Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
pemerintah kabupaten melawi
Pemkab Melawi Usulkan Jalan Dua Jalur 6 Kilometer ke Pusat
Pemkab Melawi Usulkan Jalan Dua Jalur 6 Kilometer ke Pusat
Wednesday, 21/10/2026

KALBARONLINE.com – Pemerintah Kabupaten Melawi mengusulkan pembangunan jalan dua jalur sepanjang sekitar 6 kilometer di kawasan Nanga Pinoh kepada pemerintah pusat. Usulan ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan lalu lintas sekaligus mendukung penataan kawasan perkotaan.

Usulan tersebut disampaikan melalui Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Melawi, Rabu (21/10/2026). Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Melawi, Malin, menyerahkan proposal yang memuat sejumlah usulan prioritas pembangunan infrastruktur daerah.

Salah satu poin utama dalam proposal tersebut adalah pembangunan jalan dua jalur yang menghubungkan kawasan Rumah Jabatan Bupati Melawi dengan Kantor Bupati Melawi.

Rencana ini dinilai strategis untuk meningkatkan kapasitas jalan seiring berkembangnya aktivitas kendaraan di kawasan perkotaan Nanga Pinoh. Sementara itu, sejumlah ruas jalan yang ada masih memiliki lebar terbatas.

Peningkatan kapasitas jalan diharapkan dapat memperlancar arus lalu lintas sekaligus mendukung penataan kawasan pemerintahan dan perkotaan secara lebih optimal.

Menanggapi usulan tersebut, Lasarus memberikan respons positif. Namun, ia mengingatkan bahwa kesiapan lahan menjadi aspek mendasar yang harus dipastikan sebelum rencana pembangunan berlanjut ke tahap perencanaan teknis dan pembahasan anggaran.

Menurutnya, pemerintah daerah perlu memetakan kebutuhan lahan secara cermat, termasuk mengidentifikasi bangunan dan kondisi lingkungan di sepanjang trase jalan yang direncanakan.

Persiapan tersebut diperlukan agar rancangan pembangunan sesuai dengan kebutuhan teknis dan dapat meminimalkan potensi hambatan saat proyek memasuki tahap pelaksanaan.

Lasarus juga mendorong Pemkab Melawi berkoordinasi dengan balai teknis terkait di bawah Kementerian Pekerjaan Umum. Koordinasi ini diperlukan untuk mengkaji kondisi jalan, kebutuhan ruang pembangunan, kesiapan lahan, serta persyaratan yang harus dipenuhi dalam proses pengusulan.

Melalui koordinasi tersebut, rencana pembangunan diharapkan dapat disiapkan secara terukur dan ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku. Peluang realisasinya pun dapat diperjuangkan berdasarkan kesiapan teknis dan prioritas pembangunan.

Bagi Pemkab Melawi, pembangunan jalan dua jalur ini bukan sekadar upaya mengatasi kepadatan lalu lintas, tetapi juga bagian dari strategi meningkatkan kualitas infrastruktur perkotaan.

Infrastruktur yang memadai diharapkan dapat mempermudah mobilitas masyarakat, menunjang aktivitas pemerintahan, serta memberikan dampak positif terhadap perkembangan ekonomi di Nanga Pinoh.

Sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan DPR RI menjadi faktor penting dalam memperjuangkan realisasi pembangunan tersebut. Dengan koordinasi lintas pemerintahan, kebutuhan infrastruktur prioritas Kabupaten Melawi diharapkan dapat ditindaklanjuti secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan lahan, kelayakan teknis, dan ketersediaan anggaran.

Pemkab Melawi pun terus mengupayakan komunikasi dengan pemerintah pusat agar rencana pembangunan yang dinilai penting bagi masyarakat mendapat perhatian dan dapat ditindaklanjuti sesuai skala prioritas serta kemampuan anggaran negara. (*)

Temu Pendidik Nusantara XIII Melawi, Sekda Dorong Guru Jadi Pelopor Perubahan
Temu Pendidik Nusantara XIII Melawi, Sekda Dorong Guru Jadi Pelopor Perubahan
Monday, 19/10/2026

KALBARONLINE.com – Sekretaris Daerah Kabupaten Melawi, Drs. Paulus, resmi membuka Temu Pendidik Nusantara (TPN) XIII Tingkat Kabupaten Melawi Tahun 2026 di Gedung Graha PGRI Melawi, Senin (19/10/2026).

Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan dan kolaborasi bagi para pendidik, pemerintah daerah, masyarakat, serta berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap dunia pendidikan. Melalui forum tersebut, peserta didorong berbagi pengalaman, memperkuat jejaring, dan merumuskan gagasan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Melawi.

Mengangkat tema “Cita-Cita Kolektif Kewargaan Desa Dunia”, TPN XIII diikuti ratusan peserta yang terdiri dari guru, kepala sekolah, masyarakat, dan praktisi pendidikan dari berbagai jenjang.

Dalam sambutannya, Paulus mengapresiasi penyelenggaraan TPN XIII yang dinilai penting untuk mendorong pengembangan kapasitas tenaga pendidik. Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan tidak terlepas dari peran guru dalam membentuk karakter dan kemampuan generasi penerus.

“Guru tidak boleh hanya menjadi penonton perubahan. Guru harus menjadi pelopor perubahan dan pembelajar sepanjang hayat agar mampu menuntun generasi muda menghadapi masa depan dengan optimisme dan kesiapan yang lebih baik,” tegas Paulus.

Ia juga mengajak seluruh pihak yang berkaitan dengan pendidikan untuk memperkuat kerja sama. Pemerintah daerah, sekolah, guru, orang tua, masyarakat, dan organisasi pendidikan dinilai memiliki peran yang saling melengkapi dalam membangun ekosistem pendidikan yang lebih baik.

Menurut Paulus, keberhasilan forum pendidikan tidak cukup diukur dari jumlah peserta atau banyaknya gagasan yang muncul selama kegiatan. Hal yang lebih penting adalah kemampuan menerjemahkan hasil diskusi menjadi langkah nyata yang dapat diterapkan di sekolah.

“Karena itu, saya berharap TPN ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial atau agenda tahunan. Berbagai gagasan dan praktik baik yang lahir dari forum ini harus dapat diteruskan dan diwujudkan dalam proses pembelajaran di sekolah,” ujarnya.

Pelaksanaan TPN XIII juga menjadi momentum untuk membahas keberlangsungan layanan pendidikan di tengah berbagai tantangan daerah.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap yang masih memengaruhi aktivitas masyarakat di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut turut berdampak terhadap kegiatan belajar mengajar sehingga diperlukan kesiapsiagaan bersama untuk memastikan keselamatan warga sekolah dan terpenuhinya hak peserta didik atas layanan pendidikan.

Sementara itu, Ketua Panitia TPN XIII Tingkat Kabupaten Melawi Tahun 2026, Bukhari, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan penyelenggaraan kelima kalinya di Kabupaten Melawi. Tahun ini, TPN berlangsung selama dua hari, yakni 19–20 Oktober 2026.

Berbagai agenda disiapkan untuk memperkuat kapasitas dan kompetensi peserta sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antarunsur pendidikan. Kegiatan tersebut meliputi Bincang Pendidikan yang menghadirkan narasumber dari unsur pemerintah daerah, organisasi pendidikan, akademisi, dan lembaga pendidikan.

Selain itu, terdapat Kelas Kompetensi, Kelas Pemimpin, Kelas Pendidik, demonstrasi murid melalui panggung kreasi dan potensi murid, serta Cerdas Cermat yang melibatkan para pendidik.

Bukhari berharap rangkaian kegiatan tersebut menjadi ruang berbagi pengalaman dan praktik baik di kalangan pendidik. Dengan demikian, peserta dapat memperoleh wawasan baru untuk mengembangkan pendekatan pembelajaran yang lebih kreatif, inovatif, dan adaptif.

Dalam rangkaian pembukaan TPN XIII, panitia juga menyerahkan bantuan beasiswa dan alat tulis kepada sejumlah siswa dari berbagai lembaga pendidikan tingkat SD dan SMP sederajat di Kabupaten Melawi.

Bantuan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap kebutuhan pendidikan sekaligus upaya membantu peserta didik agar dapat terus mengikuti proses pembelajaran dengan baik. (*)

Bupati Melawi Hadiri Pesparani Katolik II Kalbar, Perkuat Pesan Persaudaraan dan Toleransi
Bupati Melawi Hadiri Pesparani Katolik II Kalbar, Perkuat Pesan Persaudaraan dan Toleransi
Friday, 16/10/2026

KALBARONLINE.com – Bupati Melawi H. Dadi Sunarya Usfa Yursa bersama Wakil Bupati Melawi Malin menghadiri pembukaan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik II Tingkat Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2026 di Kota Pontianak, Jumat (16/10/2026).

Kehadiran pimpinan daerah Kabupaten Melawi tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan sekaligus pengembangan seni musik liturgi. Pesparani tidak hanya menjadi ajang bagi umat Katolik untuk menampilkan potensi dan kreativitas, tetapi juga menjadi momentum memperkuat iman, persaudaraan, toleransi, dan kerukunan di tengah keberagaman masyarakat Kalimantan Barat.

Bupati Melawi, Dadi Sunarya Usfa Yursa, mengapresiasi penyelenggaraan Pesparani Katolik II tingkat provinsi. Menurutnya, kegiatan keagamaan yang dikemas melalui seni dan budaya memiliki peran penting dalam mempererat hubungan antarsesama serta membangun kehidupan masyarakat yang rukun dan harmonis.

“Pesparani bukan hanya tentang perlombaan paduan suara, tetapi juga menjadi wadah untuk memperkuat iman, persaudaraan dan kebersamaan. Kita berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan penuh semangat dan menjadikan setiap penampilan sebagai bagian dari upaya mempererat persatuan,” ujar Bupati.

Ia berharap seluruh peserta, termasuk kontingen Kabupaten Melawi, mampu menunjukkan kemampuan terbaik dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas dan kebersamaan. Menurutnya, semangat kompetisi harus berjalan beriringan dengan nilai persaudaraan sehingga Pesparani menjadi ruang silaturahmi antarkabupaten dan kota di Kalimantan Barat.

“Yang paling penting bukan hanya hasil perlombaan, tetapi bagaimana kegiatan ini mampu meninggalkan nilai positif bagi kehidupan bersama. Semoga seluruh peserta dapat tampil maksimal dan membawa nama baik daerah masing-masing,” tambahnya.

Sementara itu, Administrator Apostolik Keuskupan Agung Pontianak, Mgr. Samuel Oton Sidin, OFM Cap., menekankan dimensi spiritual Pesparani bagi umat Katolik. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan sarana untuk memuji dan memuliakan Tuhan melalui talenta yang dimiliki setiap peserta.

Ia mengatakan, Pesparani juga menjadi kesempatan membangun persaudaraan di antara umat Katolik dari berbagai wilayah. Persaudaraan yang tumbuh melalui kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti di lingkungan Gereja, tetapi berkembang menjadi semangat persaudaraan universal yang menghargai sesama manusia dan seluruh ciptaan.

“Setiap penampilan hendaknya dilakukan dengan hati dan cinta. Dengan demikian, perlombaan tidak semata-mata berorientasi pada kemenangan, tetapi juga menjadi persembahan terbaik bagi pertumbuhan Gereja Katolik di Kalimantan Barat,” ungkapnya.

Ia turut mengajak seluruh peserta memberikan penampilan terbaik sesuai kemampuan serta mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh sukacita dan semangat persaudaraan.

Pada kesempatan yang sama, Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Heronimus Hero, yang hadir mewakili Gubernur Kalimantan Barat, mengingatkan pentingnya menjaga keberagaman sebagai salah satu kekuatan utama daerah.

Menurutnya, Kalimantan Barat memiliki kekayaan suku, budaya, dan agama yang hidup berdampingan. Kondisi tersebut harus terus dirawat melalui sikap saling menghormati, toleransi, dan komitmen menjaga persatuan.

Ia mengajak seluruh peserta menjadikan Pesparani sebagai momentum memperkuat persaudaraan sekaligus menampilkan kemampuan terbaik dengan ketulusan dan penghayatan. Semangat sportivitas juga diharapkan tetap dijunjung selama kegiatan berlangsung.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, lanjutnya, akan terus mendukung berbagai kegiatan keagamaan yang berkontribusi dalam memperkuat kerukunan antarumat beragama. Sinergi tersebut diharapkan dapat mendukung kehidupan masyarakat yang harmonis, adil, sejahtera, demokratis, dan religius.

Pesparani Katolik II Tingkat Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2026 mempertandingkan tiga kategori paduan suara, yakni Paduan Suara Orang Muda Katolik (PS-OMK), Paduan Suara Dewasa Wanita (PSDW), serta Paduan Suara Gregorian Dewasa Pria (PSGDP).

Selain menjadi ajang unjuk kemampuan dalam seni musik liturgi, Pesparani juga menjadi ruang perjumpaan umat Katolik dari berbagai kabupaten dan kota untuk membangun relasi, mempererat persaudaraan, serta menumbuhkan sikap saling menghargai dalam kehidupan masyarakat yang majemuk.

Pesparani Katolik II tingkat provinsi ini berlangsung pada 16–17 Oktober 2026. Peserta terbaik dari setiap kategori diharapkan dapat menjadi bagian dari kontingen Kalimantan Barat pada Pesparani Nasional IV Tahun 2027 di Sulawesi Utara.

Pemerintah Kabupaten Melawi berharap keikutsertaan dalam Pesparani tidak hanya memberikan pengalaman dan prestasi bagi peserta, tetapi juga menumbuhkan nilai iman, persaudaraan, toleransi, dan kebersamaan. Nilai-nilai tersebut diharapkan terus mewarnai kehidupan masyarakat dalam menjaga keharmonisan sekaligus mendukung pembangunan Kabupaten Melawi. (*)

Warga Sulup Permai Apresiasi Kesigapan Penanganan Karhutla di Melawi
Warga Sulup Permai Apresiasi Kesigapan Penanganan Karhutla di Melawi
Friday, 16/10/2026

KALBARONLINE.com – Warga Dusun Sulup Permai, Desa Ulak Muid, Kecamatan Tanah Pinoh Barat, Kabupaten Melawi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang bergerak cepat membantu menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah mereka.

Apresiasi tersebut disampaikan Alek Sanderia, warga Dusun Sulup Permai yang juga menjabat sebagai Sekretaris DAD Kecamatan Tanah Pinoh Barat. Ia berterima kasih kepada pemerintah daerah, aparat keamanan, pihak perusahaan, pemerintah kecamatan dan desa, serta masyarakat yang bersama-sama turun ke lapangan untuk memadamkan api.

Secara khusus, Alek menyampaikan penghargaan kepada Bupati Melawi, Ketua DPRD Kabupaten Melawi, BPBD Kabupaten Melawi, PT AKM/Mukri Plantation, Polsek Kotabaru, Koramil Kotabaru, Camat Tanah Pinoh Barat beserta jajaran, Camat Tanah Pinoh, Sekretaris Desa Ulak Muid, serta seluruh warga Dusun Sulup Permai dan pihak lain yang turut membantu.

“Saya Alek Sanderia menyampaikan terima kasih atas kerja sama dan kesigapan rekan-rekan semua yang telah membantu memadamkan api yang melahap wilayah Dusun Sulup Permai, Desa Ulak Muid, Kecamatan Tanah Pinoh Barat,” ujar Alek kepada Redaksi Wartamelawi.com, Jumat (16/10/2026).

Menurutnya, upaya pemadaman dilakukan secara bersama-sama selama kurang lebih dua hari berturut-turut. Kesigapan berbagai pihak dinilai sangat membantu warga, terutama dalam mencegah api kembali meluas dan mengancam permukiman.

“Kami sangat bersyukur api akhirnya benar-benar dapat dipadamkan. Selama kurang lebih dua hari, semua pihak bersama-sama membantu warga di lapangan. Kami sebagai warga tentu tidak bisa membalas semua kebaikan yang telah diberikan,” katanya.

Alek mengatakan, bantuan dari pemerintah, aparat, perusahaan, maupun masyarakat memiliki arti besar bagi warga Dusun Sulup Permai. Menurutnya, penanganan karhutla tidak akan berjalan maksimal tanpa kerja sama dan kepedulian berbagai pihak.

“Kami yakin tanpa bantuan Bapak dan Ibu serta instansi lainnya, penanganan ini tidak akan berjalan dengan baik. Bantuan yang diberikan sangat berarti dan sangat bermanfaat bagi kami sebagai warga Dusun Sulup Permai,” ungkapnya.

Ia juga mengapresiasi masyarakat yang ikut membantu proses pemadaman dan memberikan dukungan selama penanganan karhutla berlangsung.

“Terima kasih kepada seluruh pihak yang sudah membantu. Mungkin tidak semua bisa saya sebutkan satu per satu, tetapi kami sangat menghargai seluruh bantuan, tenaga, waktu dan kepedulian yang telah diberikan untuk masyarakat Sulup Permai,” tambahnya.

Sebelumnya, kebakaran di kawasan tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran warga karena api berpotensi meluas dan mendekati permukiman. Kondisi medan serta keterbatasan sumber air menjadi salah satu tantangan dalam proses pemadaman.

Berkat sinergi pemerintah, aparat keamanan, pihak perusahaan, dan masyarakat, api akhirnya dapat dikendalikan dan dipadamkan. Warga berharap koordinasi serta kesiapsiagaan bersama terus dipertahankan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api di wilayah sekitar.

Alek kembali menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan bantuan.

“Semoga segala bantuan dan kebaikan Bapak-Ibu semua mendapat balasan yang setimpal. Sekali lagi, atas nama warga Dusun Sulup Permai, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya,” tutupnya. (*)

Bupati Melawi Lepas Kontingen Pesparani Katolik, 55 Orang Siap Berlaga di Tingkat Provinsi
Bupati Melawi Lepas Kontingen Pesparani Katolik, 55 Orang Siap Berlaga di Tingkat Provinsi
Wednesday, 14/10/2026

KALBARONLINE.com – Bupati Melawi, H. Dadi Sunarya Usfa Yursa, melepas secara resmi Kontingen Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik Kabupaten Melawi yang akan mewakili daerah pada Pesparani Katolik II Tingkat Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2026.

Prosesi pelepasan berlangsung di Nanga Pinoh, Rabu (14/10/2026). Kontingen Melawi selanjutnya akan mengikuti perlombaan yang dijadwalkan berlangsung di Pontianak pada 16–17 Oktober 2026.

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi kepada Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Kabupaten Melawi, para pelatih, peserta, ofisial, serta seluruh pihak yang telah mempersiapkan kontingen.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Melawi, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada LP3KD, para pelatih, serta seluruh pihak yang telah memberikan waktu, tenaga, dan pemikiran dalam mempersiapkan kontingen Pesparani ini,” kata Bupati.

Menurutnya, keikutsertaan dalam Pesparani bukan semata-mata untuk mengejar prestasi. Para peserta juga membawa tanggung jawab menjaga nama baik Kabupaten Melawi sekaligus merepresentasikan iman dan budaya daerah di tingkat provinsi.

Ia menilai Pesparani menjadi ruang untuk memperdalam dan mengaktualisasikan nilai-nilai iman Katolik melalui seni musik dan budaya gerejani. Kegiatan ini juga diharapkan mempererat persaudaraan, memperkuat toleransi, serta menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat.

“Jadikan setiap lantunan suara yang dipersembahkan sebagai doa yang tulus dan setiap penampilan sebagai kesaksian iman yang hidup. Dengan semangat tersebut, keikutsertaan dalam Pesparani diharapkan tidak hanya menghasilkan prestasi, tetapi juga memberikan manfaat bagi pembinaan mental dan spiritual umat,” pesannya.

Menjelang perlombaan pada 16–17 Oktober 2026, Bupati meminta seluruh anggota kontingen menjaga kesehatan, meningkatkan kedisiplinan, memperkuat kekompakan, serta mengikuti setiap tahapan kegiatan dengan penuh tanggung jawab.

Ia berharap kontingen Melawi mampu menunjukkan kemampuan terbaik dan meraih hasil membanggakan. Keikutsertaan tersebut juga diharapkan memotivasi generasi muda untuk terus mengembangkan bakat dan talenta.

“Selamat berjuang. Kami mendoakan yang terbaik bagi Kontingen Pesparani Kabupaten Melawi. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan rahmat dan berkat-Nya, melindungi setiap langkah perjalanan, serta menganugerahkan keberhasilan bagi perjuangan kontingen Kabupaten Melawi,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua LP3K Kabupaten Melawi, Paulus, S.E., M.A.P., menjelaskan bahwa Melawi mengikuti dua dari tiga kategori yang diperlombakan pada Pesparani Katolik II Tingkat Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2026.

Kedua kategori tersebut adalah Paduan Suara Dewasa Wanita (PSDW) dan Paduan Suara Gregorian Dewasa Pria (PSGDP).

“Untuk PSDW berjumlah 20 orang, terdiri dari 18 peserta, satu pelatih, dan satu dirigen. Sedangkan PSGDP berjumlah 19 orang, terdiri dari 18 peserta dan satu pelatih. Kemudian ditambah 16 orang ofisial, sehingga total kontingen yang akan diberangkatkan sebanyak 55 orang,” jelas Paulus.

Ia turut menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Melawi, khususnya Bupati Melawi, atas dukungan yang diberikan kepada LP3K dan kontingen dalam mengikuti ajang tingkat provinsi tersebut.

Dengan dilepasnya kontingen, Kabupaten Melawi berharap para peserta dapat menjalani seluruh rangkaian Pesparani dengan penuh semangat serta menjunjung tinggi nilai keimanan, persaudaraan, sportivitas, dan kebersamaan.

Kontingen Melawi diharapkan mampu memberikan penampilan terbaik sekaligus membawa nama baik daerah pada Pesparani Katolik II Tingkat Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2026.

Forkopimda Melawi Pantau Penerapan Ganjil-Genap BBM Subsidi di Tiga SPBU
Forkopimda Melawi Pantau Penerapan Ganjil-Genap BBM Subsidi di Tiga SPBU
Monday, 12/10/2026

KALBARONLINE.com – Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) meninjau tiga stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) untuk memantau penerapan sistem ganjil-genap dalam pembelian bahan bakar minyak (BBM) subsidi.

Tiga SPBU yang ditinjau yakni SPBU 64.786.07 di KM 4, SPBU Tahlut atau 64.786.08 di Simpang Ella, serta SPBU Sidomulyo dengan nomor 64.796.001.

Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kebijakan pembelian BBM subsidi berdasarkan nomor polisi kendaraan berjalan tertib dan diterapkan secara konsisten. Kegiatan ini sekaligus menjadi kesempatan bagi pemerintah daerah untuk melihat kesiapan pengelola SPBU dalam menjalankan ketentuan tersebut.

Pemerintah daerah berharap sistem ganjil-genap dapat mendukung ketertiban pelayanan dan penyaluran BBM subsidi agar lebih tepat sasaran. Pengawasan di lapangan juga diperlukan untuk mengantisipasi kendala yang mungkin dihadapi petugas SPBU maupun masyarakat.

Sekretaris Daerah Kabupaten Melawi, Paulus, menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus memastikan pelaksanaan kebijakan tersebut berjalan sesuai tujuan. Menurutnya, pemantauan langsung diperlukan untuk menjaga ketertiban penerapan aturan sekaligus memberikan kejelasan kepada masyarakat mengenai mekanisme pembelian BBM subsidi.

Ketua DPRD Kabupaten Melawi, Hendegi Januardi Usfa Yursa, menegaskan bahwa konsistensi menjadi faktor penting dalam penerapan sistem ganjil-genap. Ia berharap aturan tersebut dijalankan secara tertib dan berkesinambungan agar tidak terjadi perbedaan penerapan di setiap SPBU.

“Yang terpenting adalah bagaimana penerapan pengisian BBM subsidi dengan sistem ganjil-genap ini dapat berjalan dengan baik dan tertib, serta tidak menimbulkan persoalan bagi masyarakat. Karena itu, pengawasan dan koordinasi seluruh pihak harus terus dilakukan,” tegas Hendegi.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, pengelola SPBU, dan pihak terkait agar kebijakan tersebut berjalan sesuai ketentuan.

Dari pihak Pertamina, Sales Branch Manager (SBM) Kalbar II wilayah Sintang dan sekitarnya, Muhammad Bisma Abdillah, turut berperan dalam koordinasi pengawasan distribusi dan pelayanan BBM di SPBU. Pengawasan tersebut mencakup tata niaga, ketersediaan, kuota, serta penyaluran BBM subsidi, termasuk Pertalite dan Solar, sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, Penanggung Jawab SPBU 64.786.07, Ramadansyah, S.H., menyambut baik pemantauan yang dilakukan pemerintah daerah bersama DPRD dan unsur terkait.

Menurutnya, koordinasi dan pengawasan bersama diperlukan untuk mendukung penerapan sistem ganjil-genap sekaligus menciptakan pelayanan yang lebih teratur di SPBU.

“Dengan adanya pemantauan langsung dari pemerintah daerah, DPRD, dan unsur terkait, kami berharap penerapan sistem ganjil-genap dapat berjalan dengan baik. Selain mendukung ketertiban pelayanan, kebijakan ini diharapkan memberikan kejelasan kepada masyarakat mengenai mekanisme pembelian BBM subsidi,” ujarnya.

Melalui pemantauan di tiga SPBU tersebut, seluruh pihak diharapkan dapat memperkuat koordinasi dan pengawasan secara berkelanjutan. Konsistensi penerapan aturan dinilai penting agar distribusi BBM subsidi tetap terkendali dan penyalurannya sesuai peruntukan. (*)

Lima Peserta Ikuti Seleksi Terbuka Calon Sekda Melawi, Paulus Purna Tugas November
Lima Peserta Ikuti Seleksi Terbuka Calon Sekda Melawi, Paulus Purna Tugas November
Friday, 09/10/2026

KALBARONLINE.com – Pemerintah Kabupaten Melawi mulai melaksanakan seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Melawi tahun 2026. Sebanyak lima peserta yang lolos seleksi administrasi mengikuti tahapan seleksi yang dibuka Wakil Bupati Melawi, Malin, di salah satu hotel di Nanga Pinoh, Rabu (7/10/2026).

Malin mengatakan, jabatan Sekda memiliki posisi strategis dalam memastikan penyelenggaraan pemerintahan daerah berjalan efektif dan berkesinambungan.

Menurutnya, seleksi harus mampu menjaring figur yang memiliki integritas, kompetensi, kepemimpinan, dan kemampuan manajerial, selain pengalaman sebagai aparatur sipil negara (ASN).

“Jabatan Sekda adalah jabatan karier tertinggi seorang ASN. Karena itu, saya yakin lima peserta yang mengikuti seleksi terbuka ini merupakan orang-orang terbaik yang memiliki pengalaman sebagai ASN,” ujar Malin.

Seleksi tersebut menjadi perhatian karena Sekda Melawi saat ini, Drs. Paulus, akan memasuki masa purna tugas pada November 2026. Karena itu, persiapan pengisian jabatan perlu dilakukan sejak awal agar tidak terjadi kekosongan yang dapat mengganggu koordinasi pemerintahan daerah.

“Jangan sampai terjadi kekosongan. Dalam sistem pemerintahan yang baik, posisi Sekda merupakan penyeimbang Bupati dan Wakil Bupati sebagai kepala daerah yang merupakan jabatan politis,” katanya.

Malin menjelaskan, Sekda memiliki tanggung jawab luas, mulai dari menjalankan fungsi administrasi pemerintahan, mengoordinasikan perangkat daerah, hingga menjaga kesinambungan birokrasi dan mendukung pelaksanaan pembangunan daerah.

Ia meminta seluruh tahapan seleksi dilaksanakan secara objektif, transparan, dan terukur. Proses penilaian atau assessment juga diharapkan tidak sekadar menjadi formalitas, tetapi mampu memetakan potensi serta kompetensi setiap peserta sesuai standar jabatan.

“Hal ini penting guna menjamin kualitas pejabat yang profesional, mampu bekerja secara efektif, serta dapat mendukung percepatan pembangunan daerah dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.

Malin juga meminta seluruh peserta mengikuti tahapan seleksi dengan serius dan menunjukkan kemampuan terbaik. Ia menegaskan, Pemkab Melawi memberikan kepercayaan kepada panitia seleksi untuk menjalankan proses secara profesional dan sesuai ketentuan.

“Saya percaya tim panitia seleksi adalah orang-orang hebat yang akan melaksanakan tugas dengan maksimal dan menghasilkan hasil yang maksimal. Saya juga yakin para peserta seleksi sudah mempersiapkan diri dengan baik,” ungkapnya.

Menurut Malin, setiap tahapan seleksi memiliki standar nilai yang menjadi dasar penilaian peserta. Hasilnya akan digunakan dalam proses rekomendasi pengisian jabatan Sekda.

“Ada standar nilai yang dipakai dalam mengikuti tahap seleksi. Hanya peserta yang melampaui nilai yang telah ditetapkan yang akan direkomendasikan nantinya,” jelasnya.

Ia berharap seleksi terbuka tersebut menghasilkan Sekda yang mampu memperkuat koordinasi antarperangkat daerah, menjaga kesinambungan birokrasi, serta mendukung pelaksanaan program pembangunan Kabupaten Melawi.

Pemkab Melawi menargetkan pengisian jabatan Sekda berlangsung secara profesional dan objektif, sehingga pejabat terpilih memiliki integritas, kompetensi, dan komitmen terhadap peningkatan pelayanan masyarakat serta pembangunan daerah.

Pemkab Melawi Apresiasi 50 Tahun Kongregasi Misi Berkarya di Kalimantan Barat
Pemkab Melawi Apresiasi 50 Tahun Kongregasi Misi Berkarya di Kalimantan Barat
Friday, 02/10/2026

KALBARONLINE.com – Pemerintah Kabupaten Melawi menyampaikan apresiasi atas lima dekade pengabdian Kongregasi Misi (CM) di Kalimantan Barat, khususnya dalam pelayanan pastoral, pendidikan, pembinaan generasi muda, dan pendampingan masyarakat.

Apresiasi tersebut disampaikan Wakil Bupati Melawi, Malin, S.H., saat menghadiri perayaan 50 Tahun Kongregasi Misi Berkarya di Kalimantan Barat periode 1976–2026 di Gereja Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, Nanga Pinoh, Kamis (1/10/2026).

Perayaan tersebut turut dihadiri Bupati Melawi H. Dadi Sunarya Usfa, Uskup Keuskupan Sintang Mgr. Samuel Oton Sidin, OFM Cap., Uskup Keuskupan Sanggau Mgr. Valentinus Saeng, CP., Uskup Emeritus Keuskupan Agung Pontianak Mgr. Agustinus Agus, OP., Visitor CM Provinsi Indonesia Pastor Stephanus Rusi Sulistijo, CM., serta para pastor dan tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Malin mengatakan perjalanan panjang Kongregasi Misi telah memberikan kontribusi yang dirasakan umat dan masyarakat, termasuk di Kabupaten Melawi.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Daerah Kabupaten Melawi, saya menyampaikan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kongregasi Misi atas 50 tahun karya dan pengabdiannya di Kalimantan Barat,” ujar Malin.

Menurutnya, keberadaan para misionaris tidak hanya berkaitan dengan pelayanan keagamaan, tetapi juga turut mendukung pendidikan, pembentukan karakter, pendampingan kaum muda, serta penguatan kehidupan sosial masyarakat.

“Bagi masyarakat Melawi, perjalanan tersebut bukan sekadar sejarah sebuah kongregasi, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan masyarakat kita,” katanya.

Malin berharap semangat pengabdian yang telah dibangun selama lima dekade dapat terus dilanjutkan melalui kerja sama di bidang pendidikan, pelayanan sosial, pemberdayaan masyarakat, dan pendampingan generasi muda.

“Pemerintah Kabupaten Melawi menyambut baik setiap bentuk kerja sama yang dapat memperkuat pendidikan, pemberdayaan masyarakat, pendampingan kaum muda, pelayanan sosial serta pembangunan manusia,” tuturnya.

Sementara itu, Uskup Keuskupan Sintang Mgr. Samuel Oton Sidin, OFM Cap., menyampaikan penghargaan atas ketulusan dan kesetiaan Kongregasi Misi dalam mendampingi umat. Menurutnya, karya CM, terutama di bidang pendidikan, telah membantu membuka peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan kualitas kehidupan.

“Banyak orang yang telah mendapatkan pendidikan dari CM. Masih banyak orang yang terbantu oleh CM,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Visitor CM Provinsi Indonesia, Pastor Stephanus Rusi Sulistijo, CM., memaparkan perjalanan karya Vinsensian di Indonesia melalui tema “Warisan Kasih dan Misi: Jejak Vinsensian di Tengah Masyarakat Indonesia”.

Ia menjelaskan, karya para misionaris Vinsensian di Kalimantan Barat menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kondisi geografis hingga keterbatasan akses transportasi. Namun, keterbatasan tersebut tidak menghentikan pelayanan yang dilakukan, termasuk melalui pendirian sekolah dan asrama bagi masyarakat di wilayah terpencil.

Warisan pelayanan tersebut hingga kini terus diteruskan oleh para anggota CM Indonesia melalui karya pastoral, pendidikan, dan pendampingan masyarakat. Kerja sama dengan CM Italia juga tetap dikembangkan, termasuk dalam bidang pendidikan bagi para seminaris dan imam Vinsensian.

Perayaan 50 tahun karya Kongregasi Misi di Kalimantan Barat menjadi momentum untuk mengenang perjalanan pengabdian sekaligus memperkuat komitmen melanjutkan nilai kasih, pendidikan, pelayanan, dan kepedulian sosial.

Pemkab Melawi berharap sinergi dengan Kongregasi Misi terus terjaga sehingga berbagai karya pelayanan dan pemberdayaan dapat semakin memberikan manfaat bagi masyarakat di Kabupaten Melawi.

Pemkab Melawi Terima Kunjungan Kongregasi Misi, Perkuat Kerja Sama Pelayanan
Pemkab Melawi Terima Kunjungan Kongregasi Misi, Perkuat Kerja Sama Pelayanan
Thursday, 01/10/2026

KALBARONLINE.com – Pemerintah Kabupaten Melawi menerima kunjungan para Pastor Congregatio Missionis (CM) atau Kongregasi Misi bersama sejumlah suster di Rumah Jabatan Bupati Melawi, Rabu (30/9/2026).

Pertemuan tersebut menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus membahas penguatan kerja sama dalam pelayanan sosial, pendidikan, dan keagamaan di Kabupaten Melawi.

Bupati Melawi H. Dadi Sunarya Usfa Yursa menyambut baik kedatangan para Pastor CM dan suster. Ia mengatakan komunikasi antara pemerintah daerah dan pihak gereja perlu terus diperkuat, terutama dalam menyampaikan berbagai kebutuhan masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Melawi, saya dan Pak Wakil menyambut baik kehadiran para Pastor CM dan suster. Mudah-mudahan pertemuan ini dapat mempererat hubungan dan komunikasi kita,” ujar Dadi.

Menurutnya, pemerintah daerah tetap memberikan perhatian terhadap kebutuhan sarana dan prasarana pelayanan masyarakat, termasuk di bidang sosial, pendidikan, dan keagamaan. Berbagai kebutuhan tersebut dapat dikoordinasikan dengan pemerintah daerah sesuai kemampuan keuangan dan aturan yang berlaku.

Wakil Bupati Melawi Malin, S.H., turut menyambut kedatangan rombongan. Ia mengaku memiliki kenangan khusus dengan pelayanan para pastor karena pernah menempuh pendidikan di Asrama Menyurai, Sintang.

Malin mengenang Pastor Jacques Crousset atau Pastor Kros yang pernah membimbingnya saat bersekolah. Menurutnya, pendidikan di asrama memberikan pengalaman berharga, terutama dalam membentuk kedisiplinan dan tanggung jawab.

Sementara itu, Provinsial CM Pastor Stefanus Rudi Suhestijanto, CM, mengatakan kunjungan tersebut juga menjadi bagian dari peringatan 50 tahun kehadiran Kongregasi Misi di Melawi dan Sintang sejak 1976.

“Pada tahun 1976 beliau yang pertama kali datang ke sini. Kemudian setelah itu kami terus bisa melayani di Melawi dan juga di Sintang,” jelas Pastor Stefanus.

Selama lima dekade, Kongregasi Misi telah terlibat dalam pelayanan pastoral, pendidikan, dan pembinaan umat. Saat ini, terdapat 12 pastor Dayak asal Melawi, Sintang, dan Sanggau serta 22 frater yang sedang menjalani pendidikan dan pembinaan.

Kongregasi Misi juga pernah berkontribusi dalam bidang pendidikan, salah satunya melalui pelayanan di SMP Katolik Bukit Raya Serawai.

Pastor Stefanus menegaskan komitmen Kongregasi Misi untuk terus melanjutkan pelayanan di Melawi dan Sintang.

“Kami tetap siap untuk melanjutkan pelayanan kami di sini,” tegasnya.

Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan. Pemkab Melawi berharap hubungan dengan Kongregasi Misi dan seluruh unsur keagamaan terus terjalin untuk memperkuat kerukunan, pelayanan masyarakat, serta pembangunan daerah. (*)

Kabut Asap, Pemkab Melawi Kembali Terapkan Belajar dari Rumah hingga 30 September
Kabut Asap, Pemkab Melawi Kembali Terapkan Belajar dari Rumah hingga 30 September
Monday, 28/09/2026

KALBARONLINE.com – Pemerintah Kabupaten Melawi kembali menerapkan Belajar dari Rumah (BDR) bagi seluruh satuan pendidikan akibat kondisi kualitas udara yang masih terdampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Bupati Melawi Nomor 37 Tahun 2026 yang ditetapkan di Nanga Pinoh pada 25 September 2026. BDR diberlakukan selama tiga hari, mulai 28 hingga 30 September 2026.

Kebijakan ini berlaku bagi seluruh jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, TK/RA, SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA, PKBM hingga lembaga pendidikan lainnya, baik negeri maupun swasta.

Selama BDR, kegiatan pembelajaran dilaksanakan dari jarak jauh dengan menyesuaikan kondisi sekolah dan akses peserta didik. Satuan pendidikan juga diminta tidak memberikan tugas secara berlebihan serta meniadakan kegiatan peserta didik di luar ruangan.

Bupati Melawi H. Dadi Sunarya Usfa Yursa mengatakan kebijakan tersebut merupakan langkah pemerintah daerah untuk menjaga kesehatan dan keselamatan peserta didik di tengah kondisi udara yang belum sepenuhnya membaik.

“Pelaksanaan Belajar dari Rumah ini dilakukan sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap keselamatan dan kesehatan peserta didik, tenaga pendidik, serta tenaga kependidikan di tengah kondisi kualitas udara yang masih terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan,” ujar Bupati.

Ia meminta seluruh satuan pendidikan melaksanakan kebijakan tersebut dengan tetap memastikan proses pembelajaran berjalan efektif.

“Kami berharap seluruh pihak dapat melaksanakan kebijakan ini dengan penuh tanggung jawab. Proses pendidikan harus tetap berjalan, namun kesehatan dan keselamatan peserta didik tetap menjadi perhatian utama,” tegasnya.

Pemkab Melawi akan terus memantau perkembangan kualitas udara. Apabila kondisi telah membaik dan dinyatakan aman untuk pembelajaran tatap muka, kebijakan BDR akan disesuaikan berdasarkan pemberitahuan lebih lanjut dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Melawi.