Melawi    

Pemkab Melawi Usulkan Jalan Dua Jalur 6 Kilometer ke Pusat

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Wednesday, 21 October 2026
Pemkab Melawi Usulkan Jalan Dua Jalur 6 Kilometer ke Pusat
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Pemerintah Kabupaten Melawi mengusulkan pembangunan jalan dua jalur sepanjang sekitar 6 kilometer di kawasan Nanga Pinoh kepada pemerintah pusat. Usulan ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan lalu lintas sekaligus mendukung penataan kawasan perkotaan.

Usulan tersebut disampaikan melalui Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Melawi, Rabu (21/10/2026). Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Melawi, Malin, menyerahkan proposal yang memuat sejumlah usulan prioritas pembangunan infrastruktur daerah.

Salah satu poin utama dalam proposal tersebut adalah pembangunan jalan dua jalur yang menghubungkan kawasan Rumah Jabatan Bupati Melawi dengan Kantor Bupati Melawi.

Rencana ini dinilai strategis untuk meningkatkan kapasitas jalan seiring berkembangnya aktivitas kendaraan di kawasan perkotaan Nanga Pinoh. Sementara itu, sejumlah ruas jalan yang ada masih memiliki lebar terbatas.

Peningkatan kapasitas jalan diharapkan dapat memperlancar arus lalu lintas sekaligus mendukung penataan kawasan pemerintahan dan perkotaan secara lebih optimal.

Menanggapi usulan tersebut, Lasarus memberikan respons positif. Namun, ia mengingatkan bahwa kesiapan lahan menjadi aspek mendasar yang harus dipastikan sebelum rencana pembangunan berlanjut ke tahap perencanaan teknis dan pembahasan anggaran.

Menurutnya, pemerintah daerah perlu memetakan kebutuhan lahan secara cermat, termasuk mengidentifikasi bangunan dan kondisi lingkungan di sepanjang trase jalan yang direncanakan.

Persiapan tersebut diperlukan agar rancangan pembangunan sesuai dengan kebutuhan teknis dan dapat meminimalkan potensi hambatan saat proyek memasuki tahap pelaksanaan.

Lasarus juga mendorong Pemkab Melawi berkoordinasi dengan balai teknis terkait di bawah Kementerian Pekerjaan Umum. Koordinasi ini diperlukan untuk mengkaji kondisi jalan, kebutuhan ruang pembangunan, kesiapan lahan, serta persyaratan yang harus dipenuhi dalam proses pengusulan.

Melalui koordinasi tersebut, rencana pembangunan diharapkan dapat disiapkan secara terukur dan ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku. Peluang realisasinya pun dapat diperjuangkan berdasarkan kesiapan teknis dan prioritas pembangunan.

Bagi Pemkab Melawi, pembangunan jalan dua jalur ini bukan sekadar upaya mengatasi kepadatan lalu lintas, tetapi juga bagian dari strategi meningkatkan kualitas infrastruktur perkotaan.

Infrastruktur yang memadai diharapkan dapat mempermudah mobilitas masyarakat, menunjang aktivitas pemerintahan, serta memberikan dampak positif terhadap perkembangan ekonomi di Nanga Pinoh.

Sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan DPR RI menjadi faktor penting dalam memperjuangkan realisasi pembangunan tersebut. Dengan koordinasi lintas pemerintahan, kebutuhan infrastruktur prioritas Kabupaten Melawi diharapkan dapat ditindaklanjuti secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan lahan, kelayakan teknis, dan ketersediaan anggaran.

Pemkab Melawi pun terus mengupayakan komunikasi dengan pemerintah pusat agar rencana pembangunan yang dinilai penting bagi masyarakat mendapat perhatian dan dapat ditindaklanjuti sesuai skala prioritas serta kemampuan anggaran negara. (*)

Artikel Selanjutnya
Temu Pendidik Nusantara XIII Melawi, Sekda Dorong Guru Jadi Pelopor Perubahan
Monday, 19 October 2026
Artikel Sebelumnya
Tiga Nama Lolos Seleksi Sekda Melawi 2026, Siapa Peraih Nilai Tertinggi?
Monday, 19 October 2026

Berita terkait