Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Monday, 05 October 2026 |
KALBARONLINE.com – Pemerintah Kota Pontianak resmi meluncurkan logo Hari Jadi ke-255 Kota Pontianak, Senin (5/10/2026). Mengusung tema “Tangguh Bersahabat”, identitas visual tahun ini menempatkan manusia sebagai ikon utama.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, perancangan logo dilakukan melalui sayembara. Namun, kali ini peserta mendaftar dalam bentuk tim. Sebanyak 16 tim mengikuti rangkaian proses mulai dari pelatihan, mentoring hingga presentasi akhir.
Gusti Fakhri Aliansyah dan Tomy Anggara akhirnya terpilih sebagai pemenang sayembara tersebut.
Perwakilan pemenang, Gusti Fakhri Aliansyah, menjelaskan pemilihan ikon manusia dilatarbelakangi kecenderungan logo-logo sebelumnya yang lebih banyak merepresentasikan Pontianak melalui bangunan atau ikon fisik kota.
Menurutnya, gagasan tersebut lahir dari refleksi terhadap berbagai kondisi dan musibah yang dihadapi masyarakat dalam beberapa waktu terakhir. Dari gagasan itu kemudian lahir tema sekaligus slogan “Kite Jage Kite”.
“Dari awal sampai sekarang, kita terbentuk karena adaptif dan saling menguatkan satu sama lain,” ujarnya usai peluncuran logo di Pontive Center, Senin (5/10/2026).
Gusti mengatakan, kemampuan beradaptasi menjadi salah satu karakter yang ingin dihadirkan melalui logo tersebut. Masyarakat Pontianak dinilai terbiasa menyesuaikan diri dengan kondisi alam maupun berbagai tantangan yang dihadapi kota.
Ia mencontohkan respons masyarakat terhadap kondisi lingkungan melalui rumah panggung dan gertak, hingga kebiasaan warga saling menguatkan ketika menghadapi kabut asap dan berbagai persoalan lainnya.
Menurut Gusti, ketangguhan masyarakat Pontianak justru lahir dari kemampuan untuk beradaptasi serta kekuatan kolektif dalam menghadapi perubahan.
“Yang ingin saya angkat lewat logo ini adalah semangat kolektif. Kita tangguh karena kita bersama,” ujarnya.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, tema “Tangguh Bersahabat” dipilih berdasarkan kondisi yang dihadapi Pontianak dalam beberapa waktu terakhir.
Pontianak dinilai memiliki kerentanan terhadap berbagai kondisi alam, mulai dari kemarau panjang, kabut asap, genangan, cuaca ekstrem hingga persoalan air baku.
“Tangguh ini karena kita sedang menghadapi berbagai kondisi alam. Kemarau panjang kemarin menyebabkan kabut asap, kemudian air baku kita juga terintrusi air laut sehingga kadar garamnya meningkat. Karakter tangguh ini yang kita perlukan sebagai semangat warga Kota Pontianak,” ujarnya.
Sementara itu, kata “bersahabat” mencerminkan karakter Pontianak sebagai kota yang dihuni masyarakat dari berbagai latar belakang suku dan agama.
“Pontianak ini heterogen. Karena itu kita ingin membangun kota yang harmonis, toleran, damai, sejuk dan nyaman,” katanya.
Dalam sayembara logo Hari Jadi tahun ini, Edi secara khusus meminta peserta dibatasi bagi warga Pontianak. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang dibuka secara nasional, kebijakan tersebut dimaksudkan untuk memberikan ruang lebih besar bagi talenta lokal.
Ia mengapresiasi keterlibatan generasi muda dalam proses penciptaan logo Hari Jadi. Menurutnya, ruang seperti sayembara dapat menjadi sarana untuk mendorong kreativitas dan inovasi anak muda.
“Mudah-mudahan yang masuk finalis maupun yang terpilih bisa semakin semangat berkreativitas, bukan hanya membuat logo, tetapi juga branding-branding lainnya, bahkan sampai tingkat nasional dan internasional,” katanya.
Edi juga ingin semakin banyak anak muda mengambil bagian dalam proses pembangunan kota dengan menghadirkan gagasan-gagasan baru. Namun, perkembangan kota tetap harus berpijak pada sejarah dan kearifan lokal.
Menurutnya, modernisasi tidak seharusnya menghilangkan identitas Pontianak.
“Usia 255 tahun ini cukup matang untuk sebuah kota. Tantangannya juga tidak ringan. Karena itu dibutuhkan ketangguhan, kebersamaan, kreativitas dan partisipasi seluruh masyarakat untuk membawa Pontianak terus maju,” pungkasnya. (*)
KALBARONLINE.com – Pemerintah Kota Pontianak resmi meluncurkan logo Hari Jadi ke-255 Kota Pontianak, Senin (5/10/2026). Mengusung tema “Tangguh Bersahabat”, identitas visual tahun ini menempatkan manusia sebagai ikon utama.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, perancangan logo dilakukan melalui sayembara. Namun, kali ini peserta mendaftar dalam bentuk tim. Sebanyak 16 tim mengikuti rangkaian proses mulai dari pelatihan, mentoring hingga presentasi akhir.
Gusti Fakhri Aliansyah dan Tomy Anggara akhirnya terpilih sebagai pemenang sayembara tersebut.
Perwakilan pemenang, Gusti Fakhri Aliansyah, menjelaskan pemilihan ikon manusia dilatarbelakangi kecenderungan logo-logo sebelumnya yang lebih banyak merepresentasikan Pontianak melalui bangunan atau ikon fisik kota.
Menurutnya, gagasan tersebut lahir dari refleksi terhadap berbagai kondisi dan musibah yang dihadapi masyarakat dalam beberapa waktu terakhir. Dari gagasan itu kemudian lahir tema sekaligus slogan “Kite Jage Kite”.
“Dari awal sampai sekarang, kita terbentuk karena adaptif dan saling menguatkan satu sama lain,” ujarnya usai peluncuran logo di Pontive Center, Senin (5/10/2026).
Gusti mengatakan, kemampuan beradaptasi menjadi salah satu karakter yang ingin dihadirkan melalui logo tersebut. Masyarakat Pontianak dinilai terbiasa menyesuaikan diri dengan kondisi alam maupun berbagai tantangan yang dihadapi kota.
Ia mencontohkan respons masyarakat terhadap kondisi lingkungan melalui rumah panggung dan gertak, hingga kebiasaan warga saling menguatkan ketika menghadapi kabut asap dan berbagai persoalan lainnya.
Menurut Gusti, ketangguhan masyarakat Pontianak justru lahir dari kemampuan untuk beradaptasi serta kekuatan kolektif dalam menghadapi perubahan.
“Yang ingin saya angkat lewat logo ini adalah semangat kolektif. Kita tangguh karena kita bersama,” ujarnya.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, tema “Tangguh Bersahabat” dipilih berdasarkan kondisi yang dihadapi Pontianak dalam beberapa waktu terakhir.
Pontianak dinilai memiliki kerentanan terhadap berbagai kondisi alam, mulai dari kemarau panjang, kabut asap, genangan, cuaca ekstrem hingga persoalan air baku.
“Tangguh ini karena kita sedang menghadapi berbagai kondisi alam. Kemarau panjang kemarin menyebabkan kabut asap, kemudian air baku kita juga terintrusi air laut sehingga kadar garamnya meningkat. Karakter tangguh ini yang kita perlukan sebagai semangat warga Kota Pontianak,” ujarnya.
Sementara itu, kata “bersahabat” mencerminkan karakter Pontianak sebagai kota yang dihuni masyarakat dari berbagai latar belakang suku dan agama.
“Pontianak ini heterogen. Karena itu kita ingin membangun kota yang harmonis, toleran, damai, sejuk dan nyaman,” katanya.
Dalam sayembara logo Hari Jadi tahun ini, Edi secara khusus meminta peserta dibatasi bagi warga Pontianak. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang dibuka secara nasional, kebijakan tersebut dimaksudkan untuk memberikan ruang lebih besar bagi talenta lokal.
Ia mengapresiasi keterlibatan generasi muda dalam proses penciptaan logo Hari Jadi. Menurutnya, ruang seperti sayembara dapat menjadi sarana untuk mendorong kreativitas dan inovasi anak muda.
“Mudah-mudahan yang masuk finalis maupun yang terpilih bisa semakin semangat berkreativitas, bukan hanya membuat logo, tetapi juga branding-branding lainnya, bahkan sampai tingkat nasional dan internasional,” katanya.
Edi juga ingin semakin banyak anak muda mengambil bagian dalam proses pembangunan kota dengan menghadirkan gagasan-gagasan baru. Namun, perkembangan kota tetap harus berpijak pada sejarah dan kearifan lokal.
Menurutnya, modernisasi tidak seharusnya menghilangkan identitas Pontianak.
“Usia 255 tahun ini cukup matang untuk sebuah kota. Tantangannya juga tidak ringan. Karena itu dibutuhkan ketangguhan, kebersamaan, kreativitas dan partisipasi seluruh masyarakat untuk membawa Pontianak terus maju,” pungkasnya. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini