Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Wednesday, 23 September 2026 |
KALBARONLINE.com – Anemia merupakan kondisi ketika tubuh kekurangan sel darah merah atau hemoglobin yang berfungsi membawa oksigen ke seluruh tubuh. Salah satu penyebab yang cukup sering adalah kekurangan zat besi.
Untuk membantu mencegah anemia akibat kekurangan zat besi, konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) sesuai anjuran tenaga kesehatan menjadi salah satu langkah yang penting.
Apoteker Friskauli Marbun menjelaskan, TTD merupakan salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan zat besi tubuh, terutama bagi kelompok yang memiliki risiko mengalami kekurangan zat besi. Konsumsi TTD perlu dilakukan secara rutin dan sesuai aturan agar manfaatnya dapat diperoleh secara optimal.
“Tablet tambah darah sebaiknya dikonsumsi sesuai anjuran dan tidak hanya diminum ketika tubuh sudah merasa lemas atau mengalami keluhan. Pencegahan anemia perlu dilakukan sejak dini,” jelas Friskauli ketika memberikan edukasi di RSUD SSMA Kota Pontianak, Rabu (23/9/2026).
Dalam mengonsumsi TTD, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan, salah satunya waktu dan cara konsumsi. TTD umumnya lebih baik diserap tubuh ketika dikonsumsi dalam kondisi perut kosong. Namun, pada sebagian orang, konsumsi dalam kondisi tersebut dapat menimbulkan rasa mual atau tidak nyaman pada lambung.
Jika terjadi keluhan, TTD dapat dikonsumsi setelah makan sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Friskauli juga mengingatkan agar TTD tidak dikonsumsi bersamaan dengan teh, kopi atau susu karena kandungan tertentu dalam minuman tersebut dapat menghambat penyerapan zat besi.
Sebaliknya, konsumsi TTD dapat dibantu dengan sumber vitamin C, seperti buah-buahan, karena vitamin C dapat membantu penyerapan zat besi.
Selain itu, masyarakat perlu memperhatikan aturan penggunaan dan dosis TTD. Jangan menggandakan dosis hanya karena lupa mengonsumsi tablet pada waktu sebelumnya.
Jika lupa, konsumsi sesuai petunjuk tenaga kesehatan dan hindari penggunaan secara berlebihan.
“Yang tidak kalah penting adalah konsisten dalam mengonsumsi TTD sesuai jadwal. Jangan menghentikan konsumsi hanya karena merasa sudah sehat, terutama jika TTD diberikan sebagai bagian dari program pencegahan atau berdasarkan anjuran tenaga kesehatan,” tambahnya.
Pencegahan anemia tentunya tidak hanya bergantung pada konsumsi TTD. Pola makan bergizi seimbang juga diperlukan dengan mengonsumsi makanan yang menjadi sumber zat besi, seperti daging, hati, ikan, telur serta sumber pangan lainnya.
Menjaga pola hidup sehat dan melakukan pemeriksaan kesehatan apabila mengalami keluhan yang mengarah pada anemia juga penting dilakukan.
“Dengan memahami cara konsumsi TTD yang tepat dan memperhatikan hal-hal yang dapat memengaruhi penyerapan zat besi, masyarakat diharapkan dapat lebih optimal dalam mencegah anemia,” tutupnya. (*)
KALBARONLINE.com – Anemia merupakan kondisi ketika tubuh kekurangan sel darah merah atau hemoglobin yang berfungsi membawa oksigen ke seluruh tubuh. Salah satu penyebab yang cukup sering adalah kekurangan zat besi.
Untuk membantu mencegah anemia akibat kekurangan zat besi, konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) sesuai anjuran tenaga kesehatan menjadi salah satu langkah yang penting.
Apoteker Friskauli Marbun menjelaskan, TTD merupakan salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan zat besi tubuh, terutama bagi kelompok yang memiliki risiko mengalami kekurangan zat besi. Konsumsi TTD perlu dilakukan secara rutin dan sesuai aturan agar manfaatnya dapat diperoleh secara optimal.
“Tablet tambah darah sebaiknya dikonsumsi sesuai anjuran dan tidak hanya diminum ketika tubuh sudah merasa lemas atau mengalami keluhan. Pencegahan anemia perlu dilakukan sejak dini,” jelas Friskauli ketika memberikan edukasi di RSUD SSMA Kota Pontianak, Rabu (23/9/2026).
Dalam mengonsumsi TTD, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan, salah satunya waktu dan cara konsumsi. TTD umumnya lebih baik diserap tubuh ketika dikonsumsi dalam kondisi perut kosong. Namun, pada sebagian orang, konsumsi dalam kondisi tersebut dapat menimbulkan rasa mual atau tidak nyaman pada lambung.
Jika terjadi keluhan, TTD dapat dikonsumsi setelah makan sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Friskauli juga mengingatkan agar TTD tidak dikonsumsi bersamaan dengan teh, kopi atau susu karena kandungan tertentu dalam minuman tersebut dapat menghambat penyerapan zat besi.
Sebaliknya, konsumsi TTD dapat dibantu dengan sumber vitamin C, seperti buah-buahan, karena vitamin C dapat membantu penyerapan zat besi.
Selain itu, masyarakat perlu memperhatikan aturan penggunaan dan dosis TTD. Jangan menggandakan dosis hanya karena lupa mengonsumsi tablet pada waktu sebelumnya.
Jika lupa, konsumsi sesuai petunjuk tenaga kesehatan dan hindari penggunaan secara berlebihan.
“Yang tidak kalah penting adalah konsisten dalam mengonsumsi TTD sesuai jadwal. Jangan menghentikan konsumsi hanya karena merasa sudah sehat, terutama jika TTD diberikan sebagai bagian dari program pencegahan atau berdasarkan anjuran tenaga kesehatan,” tambahnya.
Pencegahan anemia tentunya tidak hanya bergantung pada konsumsi TTD. Pola makan bergizi seimbang juga diperlukan dengan mengonsumsi makanan yang menjadi sumber zat besi, seperti daging, hati, ikan, telur serta sumber pangan lainnya.
Menjaga pola hidup sehat dan melakukan pemeriksaan kesehatan apabila mengalami keluhan yang mengarah pada anemia juga penting dilakukan.
“Dengan memahami cara konsumsi TTD yang tepat dan memperhatikan hal-hal yang dapat memengaruhi penyerapan zat besi, masyarakat diharapkan dapat lebih optimal dalam mencegah anemia,” tutupnya. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini