Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Monday, 05 October 2026 |
KALBARONLINE.com – Logo Hari Jadi ke-255 Kota Pontianak yang diperingati setiap 23 Oktober resmi diluncurkan di Pontive Center, Kantor Wali Kota Pontianak, Senin (5/10/2026).
Logo tersebut merupakan karya dua anak muda Pontianak, Gusti Fakhri dan Tomy Anggara, yang mengusung konsep “Kita Jaga Kita”. Konsep tersebut sejalan dengan tema Hari Jadi ke-255 Kota Pontianak tahun ini, yakni “Tangguh dan Bersahabat”.
Gusti mengatakan, berbeda dengan logo-logo sebelumnya yang banyak menggunakan ikon bangunan atau landmark Kota Pontianak, kali ini ia dan Tomy memilih manusia sebagai elemen utama.
“Ide awalnya, setiap tahun saya melihat logo Hari Jadi Kota Pontianak selalu direpresentasikan melalui ikon-ikon yang sudah kita kenal, seperti bentuk bangunan atau ikon yang ada di Kota Pontianak,” kata Gusti.
“Tetapi karena saya berkaca pada apa yang kita hadapi saat ini, tahun ini saya ingin mengangkat manusia sebagai ikonnya,” lanjutnya.
Menurut Gusti, konsep “Kita Jaga Kita” lahir dari berbagai kondisi yang dihadapi masyarakat Pontianak. Ia melihat masyarakat mampu bertahan karena memiliki kemampuan beradaptasi dan saling membantu.
“Kita juga tangguh karena kita lentur dan mampu menyesuaikan diri dengan keadaan. Ketika air tinggi, kita membangun rumah panggung dan gertak. Ketika menghadapi kondisi asap, kita juga menghadapinya bersama-sama,” ujarnya.
Semangat kolektif tersebut kemudian dirangkum dalam slogan “Kita Jaga Kita”.
“Kita adaptif karena kita saling menjaga satu sama lain. Makanya, makna yang ingin saya angkat melalui logo ini adalah bahwa dengan semangat kolektif dan kebersamaan, kita menjadi tangguh,” jelasnya.
Logo tersebut dikerjakan Gusti bersama Tomy selama sekitar dua minggu. Menurut Gusti, tantangan terbesar dalam proses pembuatan adalah menemukan konsep utama dan mengeksplorasi bentuk yang mampu mewakili pesan yang ingin disampaikan.
Kompetisi desain logo tahun ini diikuti 16 tim. Dari jumlah tersebut, lima finalis terpilih sebelum akhirnya karya Gusti dan Tomy ditetapkan sebagai logo Hari Jadi ke-255 Kota Pontianak.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan logo tersebut mencerminkan kondisi Pontianak di usia ke-255 tahun.
“Yang pasti, logo ini mencerminkan kondisi Kota Pontianak saat ini di usia ke-255 tahun, dengan tema ‘Tangguh dan Bersahabat’,” kata Edi.
Menurutnya, kata “tangguh” menggambarkan masyarakat Pontianak yang menghadapi berbagai tantangan, termasuk kemarau panjang dan potensi cuaca ekstrem.
Sementara itu, kata “bersahabat” menggambarkan keberagaman masyarakat Pontianak yang terdiri dari berbagai suku dan agama.
“Kita harus terus menjaga harmonisasi dan toleransi, serta menjadikan Pontianak sebagai kota yang nyaman bagi seluruh warganya maupun bagi pendatang,” ujarnya.
Logo tersebut selanjutnya akan digunakan dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-255 Kota Pontianak.
Edi mengatakan perayaan tahun ini akan dilaksanakan secara sederhana. Sejumlah agenda disiapkan, mulai dari ziarah ke Makam Batu Layang, Yasinan dan tahlilan pada malam 22 Oktober, hingga upacara peringatan pada 23 Oktober 2026.
Pemkot Pontianak juga mengimbau pelaku usaha ikut memeriahkan hari jadi dengan memberikan diskon. Selain itu, direncanakan ada keringanan atau diskon terhadap pajak terutang bagi masyarakat. (Lid)
KALBARONLINE.com – Logo Hari Jadi ke-255 Kota Pontianak yang diperingati setiap 23 Oktober resmi diluncurkan di Pontive Center, Kantor Wali Kota Pontianak, Senin (5/10/2026).
Logo tersebut merupakan karya dua anak muda Pontianak, Gusti Fakhri dan Tomy Anggara, yang mengusung konsep “Kita Jaga Kita”. Konsep tersebut sejalan dengan tema Hari Jadi ke-255 Kota Pontianak tahun ini, yakni “Tangguh dan Bersahabat”.
Gusti mengatakan, berbeda dengan logo-logo sebelumnya yang banyak menggunakan ikon bangunan atau landmark Kota Pontianak, kali ini ia dan Tomy memilih manusia sebagai elemen utama.
“Ide awalnya, setiap tahun saya melihat logo Hari Jadi Kota Pontianak selalu direpresentasikan melalui ikon-ikon yang sudah kita kenal, seperti bentuk bangunan atau ikon yang ada di Kota Pontianak,” kata Gusti.
“Tetapi karena saya berkaca pada apa yang kita hadapi saat ini, tahun ini saya ingin mengangkat manusia sebagai ikonnya,” lanjutnya.
Menurut Gusti, konsep “Kita Jaga Kita” lahir dari berbagai kondisi yang dihadapi masyarakat Pontianak. Ia melihat masyarakat mampu bertahan karena memiliki kemampuan beradaptasi dan saling membantu.
“Kita juga tangguh karena kita lentur dan mampu menyesuaikan diri dengan keadaan. Ketika air tinggi, kita membangun rumah panggung dan gertak. Ketika menghadapi kondisi asap, kita juga menghadapinya bersama-sama,” ujarnya.
Semangat kolektif tersebut kemudian dirangkum dalam slogan “Kita Jaga Kita”.
“Kita adaptif karena kita saling menjaga satu sama lain. Makanya, makna yang ingin saya angkat melalui logo ini adalah bahwa dengan semangat kolektif dan kebersamaan, kita menjadi tangguh,” jelasnya.
Logo tersebut dikerjakan Gusti bersama Tomy selama sekitar dua minggu. Menurut Gusti, tantangan terbesar dalam proses pembuatan adalah menemukan konsep utama dan mengeksplorasi bentuk yang mampu mewakili pesan yang ingin disampaikan.
Kompetisi desain logo tahun ini diikuti 16 tim. Dari jumlah tersebut, lima finalis terpilih sebelum akhirnya karya Gusti dan Tomy ditetapkan sebagai logo Hari Jadi ke-255 Kota Pontianak.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan logo tersebut mencerminkan kondisi Pontianak di usia ke-255 tahun.
“Yang pasti, logo ini mencerminkan kondisi Kota Pontianak saat ini di usia ke-255 tahun, dengan tema ‘Tangguh dan Bersahabat’,” kata Edi.
Menurutnya, kata “tangguh” menggambarkan masyarakat Pontianak yang menghadapi berbagai tantangan, termasuk kemarau panjang dan potensi cuaca ekstrem.
Sementara itu, kata “bersahabat” menggambarkan keberagaman masyarakat Pontianak yang terdiri dari berbagai suku dan agama.
“Kita harus terus menjaga harmonisasi dan toleransi, serta menjadikan Pontianak sebagai kota yang nyaman bagi seluruh warganya maupun bagi pendatang,” ujarnya.
Logo tersebut selanjutnya akan digunakan dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-255 Kota Pontianak.
Edi mengatakan perayaan tahun ini akan dilaksanakan secara sederhana. Sejumlah agenda disiapkan, mulai dari ziarah ke Makam Batu Layang, Yasinan dan tahlilan pada malam 22 Oktober, hingga upacara peringatan pada 23 Oktober 2026.
Pemkot Pontianak juga mengimbau pelaku usaha ikut memeriahkan hari jadi dengan memberikan diskon. Selain itu, direncanakan ada keringanan atau diskon terhadap pajak terutang bagi masyarakat. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini