Ketapang    

Gelar 4 Pilar di Ketapang, Daniel Johan Serap Aspirasi Petani dan Tokoh Masyarakat

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Sunday, 16 August 2026
Gelar 4 Pilar di Ketapang, Daniel Johan Serap Aspirasi Petani dan Tokoh Masyarakat
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com - Anggota DPR RI Fraksi PKB Daniel Johan menggelar Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Nevada Ketapang Hotel, Kabupaten Ketapang, Minggu (16/8/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri ratusan petani, tokoh masyarakat, dan kepala desa se-Kabupaten Ketapang. Selain menyampaikan nilai-nilai kebangsaan, kegiatan itu juga menjadi ruang bagi Daniel Johan untuk menyerap aspirasi masyarakat di tingkat akar rumput.

Dalam pemaparannya, Daniel Johan menekankan pentingnya menjaga Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai fondasi kehidupan berbangsa.

Menurutnya, kepala desa dan tokoh masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga keharmonisan di tengah masyarakat. Sementara petani memiliki kontribusi besar dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

Memasuki sesi dialog, sejumlah aspirasi disampaikan masyarakat, termasuk persoalan yang dihadapi petani dalam menjalankan aktivitas pertanian.

Salah satu tokoh masyarakat sekaligus perwakilan petani, Yanto, menyoroti persoalan pupuk subsidi dan ketidakstabilan harga hasil panen.

“Kami sangat mendukung nilai-nilai Pancasila ini, Pak. Namun di lapangan, bagaimana kita bisa mewujudkan rasa keadilan itu secara nyata jika petani kecil masih kesulitan mendapatkan pupuk subsidi dan harga jual panen sering tidak stabil? Mohon arahannya, Pak Daniel,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Daniel mengatakan persoalan kesejahteraan petani berkaitan erat dengan nilai keadilan sosial sebagaimana amanat Pancasila.

“Terima kasih, Pak Yanto. Ini masukan yang sangat baik. Keadilan sosial adalah amanat sila kelima Pancasila, yang berarti kesejahteraan petani harus menjadi prioritas,” kata Daniel.

Terkait pupuk subsidi, Daniel menyebut pihaknya di DPR terus mendorong Kementerian Pertanian untuk menyempurnakan data penerima agar penyalurannya lebih tepat sasaran.

Sementara untuk menjaga stabilitas harga hasil panen, ia menilai peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Bulog daerah perlu dioptimalkan agar dapat menyerap hasil pertanian masyarakat dengan harga yang layak.

“Ini adalah ikhtiar bersama yang membutuhkan sinergi antara legislatif, kepala desa, dan kelompok tani,” ujarnya.

Kegiatan tersebut ditutup dengan komitmen bersama untuk terus menjaga nilai-nilai gotong royong demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Ketapang.


Artikel Selanjutnya
Kantor Bupati Kapuas Hulu Dikepung Massa, Tuntut Persoalan Pertanahan
Monday, 31 August 2026
Artikel Sebelumnya
Kantor Bupati Kapuas Hulu Dikepung Massa, Tuntut Persoalan Pertanahan
Monday, 31 August 2026

Berita terkait