Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Monday, 19 October 2026 |
KALBARONLINE.com – Sekretaris Daerah Kabupaten Melawi, Drs. Paulus, resmi membuka Temu Pendidik Nusantara (TPN) XIII Tingkat Kabupaten Melawi Tahun 2026 di Gedung Graha PGRI Melawi, Senin (19/10/2026).
Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan dan kolaborasi bagi para pendidik, pemerintah daerah, masyarakat, serta berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap dunia pendidikan. Melalui forum tersebut, peserta didorong berbagi pengalaman, memperkuat jejaring, dan merumuskan gagasan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Melawi.
Mengangkat tema “Cita-Cita Kolektif Kewargaan Desa Dunia”, TPN XIII diikuti ratusan peserta yang terdiri dari guru, kepala sekolah, masyarakat, dan praktisi pendidikan dari berbagai jenjang.
Dalam sambutannya, Paulus mengapresiasi penyelenggaraan TPN XIII yang dinilai penting untuk mendorong pengembangan kapasitas tenaga pendidik. Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan tidak terlepas dari peran guru dalam membentuk karakter dan kemampuan generasi penerus.
“Guru tidak boleh hanya menjadi penonton perubahan. Guru harus menjadi pelopor perubahan dan pembelajar sepanjang hayat agar mampu menuntun generasi muda menghadapi masa depan dengan optimisme dan kesiapan yang lebih baik,” tegas Paulus.
Ia juga mengajak seluruh pihak yang berkaitan dengan pendidikan untuk memperkuat kerja sama. Pemerintah daerah, sekolah, guru, orang tua, masyarakat, dan organisasi pendidikan dinilai memiliki peran yang saling melengkapi dalam membangun ekosistem pendidikan yang lebih baik.
Menurut Paulus, keberhasilan forum pendidikan tidak cukup diukur dari jumlah peserta atau banyaknya gagasan yang muncul selama kegiatan. Hal yang lebih penting adalah kemampuan menerjemahkan hasil diskusi menjadi langkah nyata yang dapat diterapkan di sekolah.
“Karena itu, saya berharap TPN ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial atau agenda tahunan. Berbagai gagasan dan praktik baik yang lahir dari forum ini harus dapat diteruskan dan diwujudkan dalam proses pembelajaran di sekolah,” ujarnya.
Pelaksanaan TPN XIII juga menjadi momentum untuk membahas keberlangsungan layanan pendidikan di tengah berbagai tantangan daerah.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap yang masih memengaruhi aktivitas masyarakat di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut turut berdampak terhadap kegiatan belajar mengajar sehingga diperlukan kesiapsiagaan bersama untuk memastikan keselamatan warga sekolah dan terpenuhinya hak peserta didik atas layanan pendidikan.
Sementara itu, Ketua Panitia TPN XIII Tingkat Kabupaten Melawi Tahun 2026, Bukhari, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan penyelenggaraan kelima kalinya di Kabupaten Melawi. Tahun ini, TPN berlangsung selama dua hari, yakni 19–20 Oktober 2026.
Berbagai agenda disiapkan untuk memperkuat kapasitas dan kompetensi peserta sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antarunsur pendidikan. Kegiatan tersebut meliputi Bincang Pendidikan yang menghadirkan narasumber dari unsur pemerintah daerah, organisasi pendidikan, akademisi, dan lembaga pendidikan.
Selain itu, terdapat Kelas Kompetensi, Kelas Pemimpin, Kelas Pendidik, demonstrasi murid melalui panggung kreasi dan potensi murid, serta Cerdas Cermat yang melibatkan para pendidik.
Bukhari berharap rangkaian kegiatan tersebut menjadi ruang berbagi pengalaman dan praktik baik di kalangan pendidik. Dengan demikian, peserta dapat memperoleh wawasan baru untuk mengembangkan pendekatan pembelajaran yang lebih kreatif, inovatif, dan adaptif.
Dalam rangkaian pembukaan TPN XIII, panitia juga menyerahkan bantuan beasiswa dan alat tulis kepada sejumlah siswa dari berbagai lembaga pendidikan tingkat SD dan SMP sederajat di Kabupaten Melawi.
Bantuan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap kebutuhan pendidikan sekaligus upaya membantu peserta didik agar dapat terus mengikuti proses pembelajaran dengan baik. (*)
KALBARONLINE.com – Sekretaris Daerah Kabupaten Melawi, Drs. Paulus, resmi membuka Temu Pendidik Nusantara (TPN) XIII Tingkat Kabupaten Melawi Tahun 2026 di Gedung Graha PGRI Melawi, Senin (19/10/2026).
Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan dan kolaborasi bagi para pendidik, pemerintah daerah, masyarakat, serta berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap dunia pendidikan. Melalui forum tersebut, peserta didorong berbagi pengalaman, memperkuat jejaring, dan merumuskan gagasan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Melawi.
Mengangkat tema “Cita-Cita Kolektif Kewargaan Desa Dunia”, TPN XIII diikuti ratusan peserta yang terdiri dari guru, kepala sekolah, masyarakat, dan praktisi pendidikan dari berbagai jenjang.
Dalam sambutannya, Paulus mengapresiasi penyelenggaraan TPN XIII yang dinilai penting untuk mendorong pengembangan kapasitas tenaga pendidik. Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan tidak terlepas dari peran guru dalam membentuk karakter dan kemampuan generasi penerus.
“Guru tidak boleh hanya menjadi penonton perubahan. Guru harus menjadi pelopor perubahan dan pembelajar sepanjang hayat agar mampu menuntun generasi muda menghadapi masa depan dengan optimisme dan kesiapan yang lebih baik,” tegas Paulus.
Ia juga mengajak seluruh pihak yang berkaitan dengan pendidikan untuk memperkuat kerja sama. Pemerintah daerah, sekolah, guru, orang tua, masyarakat, dan organisasi pendidikan dinilai memiliki peran yang saling melengkapi dalam membangun ekosistem pendidikan yang lebih baik.
Menurut Paulus, keberhasilan forum pendidikan tidak cukup diukur dari jumlah peserta atau banyaknya gagasan yang muncul selama kegiatan. Hal yang lebih penting adalah kemampuan menerjemahkan hasil diskusi menjadi langkah nyata yang dapat diterapkan di sekolah.
“Karena itu, saya berharap TPN ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial atau agenda tahunan. Berbagai gagasan dan praktik baik yang lahir dari forum ini harus dapat diteruskan dan diwujudkan dalam proses pembelajaran di sekolah,” ujarnya.
Pelaksanaan TPN XIII juga menjadi momentum untuk membahas keberlangsungan layanan pendidikan di tengah berbagai tantangan daerah.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap yang masih memengaruhi aktivitas masyarakat di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut turut berdampak terhadap kegiatan belajar mengajar sehingga diperlukan kesiapsiagaan bersama untuk memastikan keselamatan warga sekolah dan terpenuhinya hak peserta didik atas layanan pendidikan.
Sementara itu, Ketua Panitia TPN XIII Tingkat Kabupaten Melawi Tahun 2026, Bukhari, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan penyelenggaraan kelima kalinya di Kabupaten Melawi. Tahun ini, TPN berlangsung selama dua hari, yakni 19–20 Oktober 2026.
Berbagai agenda disiapkan untuk memperkuat kapasitas dan kompetensi peserta sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antarunsur pendidikan. Kegiatan tersebut meliputi Bincang Pendidikan yang menghadirkan narasumber dari unsur pemerintah daerah, organisasi pendidikan, akademisi, dan lembaga pendidikan.
Selain itu, terdapat Kelas Kompetensi, Kelas Pemimpin, Kelas Pendidik, demonstrasi murid melalui panggung kreasi dan potensi murid, serta Cerdas Cermat yang melibatkan para pendidik.
Bukhari berharap rangkaian kegiatan tersebut menjadi ruang berbagi pengalaman dan praktik baik di kalangan pendidik. Dengan demikian, peserta dapat memperoleh wawasan baru untuk mengembangkan pendekatan pembelajaran yang lebih kreatif, inovatif, dan adaptif.
Dalam rangkaian pembukaan TPN XIII, panitia juga menyerahkan bantuan beasiswa dan alat tulis kepada sejumlah siswa dari berbagai lembaga pendidikan tingkat SD dan SMP sederajat di Kabupaten Melawi.
Bantuan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap kebutuhan pendidikan sekaligus upaya membantu peserta didik agar dapat terus mengikuti proses pembelajaran dengan baik. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini