Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Thursday, 15 October 2026 |
KALBARONLINE.com – Tiara Century dan Daichi Suciwati Pabayo, siswa kelas XII jurusan Akuntansi SMKN 5 Pontianak, Kalimantan Barat, mengaku harus belajar ekstra untuk menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026. Keduanya harus membagi fokus antara persiapan tes dan kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL).
Tiara mengungkapkan, persiapannya terasa terburu-buru karena jadwal TKA berdekatan dengan kegiatan PKL. Perubahan jadwal yang sempat diumumkan juga membuatnya harus menambah waktu belajar.
“Sejujurnya, persiapan kita tuh agak der-der-der ya, karena kemarin sempat katanya dimajukan. TKA-nya dimajukan, jadi kita harus belajar ekstra,” ujar Tiara, Kamis (15/10/2026).
Untuk menghadapi TKA, Tiara memilih memprioritaskan mata pelajaran yang paling dikuasainya, seperti Bahasa Indonesia dan Matematika, sebelum beralih ke materi lainnya.
Sementara itu, Daichi mengatakan persiapannya terbantu oleh guru yang membagikan contoh soal TKA dari tahun sebelumnya. Setelah jadwal resmi keluar, guru juga mulai memfokuskan pembelajaran pada materi yang akan diujikan.
Meski demikian, Daichi menilai persiapannya masih perlu ditingkatkan. Salah satu tantangan yang dihadapinya adalah pembelajaran dari rumah selama sekitar satu bulan akibat kabut asap yang melanda wilayah Pontianak dan sekitarnya.
Menurutnya, pembelajaran daring membuat penyampaian materi kurang efektif. Kondisi tersebut mendorong siswa untuk lebih mandiri dalam mencari dan memahami materi yang dibutuhkan.
“Jadi kebanyakan kita belajar sendiri. Guru memberi materi dan insight-nya, lalu kami harus mencari sendiri. Itu yang cukup sulit buat kami,” katanya.
Di tengah persiapan TKA, keduanya juga telah memiliki rencana pendidikan setelah lulus. Tiara ingin mencoba masuk sekolah kedinasan, tetapi tetap menyiapkan perguruan tinggi negeri (PTN) sebagai pilihan alternatif.
“Rencananya saya pengen ambil kedinasan, namun masih ada plan lainnya. Jadi saya juga fokus ke TKA untuk kuliah. Jika enggak kedinasan, saya juga bakal ambil PTN,” ungkapnya.
Berbeda dengan Tiara, Daichi lebih berfokus mengejar nilai TKA yang baik untuk mendukung peluang masuk PTN melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
“Saya udah fokusnya ke PTN, makanya saya mau banget TKA ini nilainya bagus, karena saya pengen lolos di SNBP, biar nggak perlu persiapan SNBT ke depannya lagi,” sebutnya.
Bagi Tiara dan Daichi, TKA menjadi salah satu tahapan penting yang harus dipersiapkan di tengah padatnya agenda siswa kelas XII. Keduanya berharap usaha belajar yang dilakukan dapat membantu membuka jalan menuju pendidikan lanjutan sesuai dengan tujuan masing-masing. (Lid)
KALBARONLINE.com – Tiara Century dan Daichi Suciwati Pabayo, siswa kelas XII jurusan Akuntansi SMKN 5 Pontianak, Kalimantan Barat, mengaku harus belajar ekstra untuk menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026. Keduanya harus membagi fokus antara persiapan tes dan kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL).
Tiara mengungkapkan, persiapannya terasa terburu-buru karena jadwal TKA berdekatan dengan kegiatan PKL. Perubahan jadwal yang sempat diumumkan juga membuatnya harus menambah waktu belajar.
“Sejujurnya, persiapan kita tuh agak der-der-der ya, karena kemarin sempat katanya dimajukan. TKA-nya dimajukan, jadi kita harus belajar ekstra,” ujar Tiara, Kamis (15/10/2026).
Untuk menghadapi TKA, Tiara memilih memprioritaskan mata pelajaran yang paling dikuasainya, seperti Bahasa Indonesia dan Matematika, sebelum beralih ke materi lainnya.
Sementara itu, Daichi mengatakan persiapannya terbantu oleh guru yang membagikan contoh soal TKA dari tahun sebelumnya. Setelah jadwal resmi keluar, guru juga mulai memfokuskan pembelajaran pada materi yang akan diujikan.
Meski demikian, Daichi menilai persiapannya masih perlu ditingkatkan. Salah satu tantangan yang dihadapinya adalah pembelajaran dari rumah selama sekitar satu bulan akibat kabut asap yang melanda wilayah Pontianak dan sekitarnya.
Menurutnya, pembelajaran daring membuat penyampaian materi kurang efektif. Kondisi tersebut mendorong siswa untuk lebih mandiri dalam mencari dan memahami materi yang dibutuhkan.
“Jadi kebanyakan kita belajar sendiri. Guru memberi materi dan insight-nya, lalu kami harus mencari sendiri. Itu yang cukup sulit buat kami,” katanya.
Di tengah persiapan TKA, keduanya juga telah memiliki rencana pendidikan setelah lulus. Tiara ingin mencoba masuk sekolah kedinasan, tetapi tetap menyiapkan perguruan tinggi negeri (PTN) sebagai pilihan alternatif.
“Rencananya saya pengen ambil kedinasan, namun masih ada plan lainnya. Jadi saya juga fokus ke TKA untuk kuliah. Jika enggak kedinasan, saya juga bakal ambil PTN,” ungkapnya.
Berbeda dengan Tiara, Daichi lebih berfokus mengejar nilai TKA yang baik untuk mendukung peluang masuk PTN melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
“Saya udah fokusnya ke PTN, makanya saya mau banget TKA ini nilainya bagus, karena saya pengen lolos di SNBP, biar nggak perlu persiapan SNBT ke depannya lagi,” sebutnya.
Bagi Tiara dan Daichi, TKA menjadi salah satu tahapan penting yang harus dipersiapkan di tengah padatnya agenda siswa kelas XII. Keduanya berharap usaha belajar yang dilakukan dapat membantu membuka jalan menuju pendidikan lanjutan sesuai dengan tujuan masing-masing. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini