Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Sunday, 16 August 2026 |
KALBARONLINE.com - Anggota DPR RI Fraksi PKB Daniel Johan menggelar Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Nevada Ketapang Hotel, Kabupaten Ketapang, Minggu (16/8/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri ratusan petani, tokoh masyarakat, dan kepala desa se-Kabupaten Ketapang. Selain menyampaikan nilai-nilai kebangsaan, kegiatan itu juga menjadi ruang bagi Daniel Johan untuk menyerap aspirasi masyarakat di tingkat akar rumput.
Dalam pemaparannya, Daniel Johan menekankan pentingnya menjaga Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai fondasi kehidupan berbangsa.
Menurutnya, kepala desa dan tokoh masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga keharmonisan di tengah masyarakat. Sementara petani memiliki kontribusi besar dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
Memasuki sesi dialog, sejumlah aspirasi disampaikan masyarakat, termasuk persoalan yang dihadapi petani dalam menjalankan aktivitas pertanian.
Salah satu tokoh masyarakat sekaligus perwakilan petani, Yanto, menyoroti persoalan pupuk subsidi dan ketidakstabilan harga hasil panen.
“Kami sangat mendukung nilai-nilai Pancasila ini, Pak. Namun di lapangan, bagaimana kita bisa mewujudkan rasa keadilan itu secara nyata jika petani kecil masih kesulitan mendapatkan pupuk subsidi dan harga jual panen sering tidak stabil? Mohon arahannya, Pak Daniel,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Daniel mengatakan persoalan kesejahteraan petani berkaitan erat dengan nilai keadilan sosial sebagaimana amanat Pancasila.
“Terima kasih, Pak Yanto. Ini masukan yang sangat baik. Keadilan sosial adalah amanat sila kelima Pancasila, yang berarti kesejahteraan petani harus menjadi prioritas,” kata Daniel.
Terkait pupuk subsidi, Daniel menyebut pihaknya di DPR terus mendorong Kementerian Pertanian untuk menyempurnakan data penerima agar penyalurannya lebih tepat sasaran.
Sementara untuk menjaga stabilitas harga hasil panen, ia menilai peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Bulog daerah perlu dioptimalkan agar dapat menyerap hasil pertanian masyarakat dengan harga yang layak.
“Ini adalah ikhtiar bersama yang membutuhkan sinergi antara legislatif, kepala desa, dan kelompok tani,” ujarnya.
Kegiatan tersebut ditutup dengan komitmen bersama untuk terus menjaga nilai-nilai gotong royong demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Ketapang.
KALBARONLINE.com - Anggota DPR RI Fraksi PKB Daniel Johan menggelar Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Nevada Ketapang Hotel, Kabupaten Ketapang, Minggu (16/8/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri ratusan petani, tokoh masyarakat, dan kepala desa se-Kabupaten Ketapang. Selain menyampaikan nilai-nilai kebangsaan, kegiatan itu juga menjadi ruang bagi Daniel Johan untuk menyerap aspirasi masyarakat di tingkat akar rumput.
Dalam pemaparannya, Daniel Johan menekankan pentingnya menjaga Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai fondasi kehidupan berbangsa.
Menurutnya, kepala desa dan tokoh masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga keharmonisan di tengah masyarakat. Sementara petani memiliki kontribusi besar dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
Memasuki sesi dialog, sejumlah aspirasi disampaikan masyarakat, termasuk persoalan yang dihadapi petani dalam menjalankan aktivitas pertanian.
Salah satu tokoh masyarakat sekaligus perwakilan petani, Yanto, menyoroti persoalan pupuk subsidi dan ketidakstabilan harga hasil panen.
“Kami sangat mendukung nilai-nilai Pancasila ini, Pak. Namun di lapangan, bagaimana kita bisa mewujudkan rasa keadilan itu secara nyata jika petani kecil masih kesulitan mendapatkan pupuk subsidi dan harga jual panen sering tidak stabil? Mohon arahannya, Pak Daniel,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Daniel mengatakan persoalan kesejahteraan petani berkaitan erat dengan nilai keadilan sosial sebagaimana amanat Pancasila.
“Terima kasih, Pak Yanto. Ini masukan yang sangat baik. Keadilan sosial adalah amanat sila kelima Pancasila, yang berarti kesejahteraan petani harus menjadi prioritas,” kata Daniel.
Terkait pupuk subsidi, Daniel menyebut pihaknya di DPR terus mendorong Kementerian Pertanian untuk menyempurnakan data penerima agar penyalurannya lebih tepat sasaran.
Sementara untuk menjaga stabilitas harga hasil panen, ia menilai peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Bulog daerah perlu dioptimalkan agar dapat menyerap hasil pertanian masyarakat dengan harga yang layak.
“Ini adalah ikhtiar bersama yang membutuhkan sinergi antara legislatif, kepala desa, dan kelompok tani,” ujarnya.
Kegiatan tersebut ditutup dengan komitmen bersama untuk terus menjaga nilai-nilai gotong royong demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Ketapang.
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini