompakan, dan membawa nama baik Kota Pontianak. Prestasi penting, tetapi akhlak dan adab sebagai peserta MTQ juga harus dijaga,” ungkapnya.
Pada MTQ XXXIV Kalbar ini, Kota Pontianak menurunkan 55 kafilah.
Amirullah berharap keikutsertaan tersebut tidak hanya menghasilkan prestasi, tetapi juga memperkuat pembinaan generasi Qur’ani di Kota Pontianak.
“Semoga kafilah Kota Pontianak diberi kelancaran, kesehatan, dan hasil terbaik. Yang paling utama, semoga MTQ ini semakin menguatkan kecintaan kita kepada Al-Qur’an,” pungkasnya. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini