Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Saturday, 17 October 2026 |
KALBARONLINE.com – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengajak masyarakat menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum untuk memperbaiki diri, mengendalikan emosi, memperkuat kedewasaan, dan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.
Ajakan tersebut disampaikan Edi saat membuka peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Aula Rumah Dinas Wali Kota Pontianak, Sabtu (17/10/2026).
Menurutnya, keteladanan Rasulullah SAW semakin relevan di tengah berbagai perubahan dan tantangan kehidupan. Ia mengingatkan bahwa perubahan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia, sehingga setiap orang perlu memiliki kesiapan dalam menyikapinya.
“Dunia ini pasti mengalami perubahan, seperti hidup kita dari lahir sampai meninggal. Besar kecilnya perubahan itu tergantung bagaimana kita menyikapinya,” katanya.
Edi juga menyinggung berbagai ujian yang belakangan dirasakan masyarakat, mulai dari kemarau panjang, kabut asap, gangguan kualitas air baku, hingga ancaman musim hujan. Kondisi tersebut berdampak terhadap lingkungan, kesehatan, pendidikan, dan aktivitas ekonomi.
“Semua ada dampaknya. Karena itu kita harus punya kesiapan dan ketahanan dalam menghadapinya,” jelasnya.
Ia menilai berbagai tantangan tersebut tidak seharusnya membuat masyarakat kehilangan ketenangan. Sebaliknya, nilai kesabaran, kebersamaan, dan kepedulian perlu semakin diperkuat agar masyarakat mampu menghadapi situasi sulit.
“Dalam kondisi seperti ini, kita perlu lebih bijak, lebih sabar dan saling membantu. Itulah yang harus terus kita jaga,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Edi menegaskan Pemerintah Kota Pontianak akan terus berupaya memperbaiki pelayanan publik, terutama yang berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat. Ia memahami ketidaknyamanan warga ketika menghadapi gangguan kualitas air, kerusakan jalan, maupun persoalan pelayanan lainnya.
“Kalau ada pelayanan yang masih kurang, tentu itu menjadi tanggung jawab pemerintah untuk terus memperbaikinya. Masyarakat harus mendapatkan pelayanan yang semakin baik,” ujarnya.
Ia menambahkan, persoalan air bersih menjadi salah satu perhatian pemerintah. Upaya pemenuhan air baku dan pengolahan air minum terus dilakukan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi, terutama ketika kondisi alam tidak mendukung.
Meski demikian, Edi menilai penyelesaian berbagai persoalan kota tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Kesadaran, kepedulian, dan keterlibatan masyarakat juga diperlukan untuk menghadapi tantangan bersama.
“Pemerintah punya keterbatasan, baik dari sisi anggaran, tenaga maupun waktu. Karena itu kebersamaan menjadi penting. Kalau kita saling membantu dan saling memahami, persoalan akan lebih mudah kita hadapi,” katanya.
Ia berharap peringatan Maulid Nabi tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, tetapi juga menjadi ruang introspeksi dan penguatan karakter masyarakat.
“Maulid mengingatkan kita untuk meneladani Rasulullah, menjadi lebih sabar, lebih bijak, lebih bermanfaat dan lebih peduli terhadap sesama. Itu yang kita butuhkan untuk menghadapi berbagai ujian kehidupan,” pungkasnya. (*)
KALBARONLINE.com – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengajak masyarakat menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum untuk memperbaiki diri, mengendalikan emosi, memperkuat kedewasaan, dan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.
Ajakan tersebut disampaikan Edi saat membuka peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Aula Rumah Dinas Wali Kota Pontianak, Sabtu (17/10/2026).
Menurutnya, keteladanan Rasulullah SAW semakin relevan di tengah berbagai perubahan dan tantangan kehidupan. Ia mengingatkan bahwa perubahan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia, sehingga setiap orang perlu memiliki kesiapan dalam menyikapinya.
“Dunia ini pasti mengalami perubahan, seperti hidup kita dari lahir sampai meninggal. Besar kecilnya perubahan itu tergantung bagaimana kita menyikapinya,” katanya.
Edi juga menyinggung berbagai ujian yang belakangan dirasakan masyarakat, mulai dari kemarau panjang, kabut asap, gangguan kualitas air baku, hingga ancaman musim hujan. Kondisi tersebut berdampak terhadap lingkungan, kesehatan, pendidikan, dan aktivitas ekonomi.
“Semua ada dampaknya. Karena itu kita harus punya kesiapan dan ketahanan dalam menghadapinya,” jelasnya.
Ia menilai berbagai tantangan tersebut tidak seharusnya membuat masyarakat kehilangan ketenangan. Sebaliknya, nilai kesabaran, kebersamaan, dan kepedulian perlu semakin diperkuat agar masyarakat mampu menghadapi situasi sulit.
“Dalam kondisi seperti ini, kita perlu lebih bijak, lebih sabar dan saling membantu. Itulah yang harus terus kita jaga,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Edi menegaskan Pemerintah Kota Pontianak akan terus berupaya memperbaiki pelayanan publik, terutama yang berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat. Ia memahami ketidaknyamanan warga ketika menghadapi gangguan kualitas air, kerusakan jalan, maupun persoalan pelayanan lainnya.
“Kalau ada pelayanan yang masih kurang, tentu itu menjadi tanggung jawab pemerintah untuk terus memperbaikinya. Masyarakat harus mendapatkan pelayanan yang semakin baik,” ujarnya.
Ia menambahkan, persoalan air bersih menjadi salah satu perhatian pemerintah. Upaya pemenuhan air baku dan pengolahan air minum terus dilakukan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi, terutama ketika kondisi alam tidak mendukung.
Meski demikian, Edi menilai penyelesaian berbagai persoalan kota tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Kesadaran, kepedulian, dan keterlibatan masyarakat juga diperlukan untuk menghadapi tantangan bersama.
“Pemerintah punya keterbatasan, baik dari sisi anggaran, tenaga maupun waktu. Karena itu kebersamaan menjadi penting. Kalau kita saling membantu dan saling memahami, persoalan akan lebih mudah kita hadapi,” katanya.
Ia berharap peringatan Maulid Nabi tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, tetapi juga menjadi ruang introspeksi dan penguatan karakter masyarakat.
“Maulid mengingatkan kita untuk meneladani Rasulullah, menjadi lebih sabar, lebih bijak, lebih bermanfaat dan lebih peduli terhadap sesama. Itu yang kita butuhkan untuk menghadapi berbagai ujian kehidupan,” pungkasnya. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini